Setup Menus in Admin Panel

Joint Products: Net Realizable Value Method and Constant Gross Margin NRV Method

 

Pada seri alokasi biaya (akuntansi biaya) kali ini, Ibu Rahayu Kusumawati, Dosen PKN STAN dari Jurusan Akuntansi, menjelaskan tentang metode-metode selanjutnya dalam menentukan joint products atau joint cost, yaitu Net Realizable, Value Method dan Constant Gross Margin NRV Method.

Rating: 4.9/5. From 110 votes.
Please wait...

Views : 0

130 responses on "Joint Products: Net Realizable Value Method and Constant Gross Margin NRV Method"

  1. alhamdulillah jadi paham. terimakasih, semoga berkah.

  2. Terimakasih Miss Ayu sangat membantu

  3. Terimakasih atas penjelasnnya miss, dari video ini terdapat satu metode lagi yang berbeda dari yang diajarkan dikelas yaitu metode ke-3 (Gross Margin at NRV Method) dimana kita harus mengetahui pencapaian atas laba kotor terlebih dahulu yang selanjutnya digunakan sebagai basis untuk pengalokasian join cost. I Komang Raden Sentana Putra / 5-02 D3 Akuntansi AP

  4. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Saya Yudhanti Hijrahiswari dari kelas 5-02 D3 Akuntansi AP. Terima kasih atas penjelasannya miss. Sangat membantu dan mudah dipahami. Menurut saya, ada beberapa perbedaan antara penjelasan di video dengan penjelasan miss Ayu di kelas yang menggunakan buku Carter yaitu. 1. Di video, biaya tambahan yang dikeluarkan untuk memproses bahan baku lebih lanjut disebut Separable Cost, sedangkan di buku Carter disebut Processing Cost After Split Off. 2. Di video, Hasil pengurangan antara final sales dengan separable cost disebut Net Realizable Value at splitpoff point. Sedangkan di buku Carter disebut Hypothetical Market Value. 3. Di buku Carter tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai Constant Gross Margin NRV Method. Pada dasarnya sama saja dengan NRV Method, hanya pada tahap pertama, harus menghitung Gross margin percentage yang didapat dari Final sales value (total jumlah sales value semua produk) dikurangi dengan total separable cost. Hasil pengurangan tersebut kemudian dibagi dengan final sales value. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

  5. Assalamu Alaikum Wr. Wb. Terima kasih atas penjelasannya. Penjelasan di video ini kurang lebih sama dengan yang di pelajari di kelas. Yang berbeda hanya beberapa istilah yg digunakan (e.g Separable cost vs Processing cost , etc), dan adanya metode lain : metode Constant Gross Margin NRV Method, yaitu dengan menghitung COGS keseluruhan produk terlebih dahulu (Joint cost + separable cost), lalu menghitung Gross Margin dengan mengurangkan Sales dan COGS. Kemudian Final Sales Value masing2 produk dikurangkan dengan Gross Profit, dan Separable Cost, dan akhirnya akan mendapatkan Joint Cost Allocated masing2 produk. Krysna K. Manggala // Kelas 5-02 // D-III Akuntansi Alih Program.

  6. Assalamu’alaikum..terima kasih atas penjelasan Miss Ayu. Net Realizable Value Method yang dijelaskan dalam video ini kurang lebih sama dengan Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off yang telah diajarkan di kelas. Perbedaannya terletak pada beberapa istilah yang digunakan. Contohnya dalam Net Realizable Value Method menggunakan istilah separable cost, sedangkan dalam Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off menggunakan istilah Processing Cost after Split-Off, dsb. Kemudian dalam Constant Gross Margin NRV Method ada tambahan step untuk mencari laba kotor yang akan digunakan sebagai basis alokasi joint cost. Jika pada metode sebelumnya dikalikan bobot, maka pada Constant Gross Margin NRV Method dikalikan Gross Margin percentage. Terima kasih, wassalamu’alaikum. (Najah Dhiya Kamilina / 5-02 D3 Akuntansi AP)

  7. Assalamualaikum wr. Wb. Terima kasih atas penjelasan dari Miss Ayu pada video ini. Setelah melihat video tersebut, saya mendapat informasi baru tentang metode berbeda yang diajarkan di kelas yaitu metode constant gross margin at NRV. Pertama, kita mencari gross margin dengan cara final sales minus joint and separable cost. Kedua, mencari total production cost dengan cara sales minus persenan gross margin. Ketiga, mencari joint cost dengan cara total production cost minus separable cost. Trims. Wassalamualaikum wr. Wb. (M. Ardi prabowo 5-2/23)

