Setup Menus in Admin Panel

Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik

Pada tayangan ini, Surono (Widyaiswara Pusdiklat Bea dan Cukai), menggali pengalaman Narasumber bagaimana kiat-kiat jitu untuk menjadi Penyidik Bea dan Cukai dan menjalin komunikasi dengan pihak eksternal Bea Cukai dalam proses penyidikan. Tayangan ini merupakan seri ketiga dari Seri Penyidikan Pidana di Bidang Cukai.

 

Seri Penyidikan Pidana di Bidang Cukai:

  1. Tahap Pra-Penyidikan dan Penyidikan Pidana Cukai
  2. Pembuktian Perkara Pidana Cukai
  3. Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik
Rating: 4.9/5. From 25 votes.
Please wait...

Views : 0

37 responses on "Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik"

  1. Terima kasih Pak… Sangat menarik menyaksikan video 1 sampai dengan video 3 mengenai penyidikan di Bea dan Cukai. Mudah-mudahan ke depan Penyidik Bea dan Cukai semakin jaya.

  2. Terima kasih banyak pak atas penjelasannya…

  3. Betapa Pentingnya kita sebagai aparatur negara menjalin hubungan baik, berkomunikasi, berkoordinasi dengan instansi – instansi eksternal (intansi terkait) seperti Kejaksaan, Pengadilan, Rumah Tahanan Negara dan juga Kepolisian untuk menunjang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang kita, terutama dalam penangan Perkara Tindak Pidana Di Bidang Cukai. dan dari tanyangan diatas juga dipaparkan kiat kiat menjadi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkungan Bea Cukai agar dalam pelaksanaan Tugasnya menjadi Efektif. Dari Pemaparan tanyangan video 1, 2, 3 saya jadi mengerti dan faham tentang alur atau penanganan Perkara Tindak Pidana di bidang Cukai. Terima Kasih…

  4. Terima kasih Pak.. Koordinasi dan komunikasi yang baik memang perlu dilakukan, apalagi ini adalah tindak pidana atas UU Cukai, sehingga pihak eksternal harus mengetahui Pasal-Pasal yang ada dalam UU Cukai, tidak ada perpedaan pandangan. Dengan ikut PPNS semoga Penyidik di Bea Cukai menjadi efektif dalam menjalankan tugasnya.

  5. Terima kasih pembelajaran via tayangan videonya… Dari tayangan diperoleh informasi diantaranya sebagai berikut: 1. Pentingnya melakukan koordinasi dengan pihak eksternal, antara lain: a. Kejaksaan—> kaitannya dengan SPDP yang disampaikan oleh penyidik, dan penyamaan persepsi/sudut pandang atas pasal pidana yang disangkakan terhadap tersangka, dan juga konsultasi mengenai arahan atau petunjuk yang harus dilakukan agar penyidikan dapat memenuhi unsur-unsur pasal sangkaan dan melengkapi alat bukti yang akan digunakan JPU dalam melakukan penuntutan dikemudian hari; b. Pengadilan—> kaitannya dengan pengajuan permohonan izin penyitaan maupun penggeledahan; c. Rumah Tahanan (Rutan)—> kaitannya dengan upaya penitipan tersangka apabila dilakukan dengan penahanan. 2. Kriteria seorang penyidik yang baik, diantaranya: harus menguasai ketentuan perundang-undangan dibidang cukai yang menjadi dasar hukum mengenakan pasal pidana terhadap tersangka termasuk peraturan pelaksanaan dibawahnya (juklak/juknis) untuk mendukung atau memperkuat pembuktian. Disamping itu seorang penyidik diharapkan berani mengambil sikap dan langkah untuk melakukan penyidikan apabila menerima penerusan perkara hasil penindakan yang telah dilakukan, yang diduga merupakan pelanggaran pidana dan berusaha untuk menemukan tersangkanya. 3. Disamping itu juga saling diskusi, tukar pikiran/pengalaman maupun persepsi atas suatu kasus/perkara tertentu antara penyidik yang satu dengan lainnya dan jangan pernah malu untuk bertanya, pada intinya saling melengkapi untuk mencapau tujuan penyidikan yang diharapkan.

  6. super sekali terima kasih atas penjelasanya..

