Setup Menus in Admin Panel

Pembuktian Perkara Pidana Cukai

Pada tayangan ini, Surono (Widyaiswara Pusdiklat Bea dan Cukai), menggali lebih dalam bersama Narasumber, bagaimana proses pembuktian perkara tindak pidana di bidang cukai yang dilakukan Pejabat Penyidik Bea dan Cukai.

 

Seri Penyidikan Pidana di Bidang Cukai:

  1. Tahap Pra-Penyidikan dan Penyidikan Pidana Cukai
  2. Pembuktian Perkara Pidana Cukai
  3. Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik
Rating: 5.0/5. From 24 votes.
Please wait...

Views : 570

34 responses on "Pembuktian Perkara Pidana Cukai"

  1. Terima kasih pencerahannya Pak… Saya baru tau kalau barang bukti itu bukan merupakan alat bukti… Lanjut Pak…

  2. terima kasih pak atas penjelasannya…

  3. Dengan melihat dan menyimak isi pemaparan tanyangan diatas jadi tahu kalau Barang Bukti Bukan Merupakan Alat Bukti yang sah dan ternyata ada 5 Alat Bukti yang sah yaitu 1. Keterangan Saksi (Minimal 2 orang), 2. Keterangan Ahli, 3. Surat (contoh : surat jalan, buku bank, rekeneng koran, dll), 4. Petunjuk, 5. Keterangan Tersangka. Selain hal tersebut saya menjadi tahu kerangka umum dalam Pembuktian Perkara Pidana dibidang Cukai. Jadi tambah ilmu dan pengetahuannya.. terima kasih

  4. Terima kasih Pak atas pembelajarannya. -Bahwa pembuktian perkara pidana di bidang cukai berdasarkan Pasal 184 KUHAP, alat bukti yang sah ialah: a.keterangan saksi; b.keterangan ahli; c.surat; d.petunjuk; e.keterangan terdakwa -Barang bukti menurut saya merupakan penujang alat bukti. -Berdasarkan Pasal 188 ayat (2) KUHAP, Petunjuk hanya dapat diperoleh dari: a.keterangan saksi; b. surat; c.keterangan terdakwa.

  5. Alhamdulillah…terima kasih atas penjelasan materi dan pengalaman soal penyidikan kasus di bidang cukai dan yg harus digaris bawahi adalah bahwa barang bukti bukan merupakan alat bukti tetapi merupakan bukti permulaan yg cukup. dan yg tidak kalah penting jg yg harus diperhatikan adalah hak2 tersangka selama berada dalam penahanan dan penyidikan suatu kasus di bidang cukai..

  6. Terima kasih Bapak, atas tayangan video proses penyidikan dugaan tindak pidana dibidang cukai, dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita selaku petugas bea dan cukai. Dalam tayangan video tersebut diterangkan proses penyidikan sebagai panduan (guidance) untuk petugas bea dan cukai yang bertugas pada unit/seksi pengawasan yaitu Seksi Penindakan dan Penyidikan. Ternyata, tidak semua petugas bea dan cukai pada Seksi P2 berwenang melakukan namun hanya pegawai yang telah memiliki sertifikat sebagai PENYIDIK. Pembuktian adalah ketentuan-ketentuan yang berisi penggarisan dan pedoman tentang cara-cara yang dibenarkan undang-undang membuktikan kesalahan yang disangkakan kepada tersangka. Pembuktian juga merupakan ketentuan yang mengatur alat-alat bukti yang dibenarkan undang-undang yang boleh dipergunakan penyidik membuktikan kesalahan yang disangkakan. Pembuktian merupakan kegiatan membuktikan, dimana membuktikan berarti memperlihatkan bukti-bukti yang ada, melakukan sesuatu sebagai kebenaran, melaksanakkan, menandakan, menyaksikan, dan meyakinkan. Secara konkret, sesungguhnya kegiatan pembuktian dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu: 1) Bagian kegiatan pengungkapan fakta 2) Bagian pekerjaan penganalisisan fakta yang sekaligus penganalisisan hukum. Di dalam bagian pengungkapan fakta, alat-alat bukti dikumpulkan untuk ditelaah, diperiksa kebenarannya. Setelah bagian kegiatan pengungkapan fakta sudah selesai, maka selanjutnya penyidik melakukan penganalisisan fakta yang sekaligus penganalisisan hukum (yuridis). Di dalam membuktikan apakah tersangka diduga melakukan tindak pidana dibidang cukai atau tidak diperlukan sekurang-kurangnya dua alat bukti. Sebagaimana yang tertuang di dalam KUHAP, alat bukti yang sah sesuai Pasal 184 ayat (1), yaitu: a. keterangan saksi, b. keterangan ahli, c. surat, d. petunjuk, dan e. keterangan terdakwa. Penyidik diharapkan dapat membuktikan bahwa dugaan tindak pidana dibidang cukai yang dilakukan oleh tersangka dapat diteruskan ke tingkat penuntutan yang akan dilakukan oleh JPU.