  8. Assalamu’alaikum Wr. Wb. sebelumnya terimakasih atas penjelasan dari miss ayu. untuk Net Realizable Value Method yang dijelaskan dalam video diatas, menurut saya hampir sama dengan Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off. Yang mungkin terdapat perbedaan hanya dibagian penyebutan istilah separable cost dengan istilah Processing Cost after Split-Off. Namun dalam video diatas saya mendapatkan ilmu baru yaitu Constant Gross Margin NRV Method. yaitu metode untuk mencari alokasi joint cost dengan cara mencari persentase gross profit margin. kemudian persentase tersebut dikalikan dengan final sales value. dan kemudian nilai tersebut bersifat sebagai pengurang dari nilai final sales. step terakhir dikurangkan lagi dengan nilai separable cost. Sekian dan Terimakasih, wassalamu’alaikum. (Mohammad Miftahul Farid Mubarrok/ 5-02 D-III Akuntansi Alih Program 2018)

  9. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu. Menurut saya Metode Net Realizable Value Method yang dijelaskan di video sama saja dengan metode Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off Point yang telah Miss Ayu jelaskan di kelas, perbedannya hanya penggunaan istilah metodenya saja. Untuk metode baru yang dijelaskan di video yaitu Constant Gross Margin NRV Method hasil akhirnya sama dengan metode Market Value Joint Products Salable at Split-Off Point yaitu menghasilkan Gross Margin Percentage yang sama tiap produknya. Hanya saja di metode yang baru ini gross margin akan ditentukan terlebih dahulu berdasarkan hasil pengurangan Final Sales Value seluruh produk dengan Production Costnya (Joint Cost dan Separable Cost/Processing Cost after Split-Off). Kemudian pemaksaan rate Gross Margin yang sama ini juga akan mempengaruhi alokasi Joint Cost masing-masing produk dan akhirnya menghasilkan cost per unit yang berbeda. Evans Yudi Nugraha (5-02/17)

  10. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Terimakasih atas penjelasannya miss. Terdapat beberapa perbedaan yang terdapat pada video dengan yang dijelaskan di kelas. Yang pertama tentunya terdpat beberapa istilah yang berbeda dari buku Carter seperti istilah Separable Cost dengan Processing Cost after Split off yang sebenarnya memiliki makna yang sama. Namun, perbedaan yang paling terlihat adalah metode baru yang dijelaskan di video yaitu Constant Gross Margin NRV Method yang menggunakan Gross Margin untuk menjabarkan alokasi dari Joint Cost masing-masing produk. Seperti yang dijelaskan di video bahwa metode ini tidak berbeda jauh dari NRV method. Tahap pertama yang dilakukan adalah menghitung Gross Margin Precentage yang didapatkan dari total Gross Margin (pengurangan antara Final Sales dengan Production Cost/COGS yang terdiri dari jumlah Joint dan Separable Cost) dengan Final Sales Value. Precentage inilah yang selanjutnya akan dipakai untuk mengalokasikan Joint Cost masing-masing produk. Sekian dari saya, terimakasih (Muh. Rezky W. Kusuma / 5-04 DIII Akuntansi Alih Program)

  11. Assalamualaykum Wr. Wb. Terima kasih atas pemaparan materi yang sangat luar biasa menarik, mudah dipahami dan selalu ‘reminding’. Hanya sedikit perbedaan baik yang disampaikan Miss Ayu di kelas maupun dalam video ini dengan buku W.K. Carter, yaitu penamaan separable cost dengan processing cost after split-off namun tetap memiliki pengertian yang sama. Saya juga mendapatkan materi baru berkat adanya video ini terkait constant gross margin NRV method yang perhitungannya memperhatikan gross margin. Sekali lagi terima kasih Miss Ayu….. Hari Santoso / 18 / Kelas 5-04 / DIII Akuntansi Alih Program

  12. Assalamu’alaikum wr wb. Terima kasih atas materi yang dijelaskan miss, Net Realizable Value Method sama dengan Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off hanya berbeda pada istilah yang digunkan. Kemudian terdapat metode baru yang belum di jelaskan di kelas yaitu Constant Gross Margin NRV Method yang fokus pada berapa pencapaian atas laba kotornya yang akan digunakan sebagai basis alokasi. Metode ini dalam mencari joint cost allocation dibagi menjadi 3 langkah yaitu langkah pertama mencari Gross Margin Percentage, kedua mencari production cost yaitu dengan mengalikan penjualan dengan Gross Margin Percentage bukan dengan pembobotan dan yang ketiga sama dengan metode NRV Method yaitu joint allocation didapat dari total production cost dikurangi dengan separable cost. Terimakasih. Wassalamu’alaikum wr wb. (Akbar Nugroho / 5-02 D3 Akuntasi Alih Program)

