Setup Menus in Admin Panel

Tahap Pra Penyidikan dan Penyidikan Pidana Cukai

Pada tayangan berikut ini, Surono (Widyaiswara Madya Pusdiklat Bea dan Cukai) bersama Narasumber akan menyampaikan penjelasan tentang penyidikan pidana cukai. Video ini merupakan tayangan bagian pertama, dimana tayangan ini berisi mengenai tahapan awal pra-penyidikan dan penyidikan suatu kasus atau perkara pidana terkait cukai.

 

Seri Penyidikan Pidana di Bidang Cukai:

  1. Tahap Pra-Penyidikan dan Penyidikan Pidana Cukai
  2. Pembuktian Perkara Pidana Cukai
  3. Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik
Rating: 4.8/5. From 30 votes.
Please wait...

Views : 0

38 responses on "Tahap Pra Penyidikan dan Penyidikan Pidana Cukai"

  1. Terima kasih atas pembelajarannya Pak… Sekedar saran…jika Mindik memang sangat dibutuhkan, hendaknya di berikan ruang diklat, bukan hanya sekedar workshop yang sangat terbatas materi dan waktunya. Terim kasih…

    • Terima kasih masukannya Pak Andy, untuk Mindik, Pusdiklat Bea Cukai sudah ada program pelatihannya tersendiri, yaitu Pelatihan Teknis Administrasi Penyidikan Kepabeanan dan Cukai. Namun, di kantor bea cukai juga sering mengadakan in-house-training terkait Mindik ini.

  2. terimakasih atas pembelajarannya, dan saya idem dengan pak Andy Christian

  3. Terima kasih pak atas pembelarannya…

  4. Dari tanyangan video diatas saya jadi mengerti alur proses suatu perkara dari awal suatu penindakan dibidang cukai ditingkatkan menjadi menjadi proses penyidikan tindak pidana di bidang cukai. Mulai dari diterimanya berkas tegahan sampai dengan penyerahan barang bukti dan tersangka ( tahap II ) ke kejaksaan. terima kasih atas pembelajaran yang diberikan…..

  5. Terima kasih atas pembelajaran proses penyidikan pidana di bidang cukai. Memang benar penyidik itu harus dilakukan oleh orang yang mempunyai pengalaman dan apabila belum pernah harus di dampingi yang berpengalaman. Proses penyidikan dilakukan sesuai ketentuan KUHAP.

  6. Terima kasih Bapak, atas tayangan video proses penyidikan dugaan tindak pidana dibidang cukai, dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita selaku petugas bea dan cukai. Dalam tayangan video tersebut diterangkan proses penyidikan sebagai panduan (guidance) untuk petugas bea dan cukai yang bertugas pada unit/seksi pengawasan yaitu Seksi Penindakan dan Penyidikan. Ternyata, tidak semua petugas bea dan cukai pada Seksi P2 berwenang melakukan namun hanya pegawai yang telah memiliki sertifikat sebagai PENYIDIK. Dasar hukum pelaksanaan penyidikan adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (UU 11/1995) ditentukan: (1) Pejabat Pengawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Direktur Jenderal Bea dan Cukai diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang cukai. Pengertian penyidikan tercantum dalam Pasal 1 butir (2) KUHAP bahwa: “penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam Undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya” Tugas penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik selain dilakukan oleh penyidik tentunya dibantu oleh pegawai lainnya terutama pada Seksi/Subseksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan/BHP. Merupakan sebuah tim penyidikan dan terdapat pegawai yang diberi tugas untuk mengelola administrasi penyidikan (mindik) walaupun mungkin berstatus bukan penyidik. Proses penyidikan dimulai dari adanya penindakan tentang adanya dugaan pelanggaran dibidang cukai. Setelah dilakukan penelitian penanganan perkaranya, ditetapkan apakah pelanggaran yang terjadi merupakan jenis pelanggaran administrasi atau pelanggaran pidana. Jika merupakan pelanggaran pidana maka akan diteruskan ke unit penyidikan, dibuatkan laporan kejadian dugaan telah terjadi tindak pidana dibidang cukai, selanjutnya diterbitkan Surat Perintah Tugas Penyidikan (SPTP). Berdasarkan SPTP, penyidik membuat perencanaan penyidikan untuk mengambil langkah yang akan dilakukan diantaranya: pemanggilan saksi, pemeriksaan saksi, penangkapan, penahanan, penggeledahan dapat disertai penyitaan, penyampaian SPDP ke ketua kejaksaan negeri/tinggi, melakukan pemberkasan atas berkas perkara s.d. penyerahan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyidikan yang dilakukan penyidik bea dan cukai adalah untuk mencari serta mengumpulkan bukti-bukti yang pada tahap pertama harus dapat memberikan keyakinan, walaupun sifatnya masih sementara, kepada penuntut umum tentang apa yang sebenarnya terjadi atau tentang tindak pidana yang telah dilakukan serta siapa tersangkanya. Apabila berdasarkan keyakinan tersebut penuntut umum berpendapat cukup adanya alasan untuk mengajukan tersangka kedepan sidang pengadilan untuk segera disidangkan. Di sini dapat terlihat bahwa penyidikan suatu pekerjaan yang dilakukan untuk membuat terang suatu perkara, yang selanjutnya dapat dipakai oleh penuntut umum sebagai dasar untuk mengajukan tersangka beserta bukti-bukti yang ada kedepan persidangan. Bila diperhatikan pekerjaan ini mempunyai segi-segi yuridis, oleh karena keseluruhan pekerjaan ini ditujukan pada pekerjaan disidang pengadilan. Penyidikan dilakukan untuk kepentingan peradilan, khususnya untuk kepentingan penuntutan, yaitu untuk menentukan dapat tidaknya suatu tindakan atau perbuatan dilakukan penuntutan.

