Setup Menus in Admin Panel

Joint Products: Physical Measures Method and Market-Based Method

 

Pada seri alokasi biaya (akuntansi biaya) kali ini, Ibu Rahayu Kusumawati, Dosen PKN STAN dari Jurusan Akuntansi, menjelaskan tentang metode-metode yang relatif sederhana dalam menentukan joint products atau joint cost, yaitu physical measures method dan market-based method.

Rating: 5.0/5. From 68 votes.
Please wait...

Views : 490

83 responses on "Joint Products: Physical Measures Method and Market-Based Method"

  1. alhamdulillah… sangat membantu. terimakasih sudah share, semoga lebih banyak lagi video pembelajarannya dan semoga menjadi berkah.

  2. Terima kasih atas penjelasannya miss , yang saya tangkap perbedaannya dengan yang diajarkan dikelas adalah dalam penjelasan di video ini metode yang dikenal adalah Physical Method sedangkan dikelas dijabarkan/dibedakan menjadi 3 (Average Unit Method, Weighted Average Method dan Quantitative Unit Method. I Komang Raden Sentana Putra / 5-02 D3 Akuntansi AP

  3. Assalamu’alaikum wr wb. Saya Yudhanti Hijrahiswari dari kelas 5-02 D3 Akuntansi AP. Terima kasih atas penjelasannya miss, penjelasannya jelas dan sangat membantu saya. Pada dasarnya, konsep yang dijelaskan oleh miss ayu dalam video ini dengan penjelasan di buku Carter sama saja. Hanya saja penamaan metodenya saja yang berbeda. Misalnya di video menggunakan methode Joint Cost Physical measurement , sedangkan di buku Carter dijabarkan menjadi Average Unit Cost Method, Weighted-Average Cost Method dan Quantitative Unit Method. Selain itu, di video disebut Metode Market-based maka di buku Carter disebut Market Value Method Joint Products Salable at Split-off. Terima Kasih. Wassalamu’alaikum wr wb

  4. Assalamu’alaikum wr.wb. Terima kasih atas penjelasan Miss Ayu. Menurut saya, physical measures method yang dijelaskan dalam video hampir sama simplenya dengan Average Unit Cost Method yang telah diajarkan di kelas. Perbedaannya terletak pada physical measures method yang lebih menekankan pembobotan (weighting). Sedangkan untuk market-based method hampir sama dengan market value method joint products salable at split off tetapi istilahnya yang berbeda dan market-based method ini menggunakan pembobotan (weighting). Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb. (Najah Dhiya Kamilina / 5-02 D3 Akuntansi AP)

  5. Assalamu’alaikum wr.wb. Terima kasih atas penjelasan Miss Ayu pada video kali ini. sepemahaman saya setelah melihat video miss ayu, physical measures method yang dijelaskan dalam video diatas sama dengan Average Unit Cost Methode yang sudah dibahas di kelas yang mana dalam perhitungan alokasi joint costnya tidak bergantung pada harga pasar. Lalu Perbedaan dari keduanya terletak pada sebutan / nama metode yang digunakan dan di video kali ini hanya ada physical measures method, sedangkan yang dijelaskan di kelas terdapat 3 methode lain diantaranya : Quantitative unit Method, Weighted Average Method, Average Unit Cost Method. Dan untuk Metode Market-based yang di jelaskan di video diatas, seluruh perhitungan alokasi Joint Cost nya sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off yang sudah dijelaskan di kelas. Perbedaannya menurut saya hanya terletak di sebutan/nama yang digunakan saja. Terimakasih Miss, Wassalamu’alaikum wr.wb.. (Mohammad Miftahul Farid Mubarrok/ 5-02 D-III Alih Program 2018)

  6. Assalamualaikum wr. Wb. Terima kasih atas penjelasan dari Miss Ayu pada video ini. Setelah melihat video tersebut, menurut saya metode physical measures mirip dengan metode average unit cost seperti diterangkan di kelas, karena perhitungan joint cost tidak bergantung harga pasar. Selain itu, metode physical measures juga mirip metode quantitative unit ketika terjadi revisi tertimbang pada produk susu. Kemudian metode market base sama saja dengan metode market value joint product salable at split off sesuai yang sudah diterangkan di kelas. Trims. Wassalamualaikum wr. Wb. (M. Ardi prabowo 5-2/23)

  7. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu. Menurut saya, Physical Measures Method yang dijelaskan di video ini menggunakan prinsip yang sama pada metode yang telah Miss Ayu jelaskan sebelumnya di kelas yaitu metode Average Unit Cost Method (menggunakan proporsi jumlah unit yang diproduksi terhadap total keseluruhan produksi) dan Quantitative Unit Method (terdapat shrinkage saat proses produksi, alokasi joint cost berdasarkan jumlah setelah shrinkage). Namun untuk contoh yang dijelaskan di video tidak terdapat alokasi joint cost menggunakan Weighted Average Method (tidak menggunakan point tertentu terhadap hasil produksi). Untuk metode Market-Based Method yang dijelaskan di video, secara garis besar perhitungan alokasi joint cost sama dengan metode Market Value Method Joint Producst Salable at Split-Off Point yang telah Miss Ayu jelaskan di kelas. Menurut saya perbedaannya terletak pada penggunaan istilah metodenya saja. Evans Yudi Nugraha (5-02/17)

  8. Assalamualaykum Wr. Wb. Saya Hari Santoso (18) dari kelas 5-04 mohon izin menyampaikan, sebelumnya terima kasih atas pemaparan materi yang sangat luar biasa menarik, tidak membuat mengantuk dan mudah untuk dipahami. Saya sangat setuju dengan yang disampaikan oleh Miss Ayu terkait manfaat dari mengetahui materi joint costing ini adalah untuk memudahkan perhitungan nilai (biaya) dari masing-masing produk sehingga tidak mengalami kendala jikalau penentuan joint costing sudah dilakukan di awal/ terlebih dahulu. Selain itu, seperti teman-teman yg sudah sampaikan bahwa yang disampaikan Miss Ayu baik dalam kelas maupun di video ini dengan buku W.K. Carter memiliki kesamaan namun hanya terdapat perbedaan nama saja. Sekali lagi, terima kasih, Miss Ayu….