  13. Terima kasih atas penjelasan yg diberikan. Menurut Saya terdapat beberapa perbedaan antara Buku Carter dengan Horngren. Secara teori, Net Realizable Value Method (Horngren) sama dengan Market Value Method Joint Product Not Salable at Split-Off (Carter). Hanya terdapat perbedaan di penyebutan istilah yaitu Separable Costs (Horngren) dengan Processing Costs After Split Off (Carter). Untuk Constant Gross Margin Precentage NRV Method (Horngren), dijelaskan bahwa untuk menentukan alokasi joint cost harus terlebih dahulu menghitung gross margin precentagenya secara keseluruhan. Dimana gross margin precentage diperoleh dari perhitungan = Final Sales – (Separable Cost + Joint Cost) kemudian dibandingkan dengan Final Sales. Sedangkan dalam buku Carter tidak dijelaskan secara khusus adanya metode seperti itu. Hanya saja dijelaskan bahwa laporan seringkali dibuat agar joint product mempunyai profitabilitas yang sama yaitu dengan cara menentukan gross margin precentage yg sama untuk setiap produk. Namun, Gross Margin precentage disini dihitung dengan cara = Final Sales – COGS. Dalam COGS tersebut telah terdapat perhitungan persediaan akhir. Baru kemudian dibandingkan dengan Final Sales. (Farina Ayu Yolanda / 5-02 D3 Akuntansi Alih Program / 18)

  14. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas penjelasannya, Miss. Setelah membandingkan video dengan materi Miss Ayu di kelas, menurut saya Net Realizable Value Method hampir sama dengan materi yang telah disampaikan di kelas. Perbedaannya hanya pada penyebutan “separable cost” di video sedangkan di materi disebut “Processing Cost after Split-Off”. Perbedaan yang tidak ada di materi adalah mengenai Constant Gross Margin NRV Method yaitu metode untuk mencari alokasi joint cost dengan cara mencari persentase gross profit margin terlebih dahulu. (Brian Aryo Wicaksono/ 5-02 D-III Akuntansi AP 2018)

  15. Terima kasih Miss sangat bermanfaat. Untuk NRV method sama dengan penjelasan di kelas, yang berbeda adanya Constant Gross Margin NRV method yang menggunakan gross margin percentage untuk menghitung alokasi joint costs. (Erwin Pratama/5-02 Akt AP/16)

  16. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu. Pada dasarnya metode Net Realizable Value Method sama dengan Join Products Not Salable at Split-off yang telah dijelaskan di kelas, hanya beberapa istilah yang sedikit berbeda dalam penyebutannya (penggunaan separable cost dan processing cost). Video ini juga menjelaskan metode baru yaitu Constant Gross Margin NRV Method. Fokusnya adalah untuk menghitung pencapaian laba kotor yang nantinya untuk menghitung join cost allocated. Perbedaanya dengan proses sebelumnya yaitu dengan cara mengalikan final sales value of total production dengan gross margin precentage. Setelah itu menyelisihkan final sales value of total production dengan gross margin dan diperoleh total production cost. Kelanjutan proses ini sampai dengan alokasi biaya masing-masing produk sama dengan metode yang sebelumnya (NRV). (Glady Fiona / 5-02 D3 Akuntansi Alih Program / 18)

  17. Assalamu’alaykum Wr. Wb. Terima kasih atas penjelasan Miss Ayu tentang Net Realizable Value Method yang ternyata hampir sama dengan Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off yang telah diajarkan di kelas. Perbedaannya terdapat pada penyebutan Separable Costs (Horngren) dengan Processing Costs After Split Off. Kemudian pada Constant Gross Margin Precentage NRV Method harus menghitung gross margin precentage keseluruhan lebih dahulu. Perhitungan gross margin precentage adalah final sales – (separable cost + joint cost) kemudian dibandingkan dengan final sales. Hasilnya akan dipakai untuk mengalokasi Joint Cost tiap produk. Wassalamu’alaykum Wr. Wb. (Ayu Choirunnisa/5-04 D3 Akuntansi AP)

  18. Mantap betul videonya Miss. Di video ini saya mendapatkan fakta bahwa Net Realizable Value Method itu 11-12 dengan dengan apa yang disampaikan Miss Ayu di kelas. Perbedaannya terletak pd redaksionalnya dimana di video ini menggunakan Separable Cost, sedangkan di kelas menggunakan Processing Cost after Split-Off. Di dalam video ini pun dibahas penghitungan Gross Margin Percentage. (Nur Alif Trisnawan / 5-04 D3 Akuntansi AP)