  7. menghapus ego sektoral adalah perlu dan sangat setuju dengan koordinasi yang harus dijalin dengan pihak eksternal.

  8. Reviuw yang dapat saya sampaikan dari tayangan video di atas yaitu : 1. Koordinasi dengan instansi lain mutlak diperlukan dalam rangka penyidikan cukai utamanya dengan kejaksaan, rumah tahanan, kepolisian dan sampai ke pengadilan. Koordinasi dan komunikasi yang baik akan mempermudah dan memperlancar proses penyidikan. 2. Untuk dapat menjadi PPNS Beacukai yang handal harus berani melangkah dan memulai penyidikan, selain itu diskusi, sharing informasi dan jangan malu bertanya terkait penyidikan. Serta satu hal lagi yang sangat penting sebagai penyidik yaitu menguasai peraturan, mulai dari Undang-Undangnya sampai dengan peraturan turunannya. BEACUKAI, Makin Baik! Terimakasih…

  9. Terima kasih atas video “Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik”. Dari ketiga tayang video sangat membuka wawasan saya tentang Penanganan Perkara Tindak Pidana di Bidang Cukai. Menurut pendapat saya, kunci utama sebelum BERANI MEMULAI, adalah menguasai peraturan, ketika kita menguasai peraturan, tidak ada alasan lagi untuk tidak berani memulai. Selain melalui diklat, simposium, workshop atau acara formal lainnya, kemampuan mengupgrade diri bisa dilakukan melalui diskusi-diskusi, studi kasus, dll, sehingga diharapkan akan menambah wawasan dan pengetahuan dari seorang Penyidik. Selain itu juga, keberhasilan penanganan sebuah perkara, tentu saja harus ditunjang oleh adanya hubungan dan koordinasi yang baik dengan instansi penegak hukum lainnya. Mampu mengesampingkan ego sektoral juga sangat besar pengaruhnya dalam penanganan sebuah perkara.

  10. terimakasih atas penjelasan dan bagi ilmunya pak…koordinasi dgn instansi terkait khususnya dgn kejaksaan sangat perlu baik dlm lingkup pekerjaan maupun sekedar minum2 kopi bersama sambil ngobrol santai dan konsultasi agar bea cukai dan kejaksaan hubungan makin erat dan saling mengerti utk mencapai maksud dan hasil yg maksimal..

  11. Terima kasih pak sudah berbagi ilmu lewat tayangan video yang sangat menarik. Dalam proses penyidikan koordinasi dengan instansi lain, spt:kejaksaan,pengadilan, rumah tahanan serta kepolisian sangat diperlukan. Sedangkan bagi seorang penyidik diperlukan pemahaman aturan2 baik itu UU, PMK, KMK, serta aturan2 turunannya. Selain itu seorang penyidik harus berani melakukan penyidikan suatu perkara. Smakin banyak menyelesaikan perkara, semakin matang juga kemampuannya menjadi seorang penyidik.

  12. Terima kasih atas video pembelajarannya Koordinasi dengan pihak-pihak eksternal pasti sangat diperlukan baik secara formal dan informal, terutama menyamakan persepsi atas pandangan isi dari peraturan perundang-undangan yang dijadikan dasar penetapan tersangka. Penguasaan undang-undang dan peraturan-peraturan terkait sangat diperlukan untuk seorang penyidik. Pendampingan oleh senior untuk penyidik pemula juga sangat diperlukan untuk memulai melakukan penyidikan,

  13. Terima kasih atas video yang sangat menarik untuk disimak. Dari video yang ditayangkan proses Penyidikan harus diawali dengan Keberanian seorang Penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap suatu kasus ,menguasai peraturan UU dan turunannya selain itu untuk kelancaran proses penyidikan diperlukan koordinasi dengan instansi eksternal yang baik.