  7. terima kasih atas pembelajarannya pak…dalam hal penyidikan ato menyidik menuntut keahlian dan kreativitas seorang penyidik dlm menangani suatu kasus hukum…dan paling penting adalah jam terbang ato pengalaman seorang penyidik dlm menangani suatu kasus…saran sy pak agar bea cukai mengadakan workshop utk evaluasi dan bagi pengalaman antar penyidik baik penyidik yg sdh berpengalaman maupun yg blm dlm hal ini penyidik yg blm pernah menangani suatu kasus hukum

  8. super sekali terima kasih atas penjelasanya..

  9. Terima kasih atas tayangan videonya, sebeagai pembelajaan buat kami. Penyidikan adalah proses terakhir dalam penanganan perkara tindak pidana di bea cukai, mulai dari layak tidaknya kasus untuk dilakukan penyidikan sampai dengan penyerahan berkas perkara ke kejaksaan secara lengkap. Dari rangkaian penanganan tersebut dibutuhkan penyidik yang handal, karena tugas penyidik adalah membuat terang/jelas suatu perkara, dan seni menyidik adalah bakat yang perlu di asah terus demikian juga dengan mental penyidiknya. Dan pihak pusdiklat harus sering mengadakan Diklat Penyegaran untuk Penyidik, dan bagian adminnya agar PPNS BC makin handal dalam penyidikan.

  10. Terima kasih atas tayangan penjelasan ttg alur Penyidikan. Sangat bermanfaat dan dapat membuka wawasan bagi kami yg tidak bertugas di unit Penyidikan. Bahwa seluruh alur Penyidikan harus dilakukan secara bertahap dengan akurat dan hati-hati guna menjamin berkas perkara dapat dinyatakan lengkap utk dapat dilanjutkan proses peradilannya. Regenerasi, pelatihan, penyegaran dan pendampingan kepada tim Penyidik sangat diperlukan guna peningkatan kualitas PPNS Bea Cukai.

  11. Terimakasih atas penjelasan tentang penyidikan pidana cukai. Bahwa dalam rangka penyidikan faktor yang sangat penting yaitu dari segi penyidiknya dan juga petugas mindiknya dimana dibutuhkan keberanian/mental untuk memulai suatu penyidikan agar proses penyidikan dapat berjalan dengan lancar apalagi dalam waktu 1X24 jam harus sudah menetapkan tersangkanya, diperlukan extra efforts sampai dengan tahapan penyerahan berkas perkara dan tersangka serta barang bukti sampai ke kejaksaan. Kelancaran proses penyidikan memang dibutuhkan jam terbang yang tinggi disamping perlunya pendampingan dari penyidik senior yang mungkin dari kantor lain misalkan kantor wilayah, karena biasanya di suatu KPPBC hanya beberapa orang saja yang berstatus sebagai penyidik. Disamping tugas para penyidik dan petugas mindik, petugas yang melakukan penindakan hendaknya juga mengetahui alur dan syarat” proses penyidikan, karena hal tersebut dapat memperlancar kegiatan penyidikan nantinya, misalnya proses penangkapan dengan menunjukkan surat tugas, perlakuan terhadap calon tersangka maupun saksi dan pengamanan barang hasil penindakan agar tidak terjadi pra-peradilan atau berkas dikembalikan oleh penyidik karena kurang bukti untuk dilakukannya penyidikan.