  19. Akhirnya saya tercerahkan, terimakasih miss Ayu, saya jadi tahu ada perbedaan penjelasan video tsb dan dari buku Carter ternyata “serupa tapi sama Bu Hehe“ a. Separable cost (video)= Processing Cost After Split Off(carter) b. Net Realizable Value at splitpoff point = Hypothetical Market Value c. Di buku Carter tidak dijelaskan Constant Gross Margin NRV Method. Sebenarnya sama dengan NRV Method, hanya harus menghitung Gross margin percentage terlebih dahulu Adhimas dhewa R /5-04 akuntansi AP

  20. Terimakasih atas penjelasannya Miss Ayu, terdapat beberapa informasi baru yang saya dapatkan dari video ini, seperti nama lain dari Separable Cost yaitu Processing Cost after Split-Off, dan metode yang tidak ada di buku Carter, yaitu Constant Gross Margin Net Realizable Value Method yang merupakan metode yang digunakan untuk mencari alokasi Joint Cost dengan cara menghitung Gross Profit Margin Percentage [Final Sales – (Separable Cost + Joint Cost)], lalu menghitungi Total Production Cost (Final Sales – Gross Profit Margin), lalu menghitung Joint Cost Allocated (Total Production Cost – Separable Cost). Andi Rachman / Kelas 5-04 Akuntansi Alih Program.

  21. Terimakasih Miss Ayu atas penjelasannya yang sangat membantu, dari video ini saya menjadi tahu bahwa ada sedikit perbedaan baik itu metodenya ataupun istilah yang digunakan dalam metode, tetapi memiliki arti yang sama. Metode Net Realizable Value (NRV) Method serupa dengan Market Value Method dimana joint product tidak dapat dijual pada split-off point. Karena pada dasarnya arti dari NRV sama dengan Hypothetical Market Value. dan kalau kita liat di step 1 no.1 dijelaskan kita harus mencari final sales terlebih dahulu, final sales sebenarnya sama dengan Total Market Value, formula yang digunakan sama hanya istilah yang digunakan berbeda. Dan metode yang terakhir Constant Gross-Margin Percentage Method belum ada dijelaskan pada buiu Carter. Dimana dalam metode ini percentage of Gross-Margin yang digunakan untuk alokasi joint product, dan pada tahap satu untuk mencari gross profit kita menjumlahkan final sales setiap joint product. jadi kita mempunyai satu final sales lalu akan didapatkan satu gross-margin percentage, nah dari persentase tersebut kita gunakan untuk alokasi joint product.

  22. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Setelah menyimak video ini, menurut saya NRV Method sama dengan Market Value Method bagian Joint Products Not Salable at Split-Off (buku carter). Perbedaannya hanya istilah yang digunakan yaitu Net Realizable Value dengan Hypothetical Market Value, dan Processing Cost after Split-off dengan Separable Cost. Selanjutnya, untuk Constant Gross Margin NRV Method merupakan hal yang baru saya ketahui karena tidak dijelaskan pada buku carter. Constant Gross Margin NRV Method ini menggunakan gross margin percentage sebagai dasar alokasi joint cost. Terima kasih (Izdhihar Rayhanah/5-04 D3 Akuntansi Alih Program)

  23. Assalamu’alaikum wr.wb. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu, Saya Bambang Anugrah Saputro kelas 5-04 D-III Akuntansi Alih Program 2018. Pendapat saya setelah melihat video ini adalah terdapat perbedaan penyebutan antara separable cost dan processing cost yang mana sama sama menghitung biaya proses tambahan. Perbedaan selanjutnya adalah metode yang baru saya tau yaitu constant Gross Margin NRV Method. Wassalamu’alaikum wr.wb.

  24. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasan pada media pembelajaran onlinenya. Menurut saya perbedaan video ini dengan Buku Cost Accounting karangan Carter terletak pada cara pengalokasian menggunakan Constant Gross Margin NRV Method dan Net Realizable Value Method. Cara penghitungan alokasi joint cost dengan Constant Gross Margin NRV Method tidak terdapat pada Buku Carter. Metode ini menggunakan percentage gross margin sehingga gross margin tetap terjaga pada setiap produknya (sama). Metode lainnya yaitu Net Realizable Value Method memiliki cara yang sama dengan Join Products Not Salable at Split-off hanya terdapat perbedaan penyebutan saja. Selain itu pada Horngren biaya produksi setelah split off disebut separable cost sedangkan pada Carter disebut processing cost after split off. Daniel Oktavianus K. S./ 5-02 D III Akuntansi AP

