Setup Menus in Admin Panel

Protected: Perhitungan Bunga atas Keterlambatan Pembayaran Surat Penetapan Kepabeanan

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Rating: 5.0/5. From 34 votes.
Please wait...

Views : 0

34 responses on "Perhitungan Bunga atas Keterlambatan Pembayaran Surat Penetapan Kepabeanan"

  1. Izin bertanya di video tersebut tertulis untuk yang Jatuh Tempo 31 Januari untuk yang bukan tahun kabisat bulan 1 = 1 Feb – 28 Feb bulan 2 = 1 Mar – 31 Mar bulan 3 = 1 Apr – 29 Apr bukankah seharusnya yang bulan 3 itu 1 Apr – 30 Apr??

    • Penjelasan dari pak Edy Purwanto narasumber dari video KC, sebagai berikut: “Dalam PMK 169/PMK.04/2017 tentang Penagihan, untuk contohnya ada di halaman 41-42, diatur bahwa frase satu bulan diartikan 30 hari”

  2. Vidionya sudah cukup bagus, namun saya masih bingung ketika masuk bagian Jatuh Tempo 31 Januari untuk yang bukan tahun kabisat, kenapa kok tidak s.d 30 Apr, Sama dengan komentar Sdr. NUR NAFIUL PRASETYO. Menurut saya yang lebih perlu dijelaskan adalah contoh 1 bulan itu berapa Lama/bagaimana menghitung 1 bulan.. Apakah ilustrasi pada vidio tesebut sudah benar?

    • Penjelasan dari pak Edy Purwanto narasumber dari video KC, sebagai berikut: “Dalam PMK 169/PMK.04/2017 tentang Penagihan, untuk contohnya ada di halaman 41-42, diatur bahwa frase satu bulan diartikan 30 hari”

  3. Terima kasih Pak. Video ini sangat membantu..

  4. video sangat bermanfaat dan memberi pengetahuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan dikantor. terima kasih pak

  5. karena video ini, saya jadi tidak bingung lagi dalam menghitung jumlah bunga atas keterlambatan pembayaran surat penetapan ☺

  6. Terima kasih atas penjelasan melalui vidionya, sangat membantu dalam pemahaman tentang penghitungan 1 bulan : a. 1 bulan = dari tanggal 1 – akhir bulan b. 1 bulan = dari tanggal X s.d. H-1 tanggal X c. 1 bulan = tidak sama dengan 30 hari (bisa 28;29;30 dan 31)

  7. sangat bermanfaat sekali videonya, sangat berguna bagi pegawai yg belum paham. video seperti ini yg dibutuhkan anak2 bangsa terimakasih pak 😀 ☺☺☺

  8. Informasinya sangat membantu kami dalam menghitung bunga atas penetapan pabean/cukai. Semoga penghitungan bunga atas penetapan pabean/cukai tidak berbeda-beda lagi namun terstandardisasi. Terima Kasih pak.

  9. Penjelasanya sangat membantu sekali terhadap penetapan perhitungan jatuh tempo bunga atas keterlambatan setiap bulannya. Semoga Seluruh Pegawai bisa menyamakan pemahamannya setelah menontn video ini. Terima Kasih pak.

  10. Penjelasan yang cukup gamblang. Semoga kita bisa makan eskrim bareng.

  11. penjelasan yang cukup gampang untuk dipahami dan sangat membantu dalam melaksanakan tugas sebagai petugas Bea Cukai. Semoga seluruh pegawai Bea Cukai dapat dengan mudah menentukan jumlah tagihan yang timbul berserta bunganya dengan menonton video ini. mantap, terimakasih pak

  12. Ilustrasi dalam Video diatas cukup membantu dalam penerapan PMK-111/PMK.04/2014 khususnya pada pasal 41 yang mengatur mengenai pengenaan dan penghitungan bunga serta dapat memberikan pemahaman kepada Pejabat Bea Cukai yang cukup mengalami kerumitan dalam perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran surat penetapan kepabeanan. Yang cukup menjadi perhatian adalah bagaimana perbedaan dalam pengenaan bunga yang dihitung berdasar jumlah bulan yang dikenakan bukan jumlah hari yang diperhitungkan, beda halnya dengan surat penetapan lainnya yang jatuh tempo 60 hari atau 30 hari. Terima kasih atas videonya yang sangat bermanfaat. Ditunggu juga video selanjutnya pak.