  9. Assalamu’alaikum wr wb. Terima kasih atas materi yang telah dijelaskan miss Ayu, menurut pendapat saya Physical Measures Method pada intinya hampir sama dengan penjelasan yang diberikan di kelas yaitu tanpa menggunakan market value (harga pasar). Sedikit perbedaannya adalah pada video diatas menekankan pada pembebanan/pembobotan masing-masing produk sedangkan yang dipelajari di kelas dikenal dalam tiga metode yaitu Average Unit Method, Weighted Average Method dan Quantitative Unit Method dimana pembobotan masing-masing metode masih menggunakan pendekatan lebih lanjut. Metode yang paling mendekati adalah Average Unit method. Untuk Market-Based Method sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off hanya berbeda nama saja. Terimakasih. Wassalamu’alaikum wr wb. (Akbar Nugroho / 5-02 D3 Akuntasi Alih Program)

  10. Terima kasih atas penjelasan yang telah diberikan. Menurut saya terdapat beberapa perbedaan antara Buku Carter dan Buku Horngren. Apabila dalam buku Horngren terdapat Physical-Measure Method yang melakukan perhitungan pembobotan dengan membandingkan jumlah produk tertentu dengan keseluruhan jumlah produk. Dalam buku Carter terdapat 3 metode yg menggunakan pembobotan yaitu Average Unit Cost Method, Weighted-Average Method, dan Quantitative Unit Method. Untuk Market Based Method (Horngren) secara garis besar perhitungannya sama dengan Market Value Method Joint Product Salable at Split Off (Carter). (Farina Ayu Yolanda / 5-02 D3 Akuntansi Alih Program / 18)

  11. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas penjelasannya, Miss. Setelah membandingkan video dengan materi Miss Ayu di kelas, menurut saya Physical Measures Method sama dengan materi yang sudah dijelaskan di kelas, hanya saja di materi yang diajarkan di kelas ada 3 jenis metode, yaitu Quantitative unit Method, Weighted Average Method, dan Average Unit Cost Method. Sedangkan Market-Based Method yang di jelaskan pada video, metodenya sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off seperti yang sudah dijelaskan di materi kelas. (Brian Aryo Wicaksono/ 5-02 D-III Akuntansi AP 2018)

  12. Assalamualaikum wr wb. Terima kasih atas penjelasan yang diberikan oleh Miss Ayu. Setelah menerima penjelasan melalui video singkat tersebut, saya menemukan beberapa hal diantaranya : 1. Physical method dan Market-Based Method menggunakan perhitungan pembobotan tertentu (weighting). 2. Pada dasarnya, Metode Market-Based Method memiliki kesamaan dalam perhitungan dengan penjelasan di kelas (Value Method Joint Producst Salable at Split-Off Point) hanya saja berbeda penyebutan dan penghitungan pembobotan (weighting). Terima Kasih. Waalaikumsalam wr wb. (Glady Fiona /5-02 D3 Akuntansi Alih Program / 18) P

  13. Terimakasih atas penjelasan yang telah diberikan miss. Pada dasarnya, yang dijelaskan di video sama dengan apa yang terdapat di buku Carter. Perbedaannya hanya terletak dimana pada buku Carter, Physical Method dijabarkan lebih rinci lagi menjadi 3 (tiga) metode lainnya yaitu Average Unit Method, Weighted Average Method dan Quantitative Method. Sedangkan untuk Market-Based hanya terdapat perbedaan nama yaitu pada buku Carter metode ini disebut sebagai Market Value Method Joint Products Saleable at Split-Off, namun pada dasarnya cara pengerjaan dan alokasi Joint Cost pada kedua metode tersebut adalah sama. Terimakasih (Muh. Rezky W. Kusuma / 5-04 DIII Akuntansi Alih Program)

  14. Terima kasih, sangat membantu Miss. Penjelasan sama seperti di kelas, hanya perbedaan penyebutan Untuk physical measures method (Average Unit Method, Weighted Average Method dan Quantitative Method) dan market-based method (Market Value Method Joint Products Saleable at Split-Off). (Erwin Pratama/5-02 Akt AP/16)

  15. Assalamu’alaykum Wr. Wb. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasan tentang Physical Measures dan Market-Based methodnya. Secara keseluruhan, materi yang dijelaskan dalam video dengan di kelas hampir sama. Perbedaannya hanya pada istilah yang digunakan. Physical Measures hampir sama dengan Average Unit Cost method tetapi Physical Measures menekankan pada pembobotan (weighting). Market-Based method sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off. Assalamu’alaykum Wr. Wb. (Ayu Choirunnisa/5-04 D3 Akuntansi AP)

  16. Di video ini penjelasan tentang Physical Method Di carter dibedakan menjadi Weighted Average Method Quantitative Unit Method dan Average Unit Method. Lalu Untuk Market Based Method (Horngren) = Market Value Method Joint Product Salable at Split Off Terimkasih Miss Ayu sangat membantu sekali Adhimas dhewa R /5-04 akuntansi AP

  17. Super sekali Miss penjelasannya. Di video ini saya mendapatkan informasi bahwa Physical Measures Method menggunakan pembobotan. Sama halnya ketika penjelasan Miss Ayu di kelas tentang Weighted Average Method, Quantitative Method, dan Average Unit Method. Ada pula Market Based Method di mana ketika materi kelas menggunakan penamaan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off. (Nur Alif Trisnawan / 5-04 D3 Akuntansi AP)

  18. Terimakasih Miss Ayu atas penjelasannya, terdapat beberapa informasi baru yang saya dapatkan dari video ini dan persamaan dengan yang Miss Ayu jelaskan di kelas, yaitu persamaan antara Physical Measures Method di video ini dengan Weighted Average Method, Quantitative Method, dan Average Unit Method yang ada di kelas dengan pembobotan, dan Market-Based Method sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off. Andi Rachman / Kelas 5-04 Akuntansi Alih Program.

  19. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu, banyak sekali informasi yang saya dapatkan dari video ini. Setelah saya menonton video ini saya melihat bahwa Sales Value at Split-off Method sama dengan Metode Market Value dimana joint product dapat dijual pada split-off point, dimana pada tahap awal kita harus mencari final sales atau sama dengan total market value untuk mendapatkan weighting atau persentase market value yang digunakan untuk alokasi joint cost. Sedangkan Physical-Measure Method sama pengan Metode average unit cost. karna formulasi untuk mencari weighting yaitu persentase unit produced suatu product terhadap keseluruhan unit produced, dimana dari persentase tersebut kita menghitung alokasi joint cost. (Gita Desisona/ Kelas 5-04 Akuntansi Alih Program)

  20. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Setelah menyimak video ini, menurut saya Physical Measures Method disini sama dengan Average Unit Cost (buku carter) karena keduanya mengalokasikan joint cost secara merata berdasarkan jumlah joint product yang dihasilkan. Lalu untuk Market-Based Method ini sama dengan Market Value Method bagian Joint Products Salable at Split-off (buku carter), keduanya menggunakan total market value untuk mengalokasikan joint cost. Sehingga, perbedaannya hanya pada nama metodenya saja, namun cara penghitungannya sama. Terima kasih. (Izdhihar Rayhanah/5-04 D3 Akuntansi Alih Program)