  7. super sekali sangat jelas dari materi yang di sampaikan..

  8. Sangat bermanfaat sekali isi videonya…. semoga semakin banyak kasus yang dapat di P21 kan

  9. Video tayangan Pembuktian Perkara Pidana Cukai sangat sangat bermanfaat. Membuka wawasan kami, terlebih terkait barang bukti dan alat bukti, bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda. Terima kasih

  10. Terimakasih atas penjelasan mengenai Pembuktian Perkara Pidana Cukai, ternyata barang bukti bukan merupakan alat bukti tetapi merupakan bukti permulaan yang cukup. Alat bukti yang sah yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Ternyata teknik pembuktian perkara pidana dengan kekerasan adalah hal yang kuno, dan sebagai penyidik beacukai haruslah dengan cara cerdas tanpa kekerasan dalam pengungkapan suatu perkara pidana cukai. Beacukai Makin Baik!

  11. Terimakasih atas penjelasannya sangat bermanfaat!

  12. Terima kasih atas penjelasannya. Pemaparan materi melalui media video jd lebih jelas dan menarik. Kita jadi mengetahui 5 unsur alat bukti yang dipakai dalam proses penyidikan suatu kasus pidana. Jadi tahu bahwa barang bukti itu bukan alat bukti, tapi merupakan bukti permulaan.

  13. Terima kasih atas Penjelasannya. Dari Video Tehnik Pembuktian Perkara Pidana Cukai dapat saya terima beberapa hal pengetahuan baru buat saya yaitu: 1. Bahwa Barang Bukti bukan merupakan Alat Bukti. Barang Bukti adalah bukti permulaan yang cukup. 2. Terdapat 5 Alat Bukti yaitu: Keterangan Saksi, Keterangan Ahli, Surat, Petunjuk dan keterangan tersangka 3. Pasal Sangkaan menjadi hal yang menjadi fokus atau acuan dalam penyidikan, jadi alat bukti harus mengarah ke pasal sangkaan. 4. Penyidik harus mengetahui hak-hak tersangka.

  14. Terima kasih atas video pembelajarannya Secara singkat dapat disimpulkan untuk pembuktian perkara pidna cukai membutuhkan: 1. Keterangan saksi, minimal 2 orang 2. Keterangan saksi ahli 3. Surat (surat jalan, buku bank tabungan, rekening koran, dll) 4. Petunjuk 5. Keterangan Tersangka Sedangkan hak tersangka: 1. 1×24 jam penetapan status tersangka 2. Dibuatkan surat penahanan 3. Penyampaian surat penahanan ke pihak keluarga

  15. Terima kasih atas penjelasan yang gamblang dan jelas dari narasumber keduanya yang kebetulan pernah jadi komandan saya. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keterangan terhadap para saksi dan tersangka adalah bagaimana cara menggali setiap keterangan dari mereka dengan prinsip-prinsip 5W dan 1 H : a) Who (siapa) Merupakan pertanyaan yang akan mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terkait langsung atau tidak langsung dengan kejadian. Disini akan terlihat, nama-nama yang termasuk dalam lingkup perkara yang sedang terjadi. b) What (apa) Merupakan pertanyaan yang akan menjawab apa yang terjadi dan akan mendorong penyidik untuk mengumpulkan fakta yang berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh tersangka maupun saksi dalam suatu perkara. c) Why (mengapa) Akan menjawab latar belakang atau penyebab perkara. Meski jarang, why bisa dipakai untuk membuka sebuah kejadian atau menjadi inti dari kejadian tersebut. d) Where (dimana) Menyangkut tempat kejadian. Tempat kejadian perkara bisa tertulis detail atau hanya garis besarnya saja. e) When (Bilamana) Menyangkut waktu kejadian perkara. Waktu yang tertera tidak sebatas tanggal, tapi dapat ditulis hari, jam, bahkan menit saat berlangsung sebuah kejadian perkara. f) How (bagaimana) Akan memberikan fakta mengenai proses kejadian perkara yang terjadi. Bisa menceritakan alur kejadian perkara bahkan suasana saat suatu kejadian perkara yang tengah berlangsung. atau di kalangan lainnya dikenal dengan isitilah SIADIDEMENBABI (SIAPA, DIMANA, DENGAN SIAPA, MENGAPA, BAGAIMANA, BILAMANA) yang intinya hampir sama dengan 5W 1H diatas. Demikian tambahan, mohon koreksi adanya. Terima kasih