  14. Terima kasih atas video pembelajarannya yang bagus buat kita. Yang penting dan harus dilakukan untuk koordinasi dengan pihak yang berkaitan dengan penyidikan kita adalah berusalah untuk memenuhi apa yang dipersyaratkan sepanjang batas-batas yang wajar dalam artian sesuai dengan yang aturan main yang ada. Untuk permohonan penyitaan ke pengadilan bisa kita lakukan dengan bertemu langsung dengan PIC yang berkepentingan dengan penerbitan surat penyitaan. Untuk memperlancar penerbitan surat tersebut alangkah baiknya kita bisa membantu dengan memberikan softcopy atas rincian barang-barang yang kita mintakan penyitaan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian izin penyitaan. Tetaplah humanis dengan mereka, kalau kita santun mereka dengan senang hati akan membantu kita. Begitu juga dengan pihak lapas/rutan dimana kita menitipkan tersangka. Atensi untuk waktu penitipan tersangka di rutan/lapas. Lebih baik lagi kalau kita sudah kenal sebelumnya dengan pihak rutan karena apabila kita telah kenal maka apabila kita akan menitipkan tersangka kapan saja maka akan dilayani dengan senang hati. Bantulah mereka untuk mengirimkan tembusan-tembusan surat terkait penahanan untuk keluarga, pengadilan. Ringan tangan dan koordinasi sebaik mungkin kunci kelancaranan dalam melaksanakan tugas penyidikan dengan pihak eksternal. Demikian mohon maaf bila ada salah kata. Terima kasih

  15. terimakasih atas video pembelajarannya. Untuk menimbulkan keberanian sebagai seorang penyidik tentunya perlu belajar banyak yan salah satunya dengan melakukan update pada ilmu – ilmu terbaru.

  16. koordinasi merupakan salah satu faktor penting dalam melakukan penyidikan, ditambah keberanian untuk memulai melakukan proses penyidikan

  17. Terima kasih penjelasannya Pak. Dalam melakukan proses penyidikan harus ada koordinasi dengan pihak eksternal, diantaranya kejaksaan, pengadilan, rutan dan kepolisian. KUnci untuk berani memulai menjadi penyidik yang utama harus menguasai undang- undang yang berlaku, dan turunannya (PMK, KMK, SE Dirgen BC). Setelah itu harus berani melangkah, memulai, sering bertukar fikiran, diskusi, dan jangan malu bertanya.

  18. Terimakasih atas videonya Pak, dari video pertama sampai dengan video ketiga ini sudah dijelaskan tahapan-tahapan dalam penyidikan di bidang cukai, mulai dari penetapan kasus patut dilakukan penyidikan atau tidak, proses dalam kegiatan penyidikan, sampai dengan hal koordinasi lintas instansi, kesemuanya ini memang sangat penting sebagai pembelajaran dan pengetahuan bagi pegawai Bea Cukai khususnya bagi pegawai yang berada pada unit pengawasan dalam hal ini bidang penyidikan.

  19. Terima kasih Pak atas penjelasannya melalui video, ada beberapa hal yang saya pelajari bahwa PPNS itu harus bisa berkoordinasi dengan pihak eksternal seperti Kejaksaan, Pengadilan, Pihak Lapas, dan Kepolisian. Selain itu juga harus memiliki pengetahuan yang luas tentang aturan hukum yang berlaku, berani melangkah maju, sering berdiskusi, dan jangan malu untuk bertanya. Sekian dan terima kasih.

  20. Terima kasih atas video ke-3 yang sangat melengkapi video pertama dan kedua. Dalam video ketiga secara garis besar dijelaskan tentang koordinasi dengan instansi lain yang terkait. Adapun instansi tersebut yaitu kejaksaan, rumah tahanan, pengadilan, dan kepolisian. Koordinasi disini tidak hanya meliputi proses formal, namun juga proses informal. Proses formal mempunyai standar prosedur yang harus dilalui mulai dari awal sampai akhir, sedangkan proses informal mempunyai kesenian tersendiri dalam hal komunikasi seperti kita harus mengenal terlebih dahulu dengan orang-orang yang berada diinstansi terkait tersebut, hal itu dapat memudahkan kita untuk komunnikasi satu sama lain baik dalam diskusi maupun penyamaan persepsi. Langkah pertama menjadi penyidik adalah berani memulai dan menguasai peraturan yang berlaku,.

  21. Terimakasih atas pembelajarannya pak lewat video tersebut..sangat menambah pengetahuan

  22. Terima kasih atas video pembelajarannya dalam proses penyidikan diperlukan tehnik (kompetensi yg memadai) dan mental bertarung di lapangan. dengan proses ini bea cukai siap bertarung dengan pihak2 lain.