  13. selamat siang, terima kasih bapak Edy Purwanto atas penjelasannya, perbedaan perhitungan bulan sangat jelas terlihat apabila tanggal jatuh tempo pada akhir bulan atau tengah bulan, semoga bisa bermanfaat bagi pegawai beacukai khususnya dibagian perbendaharaan.

  14. selamat malam, Terima kasih untuk pak Edy Purwanto dan mas Arfin yang sudah membahas bunga dan pengertian bulan, karena saya sendiri selama ini mengira bagian bulan dihitung satu bulan penuh adalah seperti tanggal 21 Januari – 31 Januari adalah satu bulan, lalu 1 februari dihitung bulan baru atau bulan ke 2

  15. Terimkasih bapak, atas penjelasannya, informasi yang diberikan mudah dipahami dan sangat membantu sekali bagi pejabat bea cukai dalam melakukan perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran, walaupun sekarang perhitungannya sudah menggunakan sistem aplikasi SAPP namun adakalanya SAPP mengalami down sehingga membutuhkan penetapan secara manual, dan seluruh pejabat bea da cukai harus memiliki pemahaman yang sama dalam memahami perhitungan bulannya sehinggan dapat menghidari perbedaan penafsiran.

  16. Assalamu’alakum wr wb Pak Edy terima kasih atas video yang sangat bermanfaat bagi kami, cukup menjelaskan bagaimana cara perhitungan bunga dalam 1 bulan khususnya di unit perbendaharaan tips yang saya dapat untuk melakukan perhitungan, yaitu : 1. 1 bulan = tanggal X s.d. H-1 tanggal X 2. 1 bulan = tanggal 1 s.d akhir bulan 3. 1 bulan = tidak sama dengan 30 hari (bisa jadi 28;29;30 dan 31)

  17. Selamat siang, Terima kasih pa Edy Purwanto dan mas Arifin, videonya sangat informatif sekali terutama untuk pegawai di bagian perbendaharaan karena atas penjelasannya terutama dalam perhitungan bulan yang kadang masih jadi perdebatan untuk perhitungan pengenaan bunganya.

  18. Terimakasih pak, videonya sangat membantu saya dalam memahami perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran Surat Penetapan Kepabeanan / Surat Tagihan Cukai. Selama ini penghitungan bunga ini sudah dilakukan di komputer melalui aplikasi SAPP, sehingga perhitungan bulan oleh seluruh Satker bea dan cukai bisa seragam. Namun, ketika sistem/komputer sedang mati/error/tidak dapat berfungsi, penghitungan dilakukan secara manual agar proses pelayanan dapat terus berlangsung. Ada beberapa perbedaan pemahaman mengenai frasa “bagian bulan dihitung penuh”. Dengan adanya video ini, sangat membantu dalam menyatukan pemahaman pejabat bea dan cukai mengenai frasa tersebut. Terimakasih

  19. Video yang cukup mudah untuk dipahami. Semoga ini dapat menjadi bekal untuk setiap pegawai DJBC. Terima kasih atas penjelasannya Pak Edy dan Pak Arfin, baik di video maupun di kolom komentar. Semoga kedepannya tidak lagi terjadi perbedaan penghitungan bulan bunga surat penetapan oleh pegawai DJBC.

  20. Terima kasih pak edy dan pak arfin atas videonya, semakin mudah untuk memahami perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran Surat Penetapan Kepabeanan atau Surat Tagihan Cukai. Semoga jika aplikasi sedang error ataupun tidak dapat berfungsi tidak terjadi kesalahan atas penghitungan bunga atas keterlambatan pembayaran Surat Penetapan Kepabeanan atau Surat Tagihan Cukai.

  21. Terima kasih pak edy dan pak arfin atas videonya, semakin mudah untuk memahami perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran Surat Penetapan Kepabeanan atau Surat Tagihan Cukai.

  22. Terima kasih pak edy dan pak arfin, melalui video ini penjelasan mengenai perhitungan bunga semakin jelas dan lebih mudah dipahami.

  23. Secara keseluruhan Materi yg disampaikan sangat jelas dan lengkap termasuk contoh kasus dan ilustrasi perhitungan bunga sehingga memahami materi menjadi lebih mudah bagi penonton. Terima kasih atas pemaparan materinya. Ilmunya sangat bermanfaat.

  24. Terima kasih Pak Edy dan Pak arfin, videonya sangat membantu kami dalam memahami perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran surat penetapan pembayaran. Dengan ilustrasi dan penjelasan yg runtut atas materi yang disampaikan menjadi mudah untuk dipahami.