  16. video memberikan gambaran yang jelas dalam melakukan proses pembuktian tindak pidana cukai, diantaranya melakukan penggeledahan untuk mendapatkan buku rekening yang akan mengarah ke transaksi, kemudian mencari kesesuaian antara keterangan saksi, ahli dan tersangka yang memberikan petunjuk keterkaitan dengan barang bukti sebagai bukti permulaan yang cukup dalam rangka mengungkap tindak pidana cukai yang terjadi

  17. Terima kasih penjelasanya Pak. Alat bukti ada 5 diantaranya keterangan saksi, keterangan ahli, surat, keterangan tersangka, dan petunjuk. Petunjuk merupan penggabungan dari ke empat alat bukti lainnya. Barang bukti bukan merupakan alat bukti, hanya bukti permulaan yang cukup saja. Hak tersangka antara lain dalam waktu 1 x 24 jam merndapat keputusan penetapan tersangka atau sebagai saksi saja, di buatkan surat penahanan, penyampaian surat penahanan ke pihak keluarga.

  18. Terimakasih atas videonya Pak, pembuktian perkara pidana semuanya membutuhkan alat bukti yang sah dan barang bukti, termasuk tindak pidana cukai, video ini telah menjelaskan secara lengkap bagaimana pentingnya 5 (lima) alat bukti yang sah dan barang bukti yang merupakan bukti permulaan yang cukup dimana semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk pembuktian perkara pidana, khususnya perkara pidana cukai.

  19. Terima kasih atas video yang cukup mudah dipahami pak. Secara garis besar didalam video dijelaskan tentang jenis jenis alat bukti, yaitu: a) Keterangan saksi, b) Keterangan saksi ahli, c) Surat, d) petunjuk, dan e) keterangan dari tersangka itu sendiri. Dalam hal penetapan status tersangka kepada seseorang itu peka waktu selama 1×24 jam dengan dibuatkan surat penahanan. Kemudian dalam hal mendapatkan informasi dari saksi atau pun tersangka itu sendiri, perlu digunakan tehnik-tehnik pertanyaan yang melingkupi 5 W + 1 H, yaitu : a) Who (untuk mengetahui siapa saja orang-orang yang terkait dengan perkara tersebut), b) When (untuk mengetahui waktu-waktu mulai dari awal perencanaan sampai terjadinya perkara tersebut), c) what ( untuk mengetahui hal-hal apa saja yang berkaitan dengan suatu perkara, seperti barang yang digunakan/ada keterkaitan dengan perkara tersebut dan apa saja yang dilakukan dan lain sebagainya), d) where (untuk mengetahui lokasi – lokasi yang berhubungan dengan perkara tersebut), d) why (untuk mengetahui alasan mapun penyebab yang membuat terjadinya perkara tersebut), e) How (untuk mengetahui bagaimana proses yang terjadi baik dari awal sampai terjadinya perkara tersebut).

  20. Terima kasih Pak atas penjelasannya melalui video di atas. Beberapa hal yang dapat saya pelajari antara lain bahwa Barang Bukti bukan merupakan alat bukti, barang bukti merupakan bukti permulaan yang cukup. Alat bukti yang sah yaitu : 1. Keterangan saksi 2. Keterangan ahli 3. Surat-surat 4. Petunjuk 5. Keterangan terdakwa. Sekian dan terima kasih.

  21. Terimakasih atas pembelajaran videonya pak…menambah pengetahuan tentang proses pembuktian perkara pidana cukai yang prosesnya panjang.

