Setup Menus in Admin Panel

Sosial kultural perekat bangsa

Kompetensi sosial kultural yang dituangkan dalam Permenpan RB Nomor 38 Tahun 2017 merupakan sebuah kompetensi yang harus dimiliki oleh seluruh ASN. Alasan kompetensi ini harus dimiliki karena adanya perbedaan latar belakang budaya para ASN dengan masyarakat yang dilayani. Perbedaan bahasa akan membuat kegiatan pelayanan agak terganggu karena ada perbedaan persepsi antara ASN dengan masyarakat seperti yang dicontohkan dalam video ini. Untuk itu perbedaan (gap) ini  harus disikapi oleh ASN dengan cara mempelajari bahasa daerah di tempat penugasan karena akan sangat membantu dalam melayani masyarakat setempat. Meskipun ada bahasa nasional, bahasa Indonesia, tidak semua orang menguasai dan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Itulah mengapa, kompetensi sosial kultural yang disampaikan oleh widyaiswara ahli  madya Pusdiklat PSDM. Ita Hartati, yaitu mengenal kondisi sosial budaya masyarakat setempat merupakan sebuah keharusan bagi ASN. Terlebih bagi ASN Kementerian Keuangan yang ditempatkan di seluruh Indonesia dan melayani seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali.

Rating: 5.0/5. From 79 votes.
Please wait...

Views : 0

23/07/2020

30 responses on "Sosial kultural perekat bangsa"

  1. Ditunggu kelanjutan materi ini bu Ita

  2. Kesalahpahaman, termasuk buruk sangka orang kepada kita, menurut ustad Syafiq Riza Basalamah harus diluruskan dan tidak cukup dengan bersabar. Dicontohkan dari kisah Nabi Muhammad SAW, ketika beliau selesai i’tikaf di dalam masjid kemudian beliau mengantarkan Shafiyyah, istri beliau, pulang. Dalam perjalanan tersebut beliau bertemu dengan dua orang sahabat Anshar. Mereka berdua tidak mengenali istri beliau itu karena berkerudung dan keadaannya cukup gelap, mereka-pun mempercepat jalannya, seolah-olah mereka tidak ingin melihat Nabi SAW bersama wanita yang tidak mereka kenali itu. Melihat sikap mereka itu, Nabi SAW bersabda: “Wahai sahabat Anshar, waspadalah, sesungguhnya ia ini adalah Shafiyyah binti Huyyai!!” “Subhanallah, wahai Rasulullah!!” Kata dua sahabat Anshar itu, “Kami tidaklah berprasangka macam-macam terhadap engkau!!” Tentu Nabi SAW secara umum mengetahui bagaimana kecintaan para sahabat Anshar kepada beliau, tetapi beliau juga sangat tahu bagaimana ‘licin dan liciknya’ syaitan dalam menggoda manusia. Tidak ada peluang sedikitpun kecuali akan dimanfaatkan syaitan untuk menggelincirkan manusia, bahkan menyeret mereka ke neraka. Beliau tidak ingin hal itu akan terjadi pada umat beliau, khususnya pada sahabat Anshar yang telah berkorban begitu banyak kepada Nabi SAW dan Islam. Karena itu Nabi SAW bersabda kepada mereka, “Sesungguhnya syaitan itu berjalan di badan anak Adam bersama jalannya darah. Karena itu aku khawatir kalau syaitan itu akan menyusupkan kejahatan ke dalam hatimu, atau ia mengatakan sesuatu…!!” dari kisah ini semoga sesama ASN maupun dengan masyarakat tidak saling memiliki prasangka buruk sehingga dapat tercipta sosial kultural perekat bangsa.

  3. Bhinneka Tunggal Ika. Karena secara lahir dan tidak berkaitan dengan dinas pun. Hidup di Indonesia sudah ada yang namanya Indonesia dengan berbagai latar belakang dari Agama, Sosial dan Budaya. Jadi menjadi suatu proses memahami dna mengerti suatu perbedaan adlaah suatu “kekayaan pikiran dan tindakan sosial” yang dijaga. Ada sesutu yang sudah ada da ada sesuatu yang diciptakan kemudian sejak “MAN” lahir. Jadi segala sesuatunya bisa berubah dan bisa bersesuaian atau bisa bertentangan. Titik temunya adalah memahami.

  4. Perbedaan itu sangat indah……..Thanks 4 Pencerahannya

  5. bagus pencerahannya, terima kasih

  6. Ilmu yg sangat bermanfaat bagi ASN

  7. Terima kasih, sangat bermanfaat

  8. bhinneka tunggal ika, itulah Indonesia

  9. Terima kasih atas sharing ilmunya, sangat bermanfaat.

  10. Budaya luhur bangsa merupakan penguat rasa nasionalisme dalam mencapai kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Semoga ASN dapat menjaga rasa nasionalisme itu.

  11. Sama kata beda arti, benar skali bu…pedlu dipelajari tentang kultur, Terima Kasih….

  12. Om Dio mah memang cocok jadi bintang iklan. Terima kasih atas shraing-nya, salam hormat saya buat bu Ita

  13. Terimakasih Bu Ita atas Ilmunya dari dulu sampai sekarang. Terus berkarya Bu.

Leave a Message