  25. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasan yang diberikan, beberapa hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut: 1) Metode NRV Method (di video dan menurut Horngren) memiliki konsep yang sama dengan Market Value Method bagian Joint Products Not Salable at Split-Off menurut Carter, hanya penyebutan/nama yang berbeda 2) Istilah berbeda namun makna yang sama; Net Realizable Value (Horngren) dengan Hypothetical Market Value (Carter) Separable Cost (Honrgren) dengan Processing Cost after Split-off (Carter) 3) Constant Gross Margin NRV Method hanya ditemukan di Buku Horngren. Metode ini mengalokasikan biaya gabungan berdasarkan persentase gross margin dengan menghitung gross margin keseluruhan terlebih dahulu. Terima kasih. (Rahmi Ambarwati / 5-04 D3 Akuntansi AP / 31)

  26. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Dari sini saya tahu bahwa Net Realizable Value Method (Horngren) mirip dengan Market Value Method Joint Product Not Salable at Split-Off (Carter). Perbedaan istilah diantaranya Separable Cost (Horngren) sama dengan Processing Cost after Split-Off (Carter) dan NRV (Carter) sama dengan Hypothetical Market Value (Carter). Dan juga adanya Constan Gross Margin NRV Method di mana tidak dijelaskan dalam buku Carter. Metode ini melalui 3 tahapan yakni menghitung Gross Profit Percentage, kemudian menghitung Total Production Cost dan yang terakhir menghitung Alokasi Joint Cost. (Dewi Nitavesina / 5-02 D3 Akuntansi Alih Program)

  27. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih banyak Miss Ayu atas penjelasannya. saya Fandi Akhmad Kurniawan nomor absen 14 kelas 5-14 D-III Akuntansi Alih Program 2018. Setelah melihat video yang Miss Ayu jelaskan lalu membandingkan dengan materi Miss Ayu di kelas, menurut saya Net Realizable Value Method hampir sama dengan materi yang telah disampaikan di kelas. Perbedaannya hanya pada penyebutan separable cost di video sedangkan kemrin di kelas disebut Processing Cost after Split-Off. selanjutnya saya mendapati perbedaan yang sebelumnya belum dijelaskan yaitu adanya Constant Gross Margin NRV method yang menggunakan gross margin percentage untuk menghitung alokasi joint costs. terimakasih kurang dan lebihnya mohon maaf. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  28. Terimakasih Miss Ayu atas penjelasanya. Terkait Perbedaan antara Horngren dengan Charter terdapat perbedaan istilah yang pertama yaitu untuk Net Realizable Value atau NRV ( Horngren) sedangkan di Charter memakai istilah Hypothetical Market Value.Kedua,yaitu penyebutan istilah Separable Cost (Horngren) sama dengan Processing Cost after Split-Off (Carter).Kemudian, dari metode yang dijelaskan terdapat metode yang berbeda dari yang telah diajarkan Miss Ayu dikelas yaitu tterkait dengan Gross Margin at NRV Method yang berfokus pada laba kotor,sebelum mengalokasikan joint cost kita harus mengetahui pencapaian laba kotor terlebih dahulu. (Offy Puteri Juniana / D3 AKUN AP 5-02 / 33 )

  29. Assalamualaikum wr. wb. Terima kasih, Miss, sudah menjelaskan materi dengan lengkap dan mudah dipahami. Seperti yang miss katakan saat di kelas penyebutan separable value berbeda dengan di buku yaitu processing cost after split-off yang artinya biaya tambahan agar suatu barang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Walaupun berbeda istilahnya, namun maknanya sama. Begitu pula dengan penyebutan net realizable value dengan hypothetical market value, bermakna sama tapi istilahnya beda. Untuk alokasi joint cost dengan menggunakan net realizable value method sendiri sama dengan market value method. Untuk constant gross margin NRV method saya baru mengetahui setelah melihat video ini karna di buku carter belum dibahas tentang metode ini. Sebenarnya constant gross margin NRV method ini sama dengan net realizabe value method hanya saja sebelum mengalokasikan joint costnya harus mencari persentase gross profit marginnya terlebih dahulu. Jessica Ayu Ashara / Kelas 5.04 D3 Akuntansi AIih Program

  30. Terimakasih Miss Ayu atas penjelasannya. Untuk metode yang dijelaskan divideo, yakni NRV Method sama seperti Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off. Yang berbeda hanya penggunaan istilah separable costs, dimana di Carter disebut processing costs after split off dan Net Realizable Value atau selisih harga jual dengan separable cost, dimana di Carter memakai istilah hypothetical market value. Selain itu di dalam video ini dijelaskan juga mengenai Gross Margin Percentage NRV Method, yang menggunakan persentasi gross margin untuk mencari biaya produksi, sehingga tidak memakai pembobotan guna mencari alokasi joint costs-nya (total biaya produksi-separable cost). Amalia Sari W/06/5-04 D3 Akuntansi AP