  23. Terimakasih atas videonya… Dalam melakukan koordinasi dengan instasi lain harus dilakukan dengan komunikasi yang efektif (tak kenal maka tak sayang) sehingga lebih fleksibel dalam menyamakan presepsi yang berkaitan dengan UU (Penyidik BC dengan Jaksan Peniliti). Tips-tips penyidikan berjalan efektif : 1. Berani melangkah, berani memulai, tukar pikiran diskusi, jangan malu bertanya 2. Harus tahu aturan, UU dan aturan turunannya (PMK, KMK, SE Dirjen BC) harus dikuasai

  24. Terima kasih untuk video sharing dan tips yang sangat menarik dari para penyidik senior. tips yang sangat bagus terutama bagi penyidik pemula dalam melakukan proses penyidikan dibutuhkan keberanian untuk memulai, penguasaan aturan-aturan, sering latihan, diskusi dan tidak malu bertanya, koordinasi dengan instansi external melalui pendekatan baik secara formal atau informal.

  25. saya sebagai pegawai bea cukai yang masih awam mengenai penyidikan sangat terbantu sekali dengan materi yang disampaikan dalam seri video sehingga saya mempunyai sedikit gambaran mengenai proses penyidikan. terima kasih

  26. Terima kasih Pak..atas video “Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik”. Dalam proses penyidikan pidana di bidang cukai diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik antar aparat penegak hukum, seperti halnya PPNS Bea Cukai, Kepolisian, Jaksa Penuntut Umum, dan Hakim Pengadilan. PPNS Bea Cukai harus dapat menjalankan tugasnya dengan baik, salah satunya menjalin koordinasi dengan instansi lain/aparat penegak hukum lainnya. Sesama aparat penegak hukum tersebut juga saling kerja sama demi proses penyidikan yang berjalan lancar dan bisa cepat selesai berkas penyidikannya sampai putusan pengadilan. Apalagi terkait dengan tindak pidana atas UU Cukai, sehingga pihak eksternal harus mengetahui Pasal-Pasal yang ada dalam UU Cukai, jangan sampai ada salah atau beda penafsiran mengenai UU Cukai. Oleh karena itu peran PPNS Bea Cukai sangat penting untuk memulai koordinasi dan berani mengambil langkah-langkah stategis dan efektif dalam menjalankan tugasnya.

  27. Untuk memulai proses penyidikan biasanya selalu sulit di awal. Terima kasih atas video “Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik”, semoga bermanfaat bagi petugas dalam proses penyidikan hingga ke pengadilan

  28. Terima kasih banyak pak atas penjelasannya…

  29. Terima kasih atas video “Berani Memulai, Kunci Menjadi Penyidik” sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dibidang penyidikan…

  30. Terima Kasih atas materi yang disampaikan. Pada tayangan tersebut dapat kita petik infomasi bahwa kompetensi seorang PPNS dalam penguasaan peraturan, koordinasi dengan aparatur negara lainnya (Kejaksaan, Pengadilan, Kepolisian Rutan) dapat menunjang kesuksesan dalam penanganan berkas perkara tindak pidana di bidang cukai.

  31. Review video “Berani memulai, Kunci Menjadi Penyidik”. Koordinasi, sinergi dan membangun suatu hubungan yang baik dengan instansi terkait seperti Kejaksaan, Pengadilan dan Rumah Tahanan(Rutan) sangat penting untuk kelancaran proses penanganan perkara tindak pidana dibidang cukai. Mulai dengan Pengadilan bagaimana bisa meyakinkan pihak panitera pengadilan terkait permohonan ijin penyitaan dan permohonan ijin penggeledahan. Dengan pihak Rumah Tahanan terkait penitipan tahanan dan dengan Pihak kejaksaan yang menentukan diterimanya berkas (Lengkap atau tidaknya berkas). Yang tidak kalah pentingnya adalah Kompetensi seorang penyidik yang harus menguasai peraturan peraturan dan undang undang yang berlaku, sehingga tentunya siap menghadapi adanya upaya hukum/pra peradilan dari pihak yang disangkakan. Pengalaman seorang penyidik sangat membantu kelancaran proses peyelesaian penanganan suatu perkara, tentunya bagi penyidik pemula diperlukan suatu keberanian untuk memulai melakukan proses penyidikan dengan bimbingan/mentor dari penyidik senior yang sudah berpengalaman.