  21. Assalamu’alaikum wr.wb. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu, Saya Bambang Anugrah Saputro kelas 5-04 D-III Akuntansi Alih Program 2018. Pendapat saya setelah melihat video ini adalah Metode pertama yaitu, physical measures method sama dengan Average Unit Cost Method yang mana perhitungan alokasi joint costnya bergantung pada pembobotan tiap produk. Kemudian terdapat juga dalam William K. Carter Quantitative unit Method yaitu metode yang mengalokasikan biaya berdasarkan satuan pengukuran yang sama dan Weighted Average Method yaitu faktor pembobotan biasanya dalam bentuk poin untuk setiap unitnya karena unit unit dari berbagai joint product berbeda secara signifikan. Metode Kedua yaitu Market-based Method, seluruh perhitungan alokasi Joint Cost nya sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off dengan membutuhkan data berupa harga pasar yang sudah dijelaskan di kelas. Perbedaannya menurut saya hanya terletak di sebutan/nama yang digunakan saja dan dalam buku Carter juga terdapat Market Value Method not salable at split-off karena masih memerlukan proses tambahan. Terimakasih Miss Ayu atas ilmunya, Wassalamu’alaikum wr.wb.

  22. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasan yang diberikan, menambah pemahaman saya tentang materi joint cost. Physical Measures Method yang dijelaskan di video ini (sesuai dengan Buku Horngren) memiliki konsep yang sama dengan Average Unit Cost Method menurut Carter. Keduanya memperhitungkan alokasi biaya gabungan pada masing-masing produk berdasarkan jumlah (kuantitas) yang diproduksi. Sedangkan Sales Value at Split off seperti yang dijelaskan di video sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-of menurut Carter. Keduanya mengalokasikan biaya gabungan kepada produk gabungan yang diproduksi pada periode akuntansi dengan basis total market value (didapat dari market value / unit x unit produced) pada titik split-off. Baik metode menurut Horngren maupun Carter memiliki konsep yang sama, perbedaan hanya terdapat di istilah/nama yang digunakan. Terima kasih. (Rahmi Ambarwati / 5-04 / 31)

  23. Terimakasih Miss Ayu atas penjelasan terkait joint product sangat membantu dan merefresh kembali apa yang sudah didapatkan dikelas. Perbedaan pembahasan materi divideo ini dengan yang telah disampaikan Miss Ayu dikelas yaitu terkait perhitungan joint cost dengan Physical Measures Method di Carter tidak membahas tentang Physical Measures Method ,metode ini hampir sama dengan Weighted Unit Method karena dilakukan pembobotan terlebih dahulu dan akan menghasilkan hasil perhitungan cost yang sama pada setiap product.Sedangkan untuk Market Value Method memiliki konsep yang sama dengan Carter. (Offy Puteri Juniana / 5-02 / 33 )

  24. Assalamualaikum Wr. Wb. sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Miss Ayu atas penjelasannya. Saya Fandi Akhmad Kurniawan nomor absen 14 kelas 5-04 D-III Akuntansi Alih Program 2018. Setelah melihat video dan membandingkan dengan materi yang Miss Ayu sampaikan di kelas, menurut saya Physical Measures Method sama dengan materi yang sudah dijelaskan di kelas, tetapi di materi yang dijelaskan di kelas lebih dirinci lagi menjadi 3 jenis metode, yaitu Quantitative unit Method, Weighted Average Method, dan Average Unit Cost Method. Sedangkan untuk Market-Based Method, metodenya sama saja hanya penyebutannya saja yang berbeda yaitu Market Value Method Joint Products Salable at Split-off. Terimakasih kurang dan lebihnya mohon maaf. Wassalamu’alaikum wr wb.

  25. Assalamualaikum wr wb, terima kasih, Miss, atas penjelasan terkait perhitungan alokasi joint cost ini. Setelah melihat video ini menurut saya untuk metode pengalokasian joint costnya sama seperti yang Miss Ayu jelaskan saat pertemuan pertama di kelas, hanya berbeda nama metodenya saja. Untuk market-based method sama dengan market value method joint products salable at splitt-off. Sedangkan untuk physical measures method sama dengan weighted average method, quantitave method, dan average unit method. Jessica Ayu Ashara / Kelas 5-04 Akuntansi Alih Program

  26. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasan pada media pembelajaran onlinenya. Menurut saya perbedaan video ini dengan Buku Cost Accounting karangan Carter terletak pada cara pengalokasian Physical Measures Method. Cara penghitungan alokasi joint cost dengan Physical Measures Method pada video ini memiliki kesamaan dengan Average Unit Cost Method sedangkan pada buku Carter terdapat 2 jenis metode pengalokasian yang lain yaitu Weighted Average Method dan Quantitative Unit Method. Selain itu, setelah saya membaca buku Hongren dan Carter ternyata terdapat perbedaan cara pandang yang mendasar yaitu Hongren menyatakan bahwa by product termasuk didalam joint product sedangkan menurut Carter by product tidak termasuk dalam joint product. Daniel Oktavianus K. S./ 5-02 D III Akuntansi AP

  27. Assalamu’alaikum Wr Wb, terimakasih Miss Ayu atas penjelasan mengenai pendekatan alokasi Joint Cost menurut Horngren. Menurut saya, metode alokasi Joints Costs pada buku Horngren dengan buku Carter pada dasarnya sama. Perbedaannya hanya pada penamaan metodenya. Pada buku Horngren ada 2 metode, yakni physical measures (perbandingan jumlah unit/total produksi) dan market-based (harga jual). Untuk physical measures method pada Carter dijelaskan lebih rinci lagi, yaitu average unit cost method, weighted average method dan quantitative unit method, sedangkan Horngren hanya satu metode saja dimana lebih menekankan pada pembobotan. Untuk market-based (sales value at splitoff method) sama seperti market value method joint products saleable at split-off pada Carter. Amalia Sari W/06/5-04 D3 Akuntansi AP

  28. Terimakasih miss ayu atas penjelasannya 🙂 Setelah melihat video ini saya menemukan persamaan dan perbedaan antara sumber referensi buku carter dan horngren 1. Metode kuantitaf pada kedua buku Physical measure (horngren) = Quantitative unit method (carter), keduanya sama-sama mengalokasikan joint cost berdasarkan jumlah produksi. Namun sebagai tambahan,terdapat keunggulan dalam buku carter dimana terdapat metode kuantitatif lain yaitu weighted average method. Dimana metode tersebut mempertimbangkan kualitas/bobot per jenis produk. Hal ini menurut saya sangat berguna, karena apabila suatu produk tidak terdapat harga pasar, tetapi mempunyai nilai lebih/kualitas yang berbeda maka metode tersebut sangatlah berguna. 2. Metode harga pasar : Market based (horngren) dan market value method joint product salable at split off (carter). Menurut saya kedua metode ini sama, hanya istilahnya saja yang berbeda. Naila /27/5-04/D3 Akuntansi AP