  31. Setelah melihat video ini, saya dapat menyimpulkan beberapa hal : dalam buku carter metode tersebut dikategorikan dalam *metode harga pasar* dimana dipecah lagi menjadi: 1. Join product salable at split off (bisa dijual langsung) 2. Join product not salable at split off (perlu pengolahan) metode tersebut memiliki konsep yang sama dengan divideo atau buku horngren hanya saja metode tersebut dikategorikan secara spesifik menjadi 1. sales value method (bisa dijual langsung) 2. NRV (perlu pengolahan) 3. constant gross margin percentage Perbedaannya terletak pada istilah pada kedua buku referensi (ex : separable cost= processing cost after split off, NRV = Hypothetical market value, dll) dan pembahasan metode constant gross percentage. Didalam buku carter sudah dijelaskan secara singkat terkait constant gross-margin namun sayangnya tidak termasuk dalam metode, melainkan hanya sebagai opsi saja dan referensi yang terjadi dilapangan ( ” laporan seringkali dibuat sehingga mempunyai profitabilitas yang sama” hal 275) video ini semakin memperdalam pemahaman saya khususnya terkait metode constant gross margin dimana penjelasannya lebih mendetail dan mendalam dibandingkan dengan yang ada dibuku carter. Terima kasih banyak Miss Ayu atas penjelasannya 🙂

  32. Setelah melihat video ini, saya dapat menyimpulkan beberapa hal : dalam buku carter metode tersebut dikategorikan dalam *metode harga pasar* dimana dipecah lagi menjadi: 1. Join product salable at split off (bisa dijual langsung) 2. Join product not salable at split off (perlu pengolahan) metode tersebut memiliki konsep yang sama dengan divideo atau buku horngren hanya saja metode tersebut dikategorikan secara spesifik menjadi 1. sales value method (bisa dijual langsung) 2. NRV (perlu pengolahan) 3. constant gross margin percentage Perbedaannya terletak pada istilah pada kedua buku referensi (ex : separable cost= processing cost after split off, NRV = Hypothetical market value, dll) dan pembahasan metode constant gross percentage. Didalam buku carter sudah dijelaskan secara singkat terkait constant gross-margin namun sayangnya tidak termasuk dalam metode, melainkan hanya sebagai opsi saja dan referensi yang terjadi dilapangan ( ” laporan seringkali dibuat sehingga mempunyai profitabilitas yang sama” hal 275) video ini semakin memperdalam pemahaman saya khususnya terkait metode constant gross margin dimana penjelasannya lebih mendetail dan mendalam dibandingkan dengan yang ada dibuku carter. Terima kasih banyak Miss Ayu atas penjelasannya 🙂 Naila / 27 /5-04 /D3 Akuntansi AP

  33. Setelah melihat video ini saya menjadi tau bahwa NRV Method (Hongern) dan Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off (Carter) merupakan saudara kembar, yang artinya memiliki kesamaan metode. Namun saudara kembar pun akan memiliki perbedaan, dalam hal ini memiliki perbedaan penyebutan istilah yaitu Separable Cost (Horngern) dan Processing Cost after Split-Off Carter) serta NRV (Horngern) dan Hypothetical Market Value (Carter). Dalam video ini juga ada metode yang belum di ajarkan di kelas, metode itu adalah Constant Gross Margin NRV Method. (Tito Rinaldi / 37 / 5-04 / D3 Akuntansi Alih Program)

  34. Terima kasih atas penjelasan dari Miss Ayu. Perbedaan yang dapat ditemukan adalah penyebutan istilah separable cost (Horngern) dengan istilah Processing Cost after Split-Off (Carter), juga istilah Net Realizable Value (Horngern) dengan Hypothetical Market Value (Carter) yang sebenarnya memiliki arti yang sama. Dalam video tsb saya juga mendapatkan ilmu baru yaitu Constant Gross Margin NRV Method, yaitu metode untuk mencari alokasi Joint Cost dengan cara mencari persentase GPM. Kemudian persentase GPM dikalikan dengan final sales value yang hasilnya menjadi pengurang dari nilai final sales. Kemudian hasilnya dikurangin lagi dengan nilai separable cost. (Glory Christinawaty/17/5-04/D3 Akuntansi Alih Program)