  22. Dengan melihat Video ini… kami jadi paham bagaiman teknik pembuktian perkara penyidikan. Dengan adanya Barang Bukti sebagai bukti permulaan yang cukup dan di dukung adanya 5 alat Bukti yang sah : 1. Keterangan Saksi (minimal 2 Orang Saksi) 2. Keterangan Saksi Ahli 3, Surat (surat jalan, buku bank tabungan, rekening koran, dll) 4. Petunjuk (yang disetarakan dengan alat bukti yang lain sebagai pengabung alat bukti yang satu dengan yang lainnya) 5. Keterangan tersangka Hak hak tersangka 1. 1 x 24 jam merndapat keputusan penetapan tersangka atau sebagai saksi 2. Di buatkan surat penahanan 3. Penyampaian surat penahanan ke pihak keluarga 4. Dalam proses penyidikan tidak diperbolehkan dengan cara kekerasan.

  23. Terima Kasih pak video sharing yang sangat menarik sekaligus menambah wawasan, ternyata berbeda alat bukti dan barang bukti. Saya melihat apa yang disampaikan dari narasumber alur penyidikan harus dilakukan dengan hati-hati, tepat, kreatif, cerdas dan tentunya keberanian.

  24. terima kasih atas ilmu baru yang menambah wawasan dan pengetahuan saya..,

  25. Terima kasih Pak..atas tayangan video pembuktian perkara pidana cukai, sangat bermanfaat dan dapat menambah wawasan kami pegawai bea dan cukai. Dalam tayangan video tersebut diterangkan proses penyidikan yang dilakukan oleh pegawai bea cukai yang bertugas pada unit/seksi pengawasan yaitu Seksi Penindakan dan Penyidikan. Petugas bea dan cukai pada Seksi P2 tersebut harus memiliki sertifikat sebagai PENYIDIK (PPNS Bea Cukai). Pembuktian merupakan kegiatan membuktikan, dimana membuktikan berarti memperlihatkan bukti-bukti yang ada, melakukan sesuatu sebagai kebenaran, melaksanakkan, menandakan, menyaksikan, dan meyakinkan. Di dalam membuktikan apakah tersangka diduga melakukan tindak pidana di bidang cukai atau tidak diperlukan sekurang-kurangnya dua alat bukti. Sebagaimana yang tertuang di dalam KUHAP, alat bukti yang sah sesuai Pasal 184 ayat (1), yaitu: a. keterangan saksi, b. keterangan ahli, c. surat, d. petunjuk, dan e. keterangan terdakwa. Penyidik diharapkan dapat membuktikan bahwa dugaan tindak pidana di bidang cukai yang dilakukan oleh tersangka dapat diteruskan ke tingkat penuntutan yang akan dilakukan oleh JPU. Jadi barang bukti bukan merupakan alat bukti tetapi merupakan bukti permulaan yang cukup. Alat bukti yang sah sesuai Pasal 184 ayat (1) KUHAP.

  26. Pembuktian merupakan bagian sangat penting bagi proses penyidikan hingga pelimpahan ke pengadilan. Terima kasih atas penjelasan dan ilmunya sangat bermanfaat dan semoga wawasan dan pengetahuan bagi petugas

  27. terima kasih pak atas penjelasannya… sangat bermanfaat dan menambah wawasan kami, barang bukti dan alat bukti adalah merupakan hal yang berbeda. Terima kasih

  28. Terima kasih Pak atas pembelajarannya, jadi paham cara efektif pembuktian perkara penyidikan yaitu : 1. Keterangan Saksi (minimal 2 Orang Saksi) 2. Keterangan Saksi Ahli 3, Surat (surat jalan, buku bank tabungan, rekening koran, dll) 4. Petunjuk (yang disetarakan dengan alat bukti yang lain sebagai pengabung alat bukti yang satu dengan yang lainnya) 5. Keterangan terdakwa mungkin akan lebih baik lagi disertai dengan teknik-teknik pembuktiannya ditambah dan diperjelas,trimakasih…