  29. Dalam Video ini saya tau bahwa Physical Measures Method (dijelaskan di video) merupakan saudara kembar dari Average Unit Cost Method (dijelaskan dikelas) serta Market-Based Method mirip dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off. (Tito Rinaldi / 37 / 5-04 / D3 Akuntansi Alih Program)

  30. Assalamu’alaikum Wr Wb, terima kasih atas penjelasan Miss Ayu, sangat membantu dalam memahami materi ini. Menurut saya perbedaan yang dijelaskan pada video ini dengan yang dijelaskan di kelas adalah pada video ini terdapat 2 pendekatan penghitungan joint cost allocation yaitu physical measures dan market method, sedangkan yang dipelajari di kelas terdapat 4 metode penghitungan joint cost allocation yaitu market value method, average unit cost method, weighted average method, dan quantitive unit method. Namun pada dasarnya konsep yang dipelajari pada video ini dengan di kelas sama. Market based method pada video ini sama penghitungannya dengan market value method (joint product salable at split off). Sedangkan physical measures method mirip dengan average unit cost method yaitu penghitungan joint cost allocationnya dengan cara membagi jumlah unit yang diproduksi masing – masing produk dengan total jumlah unit produksi kemudian dikalikan dengan total biaya produksi gabungan, selain itu juga mirip dengan quantitative unit method karena berdasarkan pada ukuran fisik unit seperti kg, liter. (Ulfa Ninawati/5-02/D3 Akuntansi Alih Program/38)

  31. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Setelah menonton video ini, saya melakukan perbandingan pada buku Horngren dan Carter dan menyimpulkan bahwa: (1) Pengalokasian biaya yang terletak pada pembobotan unit produksi dalam Pysical-Measure Method (Horngren) serupa dengan Quantitive Unit Method (Carter) dan memiliki perbedaan dengan Average Unit Cost Method yang pembobotannya terletak pada “Poin” yang diberikan berdasarkan atribut yang dimiliki suatu produk; dan (2) Pengalokasian biaya berdasarkan perbandingan harga pasar produk pada saat split-off dalam Sales Value at Splittoff Method (Horngren) sama dengan Market Value Method (Carter). (Nurfitra Magfira Andi Tahang / 31 / 5-02 D3 Akuntansi Alih Program)

  32. Assalamualaikum wr wb. Makan bakso dicampur sama markisa, terima kasih atas penjelasan yang luar biasa. Sesuai dengan tugas yang diberikan, berikut beberapa perbedaan yang ada pada video dengan penjelasan yang Miss Ayu ajarkan di kelas : 1. Di video Miss Ayu menggunakan cara yang ada di Buku Horngren, sedangkan di kelas, di power point yang ditampilkan juga, Miss Ayu menggunakan cara di Buku Carter. 2. Untuk video ini, Miss Ayu menggunakan pendekatan paling dasar dalam menghitung joint cost seperti yang tertera di Buku Horngren, yaitu A. Physical measurement method, yaitu jika tidak membutuhkan data harga jual produk. B. Market based, yaitu jika membutuhkan data harga jual produk. Dua pembagian ini merupakan bagian dari penghitungan joint cost yang berhenti pada titik pertama dilakukannya pemecahan biaya (split-off point). Sedangkan untuk yang dijelaskan di kelas (sesuai Carter), pembagian untuk penghitungan joint cost ada 4 yaitu Market Value Method (Joint Product Salable at Split-Off dan Joint Product Not Salable at Split-Off), Average Unit Cost Method, Wighted-Average Method dan Quantitative Unit Method. Physical measurement method dilihat dari cara penghitungannya serupa dengan Average Unit Cost Method, sedangkan Market Based disini serupa dengan penghitungan dengan Market Value Method bagian Joint Produt Salable at Split-Off. Malam minggu sama Aura Kasih. Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum wr wb. Novita Kusuma Wardhani / 5-02 / D3 Akuntansi AP

  33. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Yang dapat saya pahami di materi kali ini adalah beberapa metode dalam menentukan joint cost, ada Physical-Measure Method dari buku Horngren sedangkan di buku Carter dibagi menjadi 3, yaitu Average Unit Cost Method, Weighted-Average Method, dan Quantitative Unit Method. Dan Market Based Method mirip dengan Market Value Method Joint Product Salable at Split-Off. (Dewi Nitavesina / 5-02 D3 Akuntansi Alih Program)

  34. Terima kasih miss Ayu, sebelum melihat video ini saya masih ngambang. Tapi setelah melihat video ini saya jadi paham apa yang sebelumnya saya bingungkan. Terus berkarya Miss Ayu. (Andianta Iqbal P/ 8/ 5-4 D3 Akun AP)

  35. Selamat Siang, Terimakasih atas penjelasan dari video nya tentang Joint Cost. Berdasarkan video tersebut terdapat 2 metode yang cukup sederhana dalam menentukan Allocation Joint Costs yaitu: 1. Physical Measure Method dimana perhitungan alokasi menggunakan tangible atributes (sesuatu yang dapat diukur) contohnya : Liter, Unit, Kilogram, Pounds, dsb. Perhitungan ini tidak sebanding, karena hanya melihat bobot setiap unitnya, sehingga nantinya menghasilkan nilai biaya yang sama. Physical Measure Method menurut Horngren menunjukan perhitungan yang hampir sama dengan metode dalam buku Carter yaitu Average Unit Cost (jumlah unit), Weighted Average (besaran Bobot) dan Quantitative Unit (Unit pengukuran) Method. 2. Market Based Method: menggunakan Data Penjualan Produk contohnya nilai jual. Perhitungan yang dilakukan berdasarkan metode ini mirip dengan perhitungan berdasarkan Market Value Method (Buku Carter) yaitu Joint Product Salable At Split- Off. (Anisatul Faizah / 5-02 D3 Akuntansi AP- 07)

  36. Terima kasih penjelasannya Miss Ayu, videonya memudahkan saya untuk lebih memahami materi Joint Cost ini. Jika dibandingkan dengan buku Carter, di video ini terdapat perbedaan metode pendekatan dalam pengalokasian Joint Cost, yaitu Physical Measure Method yg mengalokasikan joint cost menggunakan pengukuran fisika seperti berat, jumlah, atau volume dari suatu produk gabungan. Sedangkan di buku Carter ada 3 metode pengalokasian, yaitu Average Unit Cost Method, Weighted Average Method, dan Quantitative Unit Method, yg sebenernya hampir mirip. Sekali lagi terima kasih telah menambah referensi. (Septiani Arthalingga / 5-02 DIII Akuntansi AP / 35)