  35. Assalamualaikum Wr Wb Beli bakso ke tempat Rachel Vennya, terima kasih atas sharing ilmunya. Ada beberapa perbedaan yang didapat antara video dengan cara yang disampaikan di kelas. Pertama, ada perbedaan untuk penyebutan istilah karena di kelas menggunakan cara Carter sedangkan di video dengan cara Horngren. Misal untuk Carter disebut processing cost after split-off, di Horngren (divideo) disebut separable cost. Kedua, pembagian NRV method dan Constant Gross-Margin Percentage NRV Method didasarkan pada adanya pemrosesan tambahan setelah titik split-off (Joint Product Not Salable at split-off). Sedangkan di Carter (di kelas) tidak ada pembagian untuk point Joint Product Not Salable at split-off. Tetapi jika dilihat dari cara penghitungannya NRV Method sama dengan penghitungan Joint Product Not Salable at split-off yang merupakan bagian dari Market Value Method. Nah, untuk Constant Gross-Margin Percentage NRV Method penghitungannya tidak ada yang serupa dengan 4 cara yang dijelaskan di kelas karena penghitungan didasarkan pada Persentase Gross Margin yang kemudian dipakai untuk mengalokasikan Joint Cost masing-masing produk. Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum wr wb. Novita Kusuma Wardhani / 30 / 5-02 / D3 Akuntansi AP

  36. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Dari video ini saya memahami bahwa Net Realizable Value pada buku Horngren sama dengan Hypothetical Market Value pada buku Carter yang melakukan pengalokasian biaya tambahan pada proses produksi berikutnya yang disebut dengan separable costs berdasarkan pembobotan harga pasar masing-masing produk. Namun pada Constant Gross – Margin Percentage NRV Method, pengalokasian biaya dilakukan dengan mengunakan Gross Margin sebagai basis perhitungan. (Nurfitra Magfira Andi Tahang / 31/ 5-02 D3 Akuntansi Alih Program)

  37. Terima kasih Miss atas penjelasannya. Dari video tersebut dapat saya simpulkan metode NRV dari Horngren sama dengan dengan metode Hypothetical Market Value oleh Charter. Perbedaannya hanya penggunaan istilah, yaitu kalau Horngren menggunakan final sales price, sedangkan Charter menggunakan Ultimate Market Value (not salable at split-off point), dan kalau di Horngren menggunakan Separable Cost sedangkan Charter menggunakan Processing Cost After Split-Off. Nah, kalau metode Gross Profit Margin NRV cukup berbeda, dimana metode ini memperhitungkan gross profit utk menghitung production costs, sehingga weighting persentase untuk menghitung production cost nya akan sama pada semua produk setelah split-off, dan pengurangan gross profit dilakukan terlebih dahulu sebelum mengurangi separable cost. Hasilnya, alokasi joint costnya akan berbeda dengan metode NRV. (Raymondo Sitanggang / 5-04 / 32 / D3 AP)

  38. Terimakasih miss ayu, videonya sangat membantu dan bermanfaat. Semoga menjadi amal jariyah, aamiin

  39. Terima kasih miss Ayu, sebelum melihat video ini saya masih ngambang. Tapi setelah melihat video ini saya jadi paham apa yang sebelumnya saya bingungkan. Terus berkarya Miss Ayu. (Andianta Iqbal P/ 8/ 5-4 D3 Akun AP

  40. Terima kasih ilmunya Miss Ayu, videonya keren dan penjelasannya mudah dipahami.. Perbedaan yang saya temukan antara video ini dengan materi di kelas utamanya adalah tentang nomenclature, seperti Processing Cost After Split-Off Vs Separable Cost dan Hypothetical Market Value vs Net Realize Value. Kemudian di video ini juga diajarkan metode lain pengalokasian joint cost yg belum dipelajari, yaitu Gross Margin NRV. Penghitungan alokasi metode ini sedikit berbeda dengan NRV Method, dimana NRV method terlebih dahulu mencari alokasi joint cost per produk/unit lalu menghitung besarnya gross profit, sementara metode Gross Margin NRV Haris mencari pencapaian gross profit terlebih dahulu untuk alokasi joint cost-nya.. Semangat miss, ditunggu video materi selanjutnya 🙂 Muhammad Noor // 5-02 // Akuntansi AP 2018

  41. Terima kasih penjelasannya Miss Ayu, menurut saya perbedaan video ini dengan penjelasan di kelas yaitu adanya Gross Margin NRV Method, yg merupakan metode pengalokasian joint cost dengan menggunakan persentase gross margin. Selain itu terdapat juga perbedaan dalam istilah antara “separable cost” dan “processing cost after split-off”, yang makna sebenernya sama. (Septiani Arthalingga / 5-02 DIII AP / 35)