  29. Materi yang sangat bagus untuk menambah pengetahuan pegawai DJBC dalam rangka meningkatkan kompetensi di bidang Penyidikan. Dapat diketahui bahwa Pegawai DJBC yang berhak melakukan penyidikan hanyalah pegawai yang bersertifikat sebagai PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil). Dalam proses penyidikan terdapat 5 (lima) alat bukti yang sah berdasarkan Pasal 184 ayat (1), yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat (dokumen terkait, surat jalan, catatan sediaan, dll), petunjuk dan keterangan terdakwa. Selain daripada itu, perlu kita ketahui bersama bahwa barang bukti bukan merupakan alat bukti tetapi merupakan bukti permulaan yg cukup. Serta harus diperhatikan terkait hak-hak tersangka dalam proses penyidikan. Terima Kasih…

  30. Review Video “Pembuktian Perkara Pidana di Bidang Cukai”. Cara Efektif untuk membuktikan perkara pidana di bidang cukai yaitu dengan menggabungkan keterkaitan antara alat bukti yang ada (5 alat bukti) seperti Keterangan saksi, minimal 2 orang saksi, keterangan ahli terkait prosedur bagaimana mendapatkan pita cukai yang legal terkait dengan pembuktian oleh tersangka, surat surat seperti surat jalan, buku rekening, rekening koran yang didapat dalam proses penggeledahan, petunjuk yang dapat mengaitkan alat bukti yang ada sehingga tersangka tidak bisa lagi mengelak atas sangkaannya dan keterangan dari tersangka yang didapat dalam proses berita acara pemeriksaan. Yang harus diperhatikan terkait penetapan status tersangka, harus sudah ditetapkan dalam waktu 1x24jam, dalam proses pemeriksaan tidak boleh dilakukan dengan paksaan atau kekerasan. Jika sudah ditetapkan status tersangka, dibuatkan surat penahanan dan disampaikan kepada pihak keluarga tersangka.

  31. Terima kasih pak sharing ilmunya, dari sini dapat saya pahami akan teknik pembuktian dalam perkara pidana. Alat bukti yang digunakan untuk adalah Keterangan Saksi (minimal 2 Orang Saksi), Keterangan Saksi Ahli, Surat, Petunjuk, dan Keterangan tersangka. Dan yang menarik adalah ternyata barang bukti merupakan bukti permulaan yang cukup bukan dikategorikan sebagai alat bukti. Selain itu juga dikupas mengenai hak-hak tersangka (ternyata tersangka juga punya hak) diantaranya: 1 x 24 jam mendapatkan keputusan penetapan tersangka atau sebagai saksi, Di buatkan surat penahanan, memberitahukan perihal penahanan ke pihak keluarga, dan saat proses penyidikan tidak diperbolehkan dengan cara kekerasan.

  32. Video yang sangat bagus, disertai ulasan yang berbobot sesuai konteks materi penyidikan dan proses penegakan hukum lanjutan dan ilustrasi yang menarik. Kita berharap dengan keberhasilan proses penyidikan dan lanjutannya khususnya di bidang cukai yang merupakan satu rangkaian dari penegakan hukum, dapat menyumbang kontribusi yang positif guna meminimalkan pelanggaran di bidang cukai.

  33. Review saya atas video dengan tema Pembuktian Perkara Pidana Cukai Teknik Pembuktian Perkara Penyidikan Alat bukti 5 yang syah : 1. Keterangan saksi (minimal 2 orang) –> menunjuk tinda pidana yang terjadi 2. keterangan ahli (prosedur mendapatkan pita cukai secara legal vs pembuktian tersangka) jika tidak sesuai ilegal 3. Surat (surat jalan, buku bank rekening, rekening koran) 4. Petunjuk (menggabungkan antara alat bukti dan barang bukti dengan ket saksi dan ket tersangka) – seperti apa? dimana? apa yang dilakukan? dengan siapa? kapan? 5. Keterangan Tersangka (proses BAP tersangka, Barang Bukti = Bukti Permulaan yang cukup PASAL SANGKAAN : Membuktikan pasal di UU bahwa memang dilakukan tersangka tersebut Hak tersangka : 1. 1 x 24 jam –> penetapan status tersangka atau jadi saksi 2. dibuatkan surat penahanan 3. Penyampaian surat penahanan ke pihak keluarga 4. tidak boleh dengan kekerasan/paksaan

  34. Video sangat bermanfaat bagi saya. Sebelumnya hanya mengetahui bahwa ada 5 alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan tersangka. Setelah melihat video ini, sekarang menjadi tahu alat bukti berupa petunjuk didapat dari penggabungan keterangan ahli, keterangan saksi dan surat-surat..

Leave a Message