  37. Terima kasih ilmunya Miss Ayu, menurut saya angle pengambilan videonya keren, penjelasannya juga mudah dimengerti. Perbedaan yang saya temukan pada video ini dengan penjelasan di kelas adalah pada metode pertama (Physical Average Method) langsung membagi bobot/jumlah suatu joint product dengan bobot/jumlah produk awal sebelum di-split off lalu dikalikan dengan total cost. Metode ini mirip dengan Average Unit Cost Method. Berbeda dengan Weighted-Average Cost Method yang mempertimbangkan “poin” yang diberikan oleh akuntan manajemen, begitu juga dengan Quantitative Unit Method yang memasukkan perhitungan bobot/jumlah produk yang direvisi.. Terima kasih miss ?

  38. Terima kasih ilmunya Miss Ayu, menurut saya angle pengambilan videonya keren, penjelasannya juga mudah dimengerti. Perbedaan yang saya temukan pada video ini dengan penjelasan di kelas adalah pada metode pertama (Physical Average Method) langsung membagi bobot/jumlah suatu joint product dengan bobot/jumlah produk awal sebelum di-split off lalu dikalikan dengan total cost. Metode ini mirip dengan Average Unit Cost Method. Berbeda dengan Weighted-Average Cost Method yang mempertimbangkan “poin” yang diberikan oleh akuntan manajemen, begitu juga dengan Quantitative Unit Method yang memasukkan perhitungan bobot/jumlah produk yang direvisi.. Terima kasih miss ? Muhammad Noor // 5-02 // Akuntansi AP 2018

  39. Assalamu’alaykum wr. wb. Terimakasih banyak Miss Ayu atas penjelasannya. Menurut saya secara konsep physical measure method ini sama dengan Average Unit Method pada buku Carter. Kedua metode ini mengalokasikan joint cost berdasarkan jumlah fisik produk tanpa membedakan jenisnya. Namun di buku Carter dibahas lebih lanjut dalam Weighted Average Cost Method dimana setiap produk diberi point sehingga antara produk 1 dengan yg lain walau jumlah fisiknya sama akan mempunyai bobot yg berbeda. Untuk metode yg kedua, menurut saya secara konsep dan prinsip baik dalam Horngren maupun Carter keduanya sama. Perbedaannya hanya dalam penggunaan istilah saja di Carter ada istilah ultimate market value pada Market Value Method pada buku Horngren Market Base Method hanya disebut Sale Value of total production saja Siti A’lawiyah Yusup // 35 // 5-04 // DII Akuntansi Alih Program

  40. Terima kasih penjelasannya Miss Ayu. Menurut saya, di video ini terdapat perbedaan pada istilah pendekatan Physical Measure Method yang hampir sama dengan average unit cost method, weighted-average cost method, dan quantitative unit method. Siti Rahma Annida Rachim (36) / 5-02

  41. Assalamu’alaikum wr.wb. Mohon izin untuk menanggapi Miss. Secara keseluruhan materi yang disampaikan di kelas dan di KLC sama. Namun ada beberapa istilah yang berbeda antara di buku Carter dengan yang disampaikan. Salah satunya yaitu metode market-based. Dalam buku Carter metode tersebut dinamai dengan market value method. Selain itu, untuk metode physical measure method dalam buku Carter metode pembobotan tersebut dibahas lebih lanjut menjadi 3 metode yaitu 1. avarage unit cost method (alokasi biaya gabungan ke produk gabungan dengan dasar jumlah unit) 2. weigthed avarage method (pembobotan didasarkan pada atribut seperti ukuran, tingkat kesulitan dll) 3. quantitative unit method (pengalokasian biaya gabungan berdasarkan satuan pengukuran yang sama, seperti meter, galon dll) Terima kasih Miss Ayu. Reysy Dwi Prasetyani/ 5-02 DIII Akuntansi AP

  42. Secara umum, pada bahasan kali terdapat 2 metode dalam menentukan joint products atau joint cost yaitu Physical Measure Method dan Market Based Method. Kedua metode ini telah dijelaskan dikelas namun dengan istilah yang berbeda yaitu Average Unit Cost Method dan Market Value Method. (Ahmad Ruhyat Firdaus/ 5-04 DIII Akun AP)

  43. Assalamualaikum wr wb. Trima kasih atas penjelasannya Miss. Perbedaan antara yang disampaikan pada video dan dikelas yaitu, yang pertama Physical Measures Method yang dijelaskan di video ini menggunakan prinsip yang sama pada metode yang telah Miss Ayu jelaskan sebelumnya di kelas yaitu metode Average Unit Cost Method. Dan yang kedua metode market base sama saja dengan metode market value joint product salable at split off, sesuai yang sudah Miss Ayu sampaikan di kelas. Jadi untuk perbedaan nya yang saya lihat dalam penjelasan tersebut dengan yang disampaikan dikelas hanya pada penyebutannya. Sekian, Wassalamualaikum Wr Wb (Muhammad Said Albana/kelas 4-03/No Absen 28)

  44. Assalamualaikum Wr.Wb. Terima kasih Miss ayu atas penjelasannya pada video ini. Yang saya tangkap dari video ini yaitu ada perbedaan antara yang diajarkan dikelas dengan penjelasan di video ini. Metode yang dijelaskan disini yaitu Physical Method, sementara yang dijelaskan di kelas metode tersebut dibagi menjadi 3 metode, yaitu Average Unit Method, Weighted Average Method dan Quantitative Unit Method. Selain itu saya jadi lebih paham setelah mendapat beberapa pencerahan yang dijelaskan di video ini (Muhamad Syahrul Basrah / Kelas 5-02 / D III Akuntansi AP)

  45. Assalamu’alaikum wr.wb Terima kasih atas penjelasannya, miss Ayu. Dari video ini saya menjadi paham bahwa metode Physical Measures yg terdapat di buku Horngren sama halnya dengan metode Average Unit yg dijelaskan di buku Carter. Namun selain metode Average Unit, di buku Carter jg dijelaskan mengenai metode Weighted Average dan Quantitative Unit yg dapat digunakan untuk mengalokasikan joint cost berdasarkan kriteria produk. Sedangkan metode Market Based di buku Horngren sama halnya dengan metode Market Value di buku Carter. Hanya terdapat perbedaan istilah. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb. Wanda Revina Dewi Santoso / 5-04 D3 Akuntansi AP