  12. Terimakasih atas pembelajaran tentang penyidikan pidana cukai, semoga dapat diamalkan dengan baik pada kemudian hari.

  13. Terima kasih atas tayangan video pembelajaran tentang proses penyidikan tindak pidana cukai. Dengan video ini dapat memberikan informasi yang cukup dalam hal administrasi penyidikan, proses dr penindakan, penyerahan barang bukti dan tersangka, sampai pada proses pemberkasan dan pelimpahan kasus ke kejaksaan.

  14. Terima kasih atas tayangan video terkait penyidikan di bidang cukai tersebut yang semakin menambah wawasan kita dalam proses penyidikan. Hal-hal yang diperhatikan sebelum dilakukan penyidikan adalah : 1. Penyidik harus mengetahui betul terkait penerimaan berkas perkara sesuai dengan P-53/BC/2010. Pelajari dengan seksama bagaimana cara penerimaan berkas berkara baik itu dari internal mapun eksternal. Pastikan bahwa berkas yang kita terima telah lengkap dan memenuhi ketentuan yang diatur dalam P-53/BC/2010 tersebut. 2. Hampir di semua kantor selalu mengeluh kekurangan penyidik. Syarat untuk menjadi penyidik diantaranya adalah golongan 3A dan telah memiliki ijazah Strata 1 atau sederajat. Rata-rata pegawai tersebut sudah senior dalam arti sudah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi pejabat (minimal eselon V) jadi mungkin sangat sedikit penyidik yang belum mempunyai jabatan struktural. Dan juga diantara pegawai senang kalau ditempatkan di P2 namun “enggan” ditempatkan di penyidikan karena jadi pegawai yang ditugaskan di penyidikan itu “capek” karena harus memikirkan suatu kasus dari awal sampai dengan penyelesaian akhir yang memerlukan waktu yang lumayan panjang. Belum lagi kalau kita berhubungan dengan pihak lain yang diperlukan koordinasi diluar yang “seharusnya”. Tapi “senangnya” di penyidikan adalah kita akan banyak belajar terkait kasus maupun pekerjaan lain di luar wewenang kita sebagai penyidik. Saat in ada slogan GEMAR MENYIDIK yang sedang digaungkan oleh Tim Subdit Penyidikan KP DJBC semoga saja bisa dijadikan tantangan oleh Penyidik-penyidik di daerah untuk lebih GEMAR MENYIDIK. Menyidik itu SENI dan ASYIK, apalagi berkas kita sudah dinyatakan P21, heeeeehhh legaaa. Ayooo siapa yang mau jadi PENYIDIK BEA DAN CUKAI????

  15. Terima kasih atas materi Video yang diberikan, menjadikan pengetahuan kita bertambah mengenai Tahapan Penyidikan. Dari keterangan Narasumber Video Tahapan Penyidikan adalah sebagai berikut: 1. Penerimaan Berkas ( dari Seksi Penindakan atau dari Instansi lain) 2. Penelitian Kasus layak/tidak untuk dilakukan Penyidikan -dilakukan Gelar Perkara : – jika layak diterbitkan SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) – Jika tidak layak berkas dikembalikan – jika tidak ada unsur pidana namun dapat dikenakan sanksi Administrasi 3. Pemeriksaan Saksi- saksi (saksi fakta) minimal 2 orang 4. Pemeriksaan Tersangka 5. Penangkapan Tersangka (maksimal 1×24 jam untuk penahanan tersangka) 6. Koordinasi dengan pihak RUTAN untuk penitipan tahanan 7. Pemeriksaan saksi-saksi tambahan/lanjutan 8. Pengamanan Barang Bukti, antara lain dengan menyiapkan Surat Penggledahan + Surat Permohonan Ijin Ke PN setempat + Surat Penyitaan + BA Penyitaan. 9. Pemerikasaan Saksi Ahli 10. Tahap Pemberkasan / Administrasi Penyidikan (MINDIK) 11. Penyerahan Berkas ke Kejaksaan (Tahap I), dengan balasan dari kejaksaan sbb: – P18 dan P19 merupakan petunjuk untuk memperbaiki – P21 Jika dinyatakan berkas diterima lengkap 12. Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka.