  25. Terimakasih pak atas videonya, sangat bermanfaat untuk kami yang bertugas di seksi perbendaharaan dan penjabaran untuk perhitungan bulan sangat jelas.

  26. Video yang sangat bermanfaat dan membantu dalam perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran surat penetapan kepabeanan dan surat tagihan cukai. ilustrasi terkait “bagian bulan yang dihitung penuh” yang disampaikan sudah sangat jelas untuk membantu perhitungan manual jika sewaktu waktu aplikasi SAPP mengalami eror. hal – hal yang penting untuk diperhatikan dalam video tersebut bahwa: 1. atas pembayaran yang lewat dari jatuh tempo (60 hari untuk penetapan pabean dan 30 hari untuk tagihan atas cukai) dikenakan denda sebesar 2% per bulan paling lama 24 bulan sejak jatuh tempo dan bagian bulan dihitung 1 bulan. 2. bunga atas keterlambatan dikenakan sejak hari ke 61 (untuk penetapan kepabeanan) dan hari ke 31 (untuk tagihan atas cukai), bukan sejak tanggal jatuh tempo. 3. terkait perhitungan 1 bulan: 1 bulan = tanggal X s.d. H-1 Tanggal X 1 bulan = tanggal 1 s.d. akhir bulan 1 bulan = tidak sama dengan 30 hari (bisa 28;29;30; ataupun 31 (memperhatikan taun kabisat atau bukan))

  27. Video ilustrasi diatas yang disampaikan oleh Bapak Edy Purwanto sangat membantu dalam menafsirkan maupun dalam pelaksanaan PMK Nomor-111/PMK.04/3013 Tentang Tata Cara Penagihan Bea Masuk dan atau Cukai khususnya perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran, dalam video tersebut kita dapat mengambil intisari sebagai berikut : 1. Bunga dikenakan 2% setiap bulan untuk paling lama 2 bulan terhitung sejak Tanggal Jatuh Tempo, dan bagian dari bulan dihitung satu bulan penuh; 2. Perhitungan didasarkan pada pokok hutang; 3. Bunga dihitung dalam kelipatan bulan; 4. Bunga dikenakan sejak hari ke-61, setelah lewat jatuh tempo.

  28. Terimakasih atas penjelasannya mengenai perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran surat penetapan kepabeanan yang telah diterangkan dalam bentuk video yang mudah untuk di pahami. Dimana telah disampaikan juga contoh kasus sehingga dapat lebih menerapkan ilmu tersebut kedepannya saat bertugas. Dengan adanya video tersebut, semoga dapat menambah wawasan pegawai terutama yang masih kurang memahami atau masih bingung mengenai perhitungan bunga atas keterlambatan pembayaran surat penetapan kepabeanan.

  29. Dengan materi yang disajikan secara bertahap dan detil melalui video ini merupakan media yang efektif dalam menjawab pertanyaan pertanyaan saat menentukan jangka waktu pengenaan bunga yang dikenakan terhadap keterlambatan pembayaran. Terima kasih pak Edy dan pak Arfin serta tim widyaiswara sehingga dapat didiskusikan oleh peserta e learning dan sebagai referensi sederhana dalam memecahkan masalah pada praktik di lapangan.

  30. Materi yang disampaikan sangat detail dan lengkap serta menyajikan kasus kasus yang selama ini menjadi perbedaan penafsiran dalam mengartikan periode 1 bulan. a. 1 bulan = dari tanggal 1 – akhir bulan b. 1 bulan = dari tanggal X s.d. H-1 tanggal X c. 1 bulan = tidak sama dengan 30 hari (bisa 28;29;30 dan 31). namun ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan perihal PMK 169/PMK.04/2017 halaman 41-42 mengenai contoh perhitungan bunga. pertanyaan saya 1. Dalam menentukan periode 1 bulan, apakah kita mengacu pada halaman 42-42 PMK nomor 169/PMK.04/2017 yaitu jangka waktu bunga = 30 hari sejak tanggal jatuh tempo penetapan? 2. Apabila iya, apakah ilustrasi pada video tersebut sudah benar? terima kasih atas videonya pak Edy dan pak Arifin.

  31. Penjelasannya mudah untuk dipahami dan informasinya sangat membantu dalam menghitung bunga atas penetapan pabean/cukai. Terima kasih pak

Leave a Message