  46. Assalamualaikum wr wb Terima Kasih Miss Ayu atas materi yang telah miss sampaikan. Setelah melihat video ini saya menyimpulkan bahwa metode Physical Measures adalah sama dengan metode Average Unit Cost karena sama-sama mengalokasikan joint cost berdasar joint product yang dihasilka. Lalu metode market-based sama dengan metode Market Value bagian Joint Products Saleable at Split-off. Terima kasih atas ilmunya ^^. (Ibnu Abrar / D3 Akuntansi AP / 5-04)

  47. Terima kasih atas penjelasan dari Miss Ayu. Setelah menonton video saya menemukan penyebutan Metode Market-Based dalam video yang didalam buku Carter disebut Market Value Method Joint Products Salable at Split-Off. Kemudian dalam video menggunakan metode Joint Cost Physical Measurement, sedangkan di buku Carter dirinci lagi menjadi 3 metode yaitu Average Unit Cost Method, Weighted-Average Cost Method dan Quantitative Unit Method. (Glory Christinawaty/17/5-04/D3 Akuntansi AP 2018)

  48. Assalamu’alaykum wr wb. Terima kasih banyak Miss Ayu atas video penjelasannya. Videonya menarik dan mudah dimengerti. Izin menanggapi, menurut saya kedua metode di dalam video tersebut hampir sama dengan metode yang telah disampaikan di kelas. Akan tetapi untuk Physical Measures Method, pada buku Carter dijabarkan menjadi 3 metode yaitu Average Unit Cost Method, Weighted Average Method, dan Quantitative Unit Method. Sedangkan untuk Market-Based Method secara konsep sama denga Market Value Method Joint Product Salable at Split-Off pada buku Carter yaitu sama-sama menggunakan data penjualan dari produk untuk menghitung alokasi joint cost nya. Hanya istilah penyebutan yang membedakan keduanya. Ditunggu karya selanjutnya Miss 🙂 Wassalamu’alaykum wr wb. Afidah Nur Rizki/ 02/ 5-04/ DIII Akuntansi AP

  49. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Menurut saya, pada dasarnya antara buku Horngren dan Carter memiliki konsep yang sama, hanya pengklasifikasiannya yang berbeda. Pada buku Carter metode alokasi joint cost diklasifikasikan berdasarkan metode harga pasar, metode biaya rata-rata per unit, metode rata-rata tertimbang, dan metode unit kuantitatif. Sedangkan pada buku Horngren diklasifikasikan berdasarkan Physical Measures Method, Market-Based Method, Net Realizable Value Method, dan Constant Gross Margin NRV Method. (Muhammad Fauzan Widiatmoko 5-04/26)

  50. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Menurut saya perbedaannya pada Physical Measurment di mana dia tangible atribute/bisa diukur contoh kilogram, liter, kilometer, dsb. Di kelas telah disampaikan terkait Average Unit Cost Method (langsung dirata rata), Weighted Average Method (ada point per produk yang ditentukan), dan Quantitative Unit Method (untuk produk yang bisa shrinkage) (Adi Mulyo W. 5-02/02/DIII Akuntansi Alih Program)

  51. Terimakasih atas pemaparannya, Miss. Dari video ini dapat saya sampaikan bahwa terdapat 2 pendekatan dalam menentukan joint cost: yaitu physical measurement dan market value based (sales value at split off, NRV dan constant gross margin NRV) Sedangkan pendekatan yang disampaikan di kelas ada 4 yaitu : market value method, average unit cost, weighted average dan quantitive unit method (yang mirip dengan konsep physical measurement dmn diperlukan berat bersih dalam pembobotan dan juga mempertimbangkan shrinkage inventory) (Ni Luh Putu Welliana Sri Rahayu/5-04/28/D3 Akuntansi AP)

  52. Assalamu’alaikum miss ayu, setelah melihat video ini saya menjadi lebih paham terdapatnya metode untuk mendapatkan hasil perhitungan biaya, yaitu: physical measures method(bobot atas produk) yang dikelas dibedakan menjadi 3 (Average Unit Method, Weighted Average Method dan Quantitative Unit Method) dan market-based method(harga jual produk). video ini sangat bermanfaat dan semoga menjadi amal jariyah. Aamiin. wassalamu’alaikum. (Muhammad Akbar/ 25. 5-04 D-III Akuntansi Alih Program 2018)

  53. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Setelah menyimak video ini, saya menyimpulkan bahwa: 1). Physical Measures Method (buku Horngren) sama dengan Average Unit Cost Method (buku Carter). Keduanya menentukan Allocation Joint Costs berdasarkan jumlah joint product yang dihasilkan. Hanya saja di dalam buku Carter dijelaskan lebih lanjut mengenai metode Weighted Average Method dan Quantitative Unit Method yg dapat digunakan untuk mengalokasikan joint cost berdasarkan kriteria produk. 2). Market-Based Method (buku Horngren) sama dengan Market Value Method (buku Carter) hanya saja terdapat perbedaan pada penggunaan istilah. Terima kasih Toni Fauzi/ 5-4/ 38/ DIII Akuntansi AP

  54. Terima kasih Miss Ayu, video nya keren, sangta menarik dan informatif. Menanggapi tentang materi video, Metode Market-based yang di jelaskan di video, seluruh perhitungan alokasi Joint Cost nya sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off yang sudah dijelaskan di kelas. Perbedaannya menurut saya hanya terletak di istilah yang digunakan saja. Begitu pula pada phyysical measures method yang dijelaskan dalam video sama dengan Average Unit Cost Methode yang sudah dijelaskan di kelas.yang mebedakan hanya mengenai oenyebutan istilah metodenya saja. Secara konsep dan perhitungan sama saja, yang berbeda hanya istiliah di video ini hanya ada physical measures method, sedangkan yang dijelaskan di kelas terdapat 3 metode lain yaitu Quantitative unit Method, Weighted Average Method, Average Unit Cost Method. Saya suka sekali dengan penjelasan miss ayu di video ini sangat mudah dipahami. ditunggu video selanjutnya miss Rekza Restu Putra (33) / 5-04 D3 Akuntansi Alih Program

  55. Terima kasih Miss atas video pembelajarannya. Physical measures method sebenarnya sama dengan metode yang sudah diajarkan di kelas. Motode yang diajarkan di kelas pada buku Carter dirinci lagi menjadi 3, yaitu Quantitative unit Method, Weighted Average Method, dan Average Unit Cost Method. Sedangkan Market-Based Method yang di jelaskan pada video, metodenya sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off seperti yang sudah diajarkan di kelas. (Aditya Pratama Indra Sanjaya / 5-04 DIII Akuntansi Alih Program / 2)

  56. Terima kasih atas penjelasannya miss ayu. ada sedikit perbedaan pada video diatas yang menekankan pada pembebanan/pembobotan masing-masing produk sedangkan yang dipelajari di kelas dijelakan kedalam tiga metode yaitu Average Unit Method, Weighted Average Method dan Quantitative Unit Method. ( Muhammad Nizar Arifullah / D3 Akuntansi AP 5-02 )

  57. Assalamualaykum wr wb, terima kasih atas penjelasan yang Miss Ayu berikan,dari penjelasan mengenai Physical Measurement Method merupakan metode yang hampir sama dengan metode Average Unit Method yang sudah di pelajari di kelas. Dan dalam pembelajaran di kelas terdapat 2 metode lainnya yaitu Quantitative Unit Method dan Weighted Average Method. Terima kasih telah memberikan ilustrasi untuk membantu saya dalam proses pembelajaran (Dimas Singgih Fandana, 5-02, D3 Akuntansi Alih Program).