  16. Terima kasih atas video pembelajarannya..sangat bermanfaat. penjelasan alur penyidikan dari yang setiap harinya berkecimpung di penyidikan sangat jelas dan gamblang…sekedar memberikan masukan..mungkin dalam video bisa ditambahkan contoh-contoh berkas yang digunakan dalam penyidikan. Benar sekali pernyataan dalam video bahwa penyidik baru seharusnya didampingi oleh penyidik senior, karena pekerjaan penyidikan tidak dapat dilakukan oleh setiap pegawai bea dan cukai.

  17. video pembelajaran yang menarik, dikemas dengan menggunakan metode dialog dengan narasumber yang berkecimpung langsung dalam dunia penyidikan isi materi memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai bagaimana proses penyidikan dilakukan, memberi pencerahan atas pelaksanaan amanat undang-undang cukai

  18. Terimakasih atas video pembelajarannya Pak, proses penyidikan memang proses yang sulit, yang secara garis besarnya dimulai dari proses permintaan keterangan (saksi-saksi, tersangka maupun ahli), proses pemberkasan (mindik), proses penyerahan berkas ke Kejaksaan, dan proses penyerahan barang bukti dan tersangka. Proses-proses tersebut membutuhkan keterampilan dari teman-teman di bidang penyidikan, sehingga terhadap kasus yang diputuskan untuk dilakukan penyidikan, memang harus ditunjuk orang-orang yang sering dan ahli dalam bidang tersebut.

  19. Terima kasih penjelasan Pak, ternyata begitu panjang alur Penyidikan. Mulai dari penerimaan berkas, pemerisaan kasus layak tidaknya, pemberkasan, penyerahan ke Kejaksaan (P18, P19, P21), hingga penyerahan barang bukti dan tersangka.

  20. Terima kasih atas penjelasannya, dengan video diatas kita mengetahui dari suatu proses perkara apakah perkara tersebut dapat dilanjutkan ke proses selanjutnya atau dikembalikan berkasnya itu membutuhkan beberapa pertimbangan yang matang dengan melihat apakah perkara tersebut layak dilanjutkan dalam proses penyidikan atau tidak. Dalam proses penyidikan ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengingat proses penyidikan peka waktu (1×24 jam) dan apabila telah diterbitkannya SPDP, maka proses penyidikan harus berlanjut. Dalam proses tersebut sangat dibutuhkan ketelitian dalam penyusunan berkas dan isi materi karena tidak menutup kemungkinan berkas yang diajukan oleh penyidik akan dikembalikan oleh kejaksaan (P18 atau P19). Proses penydikan yang sangat kompleks, maka dibutuhkan support dari penindakan tidak hanya barang bukti namun juga diperlukan dokumentasi,informasi, dan saksi yang dapat menunjang proses penyidikan tersebut.

  21. Terima kasih Pak atas penjelasannya di video, ada beberapa hal yang saya ketahui terkait proses penyidikan setelah melihat tayangan video: 1. Pemberkasan, 2. Penelitian berkas, 3. Gelar perkara untuk menentukan layak atau tidaknya untuk dilanjutkan ke proses penyidikan, 4. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan, 5. Tahap pemeriksaan saksi-saksi 6. Penangkapan tersangka dengan waktu pemeriksaan 1×24 jam. 7. Penahanan tersangka dengan berkoordinasi dengan Lapas 8. Pemeriksaan saksi lanjutan termasuk saksi ahli, 9. Pengamanan barang bukti 10. Pelimpahan berkas ke kejaksaan (Tahap I) dan selanjutnya menunggu apakah berkas P21 (diterima) atau P19 (berkas diperbaiki). Semoga kedepannya bisa ikut dipanggil diklat PPNS. Sekian dan terima kasih.

