Setup Menus in Admin Panel

Mandatory Spending dan Pengaruhnya terhadap Ruang Fiskal

 

Pada video pembelajaran ini, Bp. Irwan Suliantoro, Dosen PKN STAN dari Jurusan Manajemen Keuangan, bersama mahasiswanya menjelaskan tentang konsep mandatory spending dan pengaruhnya terhadap ruang fiskal. Yuk kita simak bersama!

Rating: 5.0/5. From 46 votes.
Please wait...

Views : 0

5 responses on "Mandatory Spending dan Pengaruhnya terhadap Ruang Fiskal"

  1. Pak Irwan, saya ada beberapa pertanyaan terkait video mandatory spending: – Apakah ada perbedaan antara belanja dan transfer? Karena setau saya mandatory spending itu hanya digunakan untuk klasifikasi belanja, tp dalam video di atas lebih banyak membahas pengeluaran transfer. Mandatory spending dalam APBN mencakup semua komponen belanja (termasuk transfer) yang diklasifikasikan sebagai belanja wajib, seperti Anggaran Kesehatan (min 5%) atau Anggaran Pendidikan (min 20%). – Pada klasifikasi belanja terdapat “belanja earmarked”, apakah ini termasuk mandatory spending? Karena secara prinsip keduanya “sedikit” berbeda namun menjadi “beban” terhadap kinerja APBN/APBD – Apa yg dimaksud dengan “Dana Penyesuaian Pendidkan/Kesehatan” dalam video tersebut? Sebagaimana diketahui bahwa di APBN tidak mengenal Dana Penyesuaian Terima kasih

  2. Terima kasih mas Eko Nur yang berkenan untuk mampir menengok… Spending di sini tidak hanya berupa belanja, tapi termasuk juga transfer. Dan yang terkadang dilupakan, pengeluaran pembiayaan juga termasuk spending. Jadi mandatory spending di sini mengacu pada pengeluaran negara yang harus dialokasikan sehubungan dengan amanat peraturan perundang-undangan. Memang mandatory spending yang sering menjadi perhatian masyarakat adalah belanja negara terkait anggaran pendidikan dan anggaran kesehatan. Terkait istilah Dana Penyesuaian Pendidikan, istilah tersebut lebih ditujukan untuk internal Kemenkeu dalam konteks penyusunan APBN. Ketika ada penambahan spending, maka otomatis akan menambah alokasi belanja pendidikan dan belanja kesehatan. Bahkan bila ada kenaikan subsidi, maka belanja negara juga naik (subsidi masuk kategori belanja). Karena belanja negara naik (akibat subsidi yang naik) maka anggaran pendidikan juga naik. Kenaikan belanja ini akan diikuti dengan kenaikan defisit, yang pada gilirannya akan meningkatkan jumlah utang. Bila jumlah utang naik, maka terjadi kenaikan bunga utang (pembayaran bunga utang masuk kategori belanja negara sedang pembayaran cicilan utang masuk ke pengeluaran pembiayaan). Kenaikan bunga utang akan menambah belanja negara dan penambahan belanja negara secara otomatis akan meningkatkan LAGI anggaran pendidikan. Dengan demikian, alokasi anggaran pendidikan yang sudah ditentukan, dikoreksi lagi dan disesuaikan ulang akibat adanya kenaikan belanja yang terjadi secara tidak langsung (sebagai akibat kenaikan subsidi). Penyesuaian alokasi tersebut juga berlaku pada anggaran kesehatan. Demikian kurang lebihnya…

Leave a Message