  58. Terima kasih Miss atas penjelasannya. Metode physical Measure sama dengan metode yang dijabarkan di buku Charter, yaitu average unit method, weighted average method dan quantitative unit method. Dan market based method sama dengan market value method joint product salable at split-off di buku Charter.

  59. Terima kasih atas videonya, penjelasan pada dasarnya sama dengan metode pada buku Charter hanya terdapat metode yang lebih detail dibahas pada buku charter untuk metode physical Measurment dibedakan lagi menjadi metode Average Unit Cost, Weighted Average Cost dan Quantitative Methode. sedangkan untuk Market based sama dengan metode Market Value pada buku Charter, terima kasih (Achmad Rifan Hidayat/ 5-02 Akuntansi AP/ 01)

  60. Terima kasih atas penjelasannya, Miss Ayu. Dari penjelasan yang ada di video, penghitungan alokasi joint cost dengan metode Physical Measures Method pada dasarnya menggunakan prinsip yang hampir sama dengan metode Average Unit Cost Method yang telah dibahas di kelas. Selanjutnya, metode Market-Based Method juga sama dengan metode Market Value Method Joint Producs Salable at Split-Off Point. Terima kasih (Yoki Salenko Sumbayak, 5-02, D3 Akuntansi Alih Program, 39)

  61. Sebelumnya terima kasih atas penjelasannya Miss, sangat menambah pemahaman saya atas materi tersebut. Physical measurement method yang dijelaskan di video hampir sama dengan average unit cost method (hanya beda istilah) yang dijelaskan di buku carter. Selain itu di buku carter dijelaskan pula 2 metode lain yaitu weighted-average method dan quantitative unit method. Sedangkan market based method sama dengan market value after split off point di buku carter. Terima kasih (Desi Sartika/5-02 Akuntansi AP)

  62. Alhamdulillah akhirnya tercerahkan dgn adanya video ini, perbedaannya materi di kelas krn daya tangkap saya yg kurang cepat kadang butuh waktu lama utk memahami jadi ada yg kurang dimengerti. Walaupun tdk sedetail di buku seperti pada metode Physical Measurement namun menurut saya di video ini tujuannya utk menyederhanakan konsepnya, lebih jelas walau tdk memakai contoh2 yg rumit. Bisa dilihat dari penggunaan istilah yg sederhana utk metode market based sehingga tdk sulit dihapal sprti di buku. Dan karena ini kedua kalinya belajar tntang ini jadi lebih dpt dimengerti. Terima kasih. (Andi Muhammad Nur Fauzan Hayyu/5-02/D3 Akuntansi AP/05)

  63. Hollaa miss Ayu terima kasih banyak untuk materi yang diberikan, InsyaAllah bermanfaat dan menambah pengetahuan. Sejauh ini yang Saya tangkap perbedaan yang paling mendasar hanyalah terkait penyebutan istilah yang ada antara carter dan hongren. Perbedaan yang sedikit signifikan adalah metode yang ada di buku karangan carter menjelaskan metode average weighted lebih detail dibanding hongren. -Damarayuda Byananda / 5-02 / 10 / D III Akuntansi AP

  64. Assalamualaikum, terimakasih miss atas video dan penjelasannya. Pada prinsipnya apa yang miss sampaikan dalam video ini sama dengan yang telah disampaikan pada pembelajaran tatap muka di kelas, perbedaan yang bisa saya dapat hanya pada istilah penamaan metode saja. Physical measure method yang dijelaskan divideo dijabarkan lg menjadi 3 pada pertemuan di kelas yaitu average unit cost method, weighted average method dan quantitative unit method. Kemudian market based method sama dengan market value joint product saleable at split of, hanya penamaan saja yang berbeda. Terimakasih miss, Semoga terus memberikan inspirasi bagi kami. Wassalamualaikum (Andro Rayvaldi Hardianto//5-02//D3 Akuntansi AP)

  65. Terimakasih Miss Ayu atas penjelasannya dalam video ini. Pada video kali ini miss membahas mengenai physical measures method dan market base method. Ketika kita di kelas kemarin, terdapat dua metode yang sama namun dengan istilah yang berbeda. Physical Measures Method pada pertemuan lalu kita kenal dengan Quantitive Unit Method (dimana terdapat shrinkage saat produksi) dan Market Base Method pada pertemuan lalu kita kenal dengan nama Market Value Method Joint Product salable at Splitt Off point. Ada lagi yang berbeda, pada pertemuan lalu miss sempat menyinggung tentang weighted average method (proporsi jumlah unit yang produksi terhadap keseluruhan jumlah produksi). Dzaki Naufal Jasir (15/5-02)

  66. Terimakasih Miss Ayu videonya mudah dipahami, sangat bermanfaat buat menambah pemahaman. (Agung Vaulinton, 5-02AP)

  67. Terima kasih untuk penjelasannya Miss Ayu. Berdasarkan video diatas serta pelajaran yang diperoleh di kelas, dapat disimpulkan bahwa Physical Measure Method memiliki kesamaan dengan pendekatan Average Unit, Weighted Average dan Quantitative Unit Method yang ada di buku Charter. Sedangkan untuk pendekatan Market Based Method memiliki kesamaan dengan Market Value Method Joint Product Salable at Split Off yang ada di buku Charter juga. Semoga video yang dishare ini bisa benar-benar memberi manfaat yang baik untuk saya dan teman-temas sekalian sehingga bisa lebih memahami materi yang diberikan. (Gerald Deo Christian 15/5-04 Akuntansi AP)