  22. Terimakasih atas pembelajaran videonya pak..menambah pengetahuan saya pak…

  23. Terima kasih atas pembelajaran proses penyidikan pidana di bidang cukai. penyidikan harus dilakukan oleh orang yang mempunyai pengalaman atau bila belum pernah harus di dampingi yang berpengalaman. Proses penyidikan sesuai ketentuan KUHAP. setelah selesai proses penyidikan sebaiknya dilakukan evaluasi untuk mempelajari dan memperbaiki bila ada langkah2 selama penyidikan yg kurang maskimal

  24. Terimakasih atas pembelajaran alur penyidikan pidana di bidang cukai yang runtut. Dan yang tidak kalah penting adalah SDM yang mempunyai kemampuan sesuai bidangnya.

  25. Terima kasih atas video sharing pengalaman dari narasumber yang senior yang sudah berpengalaman di bidang penyidikan. Fakta di lapangan sering penyidik junior tidak mendapatkan pendampingan dari yang sudah berpengalaman karena kurangnya SDM, sehingga berpengaruh terhadap ketepatan pengambilan keputusan.

  26. materi yang disampaikan melalui wawancara cukup jelas dan mudah dimengerti. terima kasih

  27. Terima kasih Pak..atas tayangan video Proses Penyidikan Pidana Cukai. Sangat bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan terkait proses penyidikan di bidang cukai. Dimana ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam proses Penyidikan. Sejak diketahuinya bahwa suatu peristiwa terjadi yang diduga atau merupakan tindak pidana segera dilakukan penyidikan melalui kegiatan-kegiatan penindakan, pemeriksaan serta penyelesaian berkas perkara. Permulaan penyidikan dimulai dengan SPDP , kepada Penuntut Umum yang dilampiri laporan kejadian atau resume Berita Acara, pemeriksaan saksi atau BA pemeriksaan tersangka atau BA penggeledehan atau BA penyitaan. Semua tahapan itu dilakukan oleh PPNS bea dan cukai dengan akurat dan prinsip kehati-hatian sampai dengan berkas administrasi perkara dapat dinyatakan lengkap (P-21) untuk dapat dilanjutkan proses di Pengadilan. Di sinilah diperlukan koordinasi antar aparat penegak hukum yaitu PPNS Bea Cukai, Kepolisian, Penuntut Umum, dan Hakim Pengadilan. Semoga tenaga penyidik bea cukai (PPNS Bea Cukai) ada regenerasi, pelatihan, penyegaran dan pendampingan sehingga PPNS Bea Cukai semakin bagus dan handal dalam setiap menangani perkara.

  28. Terima kasih atas ilmu dan pembelajarannya tentang proses penyidikan tindak pidana cukai. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan dan ilmu bagi petugas dalam proses pemberkasan hingga ke kejaksaan

  29. Terima kasih pak atas pembelarannya…

  30. Terima kasih pak atas pembelarannya sangat bermanfaat…

  31. Terima kasih atas pemaparan video materinya….Pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi kami selaku Petugas Bea dan Cukai yang masih awam terkait proses dalam penyidikan. Penyajian materi yg ditampilkan dengan metode dialog langsung dengan narasumber yang sudah kompeten dibidangnya telah membuka wawasan kita tentang seluruh alur Penyidikan. Agar proses peradilan akan suatu tindak pidana di bidang cukai dapat dilanjutkan sampai di Pengadilan, maka penyidikan hendaknya dilaksanakan secara bertahap, akurat dan hati-hati. Secara garis besar proses penyidikan dimulai dengan proses penerimaan berkas perkara ( dari Seksi Penindakan atau dari Instansi lain), Penelitian Kasus (layak/tidak untuk dilakukan Penyidikan, ada atau tidaknya unsur pidana di bidang cukai), pemeriksaan saksi, pemeriksaan tersangka, penangkapan tersangka, koordinasi dengan instandi lain (RUTAN, KEJAKSAAN, dll), pengamanan barang bukti, tahap pemberkasan / Administrasi Penyidikan (MINDIK), penyerahan berkas ke Kejaksaan sampai dengan P21 (jika dinyatakan berkas diterima lengkap) dan Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka.

