Setup Menus in Admin Panel

Esensi Asumsi Ekonomi Makro dalam Penyusunan APBN: Inflasi

 

Pada ErBeKa Episode 14 kali ini, Marwanto Harjowiryono, Widyaiswara Ahli Utama Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, akan membedah topik yang berkaitan transmisi asumsi ekonomi makro dalam proses  penyusunan APBN. Transmisi antara perubahan kondisi  perekonomian dengan APBN sebagai instrument utama kebijkan fiskal, vice versa, yang akhir-akhir ini seringkali menjadi debat publik.  Harus disadari bahwa dengan kondisi perekonomian Indonesia yang terbuka saat ini, perubahan  perekonomian  dunia akan dengan mudah mempengaruhi perkembangan perekonomian nasional, yang pada gilirannya  dapat berdampak pada  kinerja beberapa komponen APBN,  baik komponen pendapatan, pengeluaran, maupun pembiayaan (financing). Kondisi ini yang melatarbelakangi kenapa dalam penyusunan APBN, Kementerian Keuangan selalu menggunakan asumsi dasar ekonomi makro  sebagai bahan dasar dalam menyusun RAPBN.

Dalam KC kali  ini, akan dibahas latar belakang dan pentingnya menggunakan asumsi dasar ekonomi makro tersebut dalam penyusunan APBN. Pembahasan juga akan melihat bagaimana transmisi asumsi pertumbuhan ekonomi nasional, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga SBN, harga dan produksi minyak mentah, serta produksi gas alam dalam mempengaruhi postur APBN pada tahun tertentu.  Untuk  KC video pada ErBeka Episode ke 14 kali ini, pembahasan akan fokus kepada  bagaimana asumsi ekonomi makro inflasi akan mempengaruhi beberapa komponen dalam APBN, terutama pada sisi pendapatan negara dan belanja negara.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak video berikut.

Rating: 5.0/5. From 6 votes.
Please wait...

Views : 0

02/07/2020

2 responses on "Esensi Asumsi Ekonomi Makro dalam Penyusunan APBN: Inflasi"

  1. Terima kasih atas pencerahannya pak..

Leave a Message