  68. Terimakasih Miss Ayu atas penjelasan di videonya. Setelah melihat video tersebut saya menjadi paham dan tahu bahwa Physical Measures Methode sama dengan yang telah dipelajari ketika kelas yaitu Average Unit Cost Methode. Keduanya tidak memperhitungkan harga pasar sebagai dasar untuk mengalokasikan Joint Cost. (Stefanus Defta Praditya / 5-04 /D3 Alih Program 2018)

  69. Assalamu’alaikum Miss Ayu Terima kasih atas penjelasannya, sangat membantu dan mudah dipahami. Dari penjelasan di atas, saya mendapatkan informasi bahwa Physical Measurement Method yang dijelaskan di sini sama dengan Average Unit Cost (Carter) yang dijelaskan di kelas. sedangkan, Market Based Method yang dijelaskan di sini secara konsep sama dengan Joint Product Salable at Split Off pada bagian Market Value Method yang terdapat pada Buku Carter. Wassalamu’alaikum (Faisal Pribadi/13/5-04)

  70. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu, menurut apa yang saya tangkap dari video ini terdapat dua metode yaitu Physical Measures Method dan Market-based Method, dimana dalam Physical Measures Method tidak digunakan harga pasar (market value) namun berdasarkan pembebanan masing-masing produk sedangkan saat materi di kelas dijelaskan dalam tiga metode yaitu Average Unit Method, Weighted Average Method dan Quantitative Unit Method yang mana pembebanan masing-masing metodenya masih menggunakan pendekatan lebih lanjut. Kemudian untuk Market-based Method menurut saya mirip dengan metode Market Value Joint Producst Salable at Split-Off Point yang telah Miss Ayu jelaskan di kelas karena kesamaan dalam perhitungan alokasi joint cost nya. Bregas Qodir (08 / 5-02 D3 Akuntansi AP)

  71. Assalamualaikum miss ayu, terima kasih atas penjelasannya sangat membantu memahami materi ini. Menurut saya antara penjelasan video tersebut (Horngren) dengan penjelasan di kelas (Carter) terdapat perbedaan sebagai berikut : (1) Physical Measures Method pada video ini memiliki prinsip yang sama dengan Average Unit Cost Method dan Quantitive Unit Method, Namun di video tidak dijelaskan contoh yang mirip dengan Weighted Average Method. (2) Market-Based Method dalam video ini, perhitungannya sama dengan Market Value Method Joint Product Salable at Split-Off hanya berbeda istilah saja. Terima Kasih (Nurul Hidayah/5-02 DIII Akuntansi Alih Program)

  72. Assalamualaikum Miss. Terimakasih atas penjelasannya yang sangat membantu Miss. Mohon izin untuk menanggapi, setelah melihat video di atas menurut saya Physical Measures Method sama dengan Average Unit Cost Methode yang sudah dibahas di pertemuan dikelas, dan ada 2 metode lain yaitu Weighted-Average Cost Method dan Quantitative Unit Method. Kemudian untuk Market-based Method yang di jelaskan di video diatas, seluruh perhitungan alokasi Joint Cost nya sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off yang merupakan istilah dibuku Carter dan dijelaskan dikelas. (Annisa Nur Afiffah / 5-04 D3 Akuntansi AP / 09)

  73. Huaaa makasih miss atas penjelasannya, sangat membantu jd lebih paham? Menurut saya perbedaan materi di video (Horngren) dgn yg telah dijelaskan di kelas (Carter) terletak pd istilah metode yg digunakan saja. Di video hanya ada metode Physical Measur sdgkn di Carter dibagi mjd 3 metode, yaitu Average Unit Cost, Weighted Average, dan Quantitive Unit. Kemudian untuk metode Market Based pd video scr konsep sama dgn metode Market Value Joint Product Salable at Split-off. Rischa Dwima Noverlyanti (34) / 5-02 DIII Akuntansi AP

  74. Assalamualaikum, Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya, secara video pada Physical Measures Method menurut saya sama dengan materi yang sudah diajarkan di kelas tetapi dibagi menjadi 3 jenis metode (Carter), yaitu Quantitative unit Method, Weighted Average Method, dan Average Unit Cost Method. Kemudian terkait Market-Based Method yang di jelaskan pada video, secara metode sama dengan Market Value Method Joint Products Salable at Split-off seperti yang sudah diajarkan di kelas. (Beny Subarja / 5-04 DIII Akuntansi AP)

  75. Terima kasih banyak, miss Ayu. Menurut saya perbedaan yang “Physical Measures Method” dengan yang Carter, adalah jika di Carter mereka membuatnya menjadi lebih mendetail, ada “Quantitative Unit Method”, “Weighted Average Method” dan “Average Unit Cost Method”. Sedangkan untuk “Market-based Method” konsepnya sama seperti “Market Value Method” yang bagian “Saleable at Split-Off Point” di Carter. (Haryo Arief Wicaksono, 5-04, DIII Akuntansi Alih Program)

  76. Terima kasih Miss Ayu.. Penjelasannya sama seperti di kelas. Untuk physical measures method sama seperti penjelasan dikelas yaitu average unit method, weighted average method dan quantitative method. Sementera untuk market-based method sama seperti market value method joint products saleable at split off. (Hendro Kriwanto Hutasoit/20/5-04/ D3 Akuntansi AP)

  77. Assalamualaikum wr wb. Selamat malam Miss Ayu, terima kasih atas penjelasan yang diberikan. Dari video KLC ini, yang dapat saya ambil (1) Physical Measures Method disini sama dengan Average Unit Cost karena sama2 mengalokasikan joint cost secara merata berdasarkan jumlah joint product yang dihasilkan. Hanya di buku Charter dibahas secara lebih mendetail dengan mengelompokkannya dalam 3 bagian. (2) Market-Based Method sama dengan Market Value Method bagian Joint Products Salable at Split-off, keduanya sama2 menggunakan total market value untuk mengalokasikan joint cost. Yang membedakan hanyalah nama metodenya saja, namun cara penghitungannya sama. Kurang lebih itu yang dapat saya simpulkan, mohon maaf apabila ada salah dalam pemahaman. Terimakasih Miss Ayu atas videonya ini☺️ (Nofrida Nurmalia Masytha/5-04 D3 Akuntansi AP18/29)

  78. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu. Menurut Saya Physical Measures Method sama dengan Average Unit Cost Method dan Market based Method sama dengan Market Value Method Joint Product Salable at Split-off hanya istilah dan penyebutan metode yang berbeda. Vendhi Suryono (5-04 D III Akuntansi AP/39)

  79. Zahra Aulia Djanah 3-38: Terimakasih atas penjelasannya Miss Ayu. Physical Measures Method menurut saya tidak jauh berbeda dengan Average Unit Cost, sedangkan Market Based Method sama dengan Market Value Method hanya berbeda istilah antara buku Carter dan Horngren

Leave a Message