  32. Review Video “Tahap Penyidikan dan Penyidikan Pidana CUkai”. Proses penyidikan dimulai dari menerima berkas dari Seksi Penindakan atau dari Instansi lain yang menyerahkan perkara terkait tindak pidana cukai. dari berkas tersebut dilakukan penelitian atas kelayakan kasus untuk dilanjutkan ke proses penyidikan atau tidak (Termasuk pidana atau administrasi). Jika dianggap layak, diterbitkan Surat Perintah Dimulainya penyidikan (SPDP). Tahapan tahapan selanjutnya yaitu pemeriksaan, pemeriksaan Saksi-saksi (saksi Fakta), minimal 2 orang saksi dan Pemeriksaan tersangka. Setelah proses pemeriksaan tersangka, dilakukan penahanan terhadap tersangka dan Penetapan status tersangka dalam waktu maksimal 1x24jam. selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Rumah Tahanan untuk penitipan tersangka, Pengamanan Barang bukti (Surat Perintah Penggeledahan + Pemohonan Ijin Penyitaan, Surat Perintah Penyitaan + BA Penyitaan), Keterangan Ahli dapat dipertimbangkan terkait kasusnya masuk ranah pidana atau tidak. Tahap selanjutnya yaitu pemberkasan (Administrasi Penyidikan), penyerahan berkas ke kejaksaan. jika tidak lengkap (P19), berkas akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan sesuai petunjuk dari Jaksa. Jika dianggap lengkap (P21), tahap selanjutnya penyerahan tersangka dan barang bukti.

  33. Alhamdulillah telah tercerahkan bagaimana proses penyidikan perkara di bidang Cukai. Mulai dari proses awal sebelum penyidikan yaitu menerima hasil tangkapan (tegahan) baik dari penindakan, atau dari instansi lain (Polisi, AL, dll). Hal yang mendasar dilakukan adalah penelitian kelayakan apakah masuk ke pelenggaran pidana atau pelanggaran administrasi. Kasus yang layak diteruskan ke pelanggaran pidana akan dilakukan diterbitkan SPDP. Kalau tidak layak akan dikembalikan ke yang bersangkutan untuk memenuhi hal-hal yang kurang. Namun ada yang ingin saya tanyakan, dalam tahap penelitian hasil tangkapan (tegahan) apakah yang dijadikan dasar bahwa hasil tangkapan (tegahan) dinyatakan layak atau tidak?

  34. Terima kasih atas videonya, saya yang masih awam dengan proses penyidikan jadi mengerti tetntang proses penyidikan khususnya di bidang cukai, mulai dari proses awal penyidikan sampai dengan pelimpahan berkas ke kejaksaan (P19) dan penyerahan barang bukti dan tersangka (P21).

  35. Terima Kasih atas videonya, setelah menonton saya yang masih awam menjadi mengerti tentang proses penyidikan…

  36. Video yang sangat bagus, disertai ulasan yang berbobot sesuai konteks materi penyidikan dan proses penegakan hukum lanjutan dan ilustrasi yang menarik. Kita berharap dengan keberhasilan proses penyidikan dan lanjutannya khususnya di bidang cukai yang merupakan satu rangkaian dari penegakan hukum, dapat menyumbang kontribusi yang positif guna meminimalkan pelanggaran di bidang cukai.

  37. Review saya atas video ini : Bahwa ditahap penyidikan ada 3 tahap penting yaitu : TAHAP PEMERIKSAAN – Terima berkas/Tegahan – Penelitian kelayakan kasus –>Layak –>Gelar Perkara –>Terbit SPDP (Surat Perintah Dimulai Penyidikan) – misal tidak layak (dikembalikan ke YBS) – misal tidak ada unsur pidana (sanki administrasi) – Setelah SPDP – Tahap pemeriksaan –> pemeriksaan saksi2 (saksi fakta) minima 2 orang –> pemeriksaan tersangka – Lanjut Penangkapan terhadap tersangka (1 x 24 jam) – Koordinasi dengan pihak Rumah tahanan (rutan) – Pemeriksaan saksi tambahan/lanjutan – Pemeriksaan tersangka lanjutan – pengamanan barang bukti – surat perintah penggeledahan + permohonan ijin penyitaan – surat perintah penyitaan + berita acara penyitaan – Pemeriksaan saksi ahli TAHAP PEMBERKASAN (administrasi penyidikan) – P18 & P-19 Petunjuk untuk memperbaiki TAHAP PENYERAHAN BERKAS KE KEJAKSAAN jika berkas lengkap p21 Sunggu ilmu yang fresh buat saya. terima kasih

Leave a Message