  32. Bagi penyidik pemula, tentunya tidak cukup hanya bermodalkan brevet penyidik dan modal berani menyidik. Bimbingan & arahan penyidik senior & atasan langsung juga sangat diperlukan, karena era sekarang dalam melaksanakan suatu pekerjaan dituntut pertimbangan mitigasi risiko, mitigasi capaian target, dan mitigasi penggunaan anggaran. Efektifitas pekerjaan harus berbanding lurus dengan efisiensi anggaran.

  33. Dalam proses penyidikan ternyata dibutuhkan adanya Sinergi, dimana sinergi merupakan salah satu nilai-nilai Kementerian Keuangan. Bagus sekali pak videonya, dalam menjalankan tugas penyidikan dibutuhkan koordinasi dan sinergi antar instansi di luar kementerian keuangan. diakhir video dijelaskan oleh Moderator bahwa kata kunci untuk penyidik pemula adalah BERANI MEMULAI selain menguasai aturan dan arah penyidikan yg dilakukan. Terima kasih. #beacukaimakinbaik

  34. Video yang sangat bagus, disertai ulasan yang berbobot sesuai konteks materi penyidikan dan proses penegakan hukum lanjutan dan ilustrasi yang menarik. Kita berharap dengan keberhasilan proses penyidikan dan lanjutannya khususnya di bidang cukai yang merupakan satu rangkaian dari penegakan hukum, dapat menyumbang kontribusi yang positif guna meminimalkan pelanggaran di bidang cukai.

  35. Video yang sangat menarik dan bermanfaat dengan disertai tips-tips jitu untuk memulai menjadi seorang penyidik dan bagaimana menghadapi tersangka atau memperkuat bargaining position dalam melakukan penyidikan. Beberapa poin yang saya tangkap dari ketiga video di atas adalah: 1. Pada tahap Pra Penyidikan, perlu dilakukan identifikasi apakah perkara yang akan diproses masuk kategori pidana atua administrasi. Jika masuk kategori pidana di bidang cukai maka proses yang akan diambil adalah penyidikan oleh PPNS Bea dan Cukai. 2. Dalam melakukan proses penyidikan, berkas-berkas kelengkapan harus sangat diperhatikan kelengkapan dan kerapiannya termasuk juga alat bukti yang digunakan harus mencukupi. 3. Koordinasi dan sinergi dengan instansi terkait sehingga sesama aparatur negara memiliki pandangan dan persepsi yang sama dalam menegakkan peraturan perundang-undangan 4. Berani memulai adalah kunci bagi para penyidik pemula. Di awal menjalankan tugas penyidikan pasti akan mengalami kendala, untuk itu perlu adanya pendampingan dari yang sudah berpengalaman.

  36. Review untuk video ini menurut saya : Koordinasi dengan pihak eksternal : 1. Kejaksaan 2. Pengadilan 3. Rumah tahanan 4, Kepolisian KEJAKSAAN Pentingnya Kejaksaan : – Jaksa Peneliti : menentukan diterimannya berkas Proses dikejaksaaan : – Setelah penetapan SPDP – Penunjukan jaksa peneliti – Konsultasi – saran dari jaksa peneliti notes : jaksa belum tentu punya penafsiarn yang sama dengan penyidik mengenai UU cukai, perbedaan pasal sangkaan – penyamaan persepsi penyidik dengan jaksa peneliti PENGADILAN – Permohonan ijin penyitaan – permohonan ijin penggeledahan notes : meyakinkan pihak panitera pengadilan RUMAH TAHANAN : – penitipan tahanan REKOMENDASI PENYIDIK PEMULA : 1. Berani melangkah 2. Berani memulai 3. serig tukat pikiran 4. diskusi 5. malu bertanya 6. Harus mengetahui peraturan 7. UU harus dikuasai dan aturan turunannya –>mencegah prapradilan

  37. Terima kasih atas videonya, sangat bermanfaat sekali. Setelah melihat video ini, sekarang menjadi tahu bahwa sinergi PPNS Bea Cukai dengan Kejaksaan, Pengadilan, dan Kepolisian menjadi sangat penting dalam proses penegakan hukum

Leave a Message