Setup Menus in Admin Panel

CITSM 2018 Report

Manajemen Pengetahuan (KM) baru-baru ini menjadi topik yang menarik untuk dipelajari, baik dalam manajemen akademik dan profesional, karena banyak organisasi menggunakan manajemen pengetahuan sebagai strategi organisasi mereka untuk meningkatkan kinerja mereka melalui inovasi.

Meskipun KM telah menjadi fokus dalam meningkatkan kualitas organisasi, praktisi dan peneliti masih mendiskusikan bagaimana seharusnya KM dirancang dan diimplementasikan di berbagai organisasi. Mereka berasumsi bahwa implementasi KM memiliki kemungkinan kegagalan yang tinggi karena banyak faktor. Kegagalan implementasi KM berkisar antara 50-70%. Oleh karena itu, penting untuk mengambil pelajaran dari implementasi KM yang sukses dan untuk mendapatkan lebih banyak wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya.

Salah satu mandat dalam Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025 adalah untuk menerapkan KM guna mendukung pembelajaran yang efektif dan pertukaran pengalaman dalam melaksanakan reformasi birokrasi di antara lembaga pemerintah (Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah). Sesuai dengan mandat tersebut, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) sebagai salah satu unit di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia telah menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan (KMS) dengan mengembangkan Kemenkeu Learning Center (KLC). KLC adalah sistem berbasis web yang digunakan untuk mendukung proses penyimpanan pengetahuan dan berbagi pengetahuan yang terkait dengan Keuangan Negara yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Sejak diluncurkan pada Januari 2017, KLC telah digunakan oleh sekitar 2.000-an pengguna (per 30-11-2017) dan diakses oleh 597 pengguna setiap harinya (periode 1 Juli 2017-30 November 2017. Ini merupakan indikasi bahwa implementasi KLC berhasil. Namun, hingga kini belum ada pengukuran sistematis untuk mengungkap faktor-faktor keberhasilan tersebut. Berdasarkan hal tersebut diatas penelitian ini dilaksanakan, penelitian ini akan mengukur keberhasilan pelaksanaan KLC dan mengungkap faktor-faktor keberhasilan di belakangnya. Selanjutnya, penelitian ini akan memberikan wawasan bagi lembaga pemerintah lainnya di Indonesia tentang bagaimana merancang dan menerapkan KM dalam organisasi mereka.

Penelitian ini sudah didaftarkan pada “The 6th International Conference on Information Technology for Cyber and IT Service Management (CITSM 2018)” dan dinyatakan diterima. Untuk menindaklanjuti hal tersebut perlu dilakukan presentasi dari penelitian yang telah dilaksanakan.

Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Surat Tugas Nomor ST-736/PP.1/2018 tanggal 26 Juni 2018, untuk mempresentasikan paper dengan judul “Measurement of successful Implementation of Knowledge Management System” (studi kasus: KLC Kementerian Keuangan), pada “The 6th International Conference on Information Technology for Cyber and IT Service Management (CITSM 2018)” di Inna Prapat Hotel pada tanggal 7 sampai dengan 9 Agustus 2018. Berikut adalah paper terkait.

CITSM_2018_paper_173

 

Hasil mengikuti kegiatan “The 6th International Conference on Information Technology for Cyber and IT Service Management (CITSM 2018)” adalah:

  1. Hasil penelitian penulis tentang KLC dipublikasikan sehingga dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.
  2. Prof. Dr. Abdul Wahab Abdul Rahman menyampaikan materi terkait pemanfaatan TI di bidang psikologi. Pemaparan beliau terkait perangkat TI yang dapat digunakan untuk wawancara/penyidikan. Perangkat TI berkerja untuk mendeteksi pola gelombang yang dihasilkan otak ketika wawancara/penyidikan, kemudian membandingkan dengan pola-pola referensi sehingga dapat menentukan jujur atau tidaknya seseorang.
  3. Teknologi informasi dapat mendorong perekonomian suatu negara. Hal ini diungkapkan oleh keynote speaker Prof. Zainal A. Hasibuan, Ir., MLS, Ph.D, di mana Usaha Kecil Menengah (UKM) dapat memperluas jangkauan penjualan dengan memanfaatkan online sistem. Namun demikian, dibutuhkan peran pemerintah atau lembaga untuk memfasilitasi para UKM terkait pelatihan, penyediaan infrastruktur teknologi, dan promosi.
  4. Perkembangan perangkat TI semakin kecil dengan kemampuan yang lebih canggih. Prof. Ismail Khalil memberikan contoh media penyimpanan dari komputer mainframe dimensinya meter sampai dengan saat ini memori card yang dimensinya milimeter. Ke depan, perangkat TI semakin cerdas, di mana keberadaan internet of thing dan big data memungkinkan perangkat belajar dan bergerak secara mandiri. Contoh hal ini adalah robot pembantu dan mobil google yang dapat beroperasi sendiri.
  5. Acara CITSM diikuti dari berbagai negara yaitu Austria, Amerika Serikat, Malaysia dan Indonesia. Total paper yang dipresentasikan sebanyak 148 papers. Presentasi paper selama 15 menit per paper terbagi dalam 6 ruangan dengan kapasitas masing-masing ± 15 orang.

Prosiding lengkap dari kegiatan CITSM 2018 ini dapat diunduh pada link Prosiding CISTM 2018.

No votes yet.
Please wait...

Views : 0

17/10/2018

0 responses on "CITSM 2018 Report"

Leave a Message