  42. Selamat Siang, Terimakasih Miss Ayu atas Videonya, sangat bermanfaat. Setelah melihat video ini saya menyimpulkan, bahwa pendekatan dengan Net Realizable Value Method (menurut Horngren) mirip dengan Joint Product not Salable at Split Off dalam Maerket Value Method (menurut Carter). hanya terdapat penggunaan bberapa istilah yang berbeda seperti Ultimate Market Value dengan Final Sales, Processing Cost After Split Off dengan Separable Cost dan Hypothetical Market Value dengan NRV. Sedangkan untuk cara perhitungannya tetap sama. Untuk Constant Gross Margin NRV Method secara keseluruhan memiliki cara perhitungan yang sama dengan NRV, akan tetapi di awal perlu menentukan besar Gross Profit Percentage (Pencapaian Laba Kotor) sebagai basis perhitungan Allocated Joint Costs. Dimana Perhitungan Gross Profit = Final Sales (keseluruhan Produk) – (total Joint Cost + total Separable Cost). Tetap Semangat! (Anisatul Faizah/ 5-02 D3 Akuntansi AP -07)

  43. Terima kasih Miss Ayu videonya sangat bermanfaat. Menurut saya salah satu perbedaan materi di video ini dengan penjelasan di kelas adalah perbedaan pada istilah “Processing cost after split-off” dengan “separable cost”. Dan istilah “Net realizable value dengan hypothetical market value.” Selain itu, di video ini ada tambahan metode Gross Margin NRV method. Siti Rahma Annida Rachim kelas 5-02

  44. Assalamu’alaykum Wr. Wb. Terimakasih banyak Miss Ayu atas video pembelajarannya, sangat membantu kami memahami lebih dalam mengenai materi joint cost ini. Menurut saya Metode pertama Net Realizable Value at split off point yg dibahas dalam buku horngren ini pada dasarnya sama dengan metode market valur method yg terdapat dalam buku Carter. Perbedaannya di buku horngren menggunakan “Final Sales Value” sedangkan di buku Carter menggunakan “Market Value at split off” untuk mencari NRV dengan terlebih dahulu dikurangi dengan separable cost. Penggunaan istilah juga menjadi salah satu perbedaan, di Carter memakai istilah “Processing Cost After Split Off” sedangkan di Horngren menggunakan istilah yg lebih simple yaitu “Separable Cost”, selain itu di Carter kita menggunakan istilah “Hypothetical Market Value” sedangkan di Horngren menggunakan istilah “Net Realizable Value at split off point” Pada metode kedua yaitu Constant Gross Profit Margin Method perbedaannya terdapat 1 step yg terlebih dahulu harus kita cari yaitu Gross Profit Margin dengan asumsi untuk semua produk Gross Profitnya sama. Selatan itu langkah selanjutnya pada prinsipnya sama dengan yg kita pelajari. Sekali lagi terima kasih banyak Miss, mohon maaf jika saya ada salah pemahaman. Siti A’lawiyah Yusup // 35 // 5-04 // DII Akuntansi Alih Program

  45. KLC Assalamu’alaikum wr wb Terima kasih atas penjelasannya, miss Ayu. Terdapat beberapa perbedaan pada metode NRV at Split-Off Point dengan metode Market Value. Pertama, NRV dalam metode Market Value disebut dengan “Hypothetical Market Value” Kedua, pada metode NRV menggunakan “Final Sales Value” sedangkan pada metode Market Value menggunakan “Market Value per Unit at Split-Off” dalam menentukan NRV sebelum dikurangi dengan separable cost. Ketiga, dalam metode NRV, istilah yg digunakan adalah “Separable Cost” sedangkan pada metode Market Value disebut dengan “Processing Cost after Split-Off” Keempat, pada metode Constant Gross Margin kita terlebih dahulu menghitung Gross Profit untuk menentukan Production Cost. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb Wanda Revina Dewi Santoso / 5-04 D3 Akuntansi AP

  46. Assalamu’alaikum wr wb Terima kasih atas penjelasannya, miss Ayu. Terdapat beberapa perbedaan pada metode NRV at Split-Off Point dengan metode Market Value. Pertama, NRV dalam metode Market Value disebut dengan “Hypothetical Market Value” Kedua, pada metode NRV menggunakan “Final Sales Value” sedangkan pada metode Market Value menggunakan “Market Value per Unit at Split-Off” dalam menentukan NRV sebelum dikurangi dengan separable cost. Ketiga, dalam metode NRV, istilah yg digunakan adalah “Separable Cost” sedangkan pada metode Market Value disebut dengan “Processing Cost after Split-Off” Keempat, pada metode Constant Gross Margin kita terlebih dahulu menghitung Gross Profit untuk menentukan Production Cost. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb Wanda Revina Dewi Santoso / 5-04 D3 Akuntansi AP

  47. Assalamu’alaikum wr.wb. Terima kasih atas penjelasnnya Miss, mohon izin menanggapi. Untuk metode NRV at split-off pada dasarnya sama dengan yang disampaikan di kelas dan di buku Carter. Namun ada beberapa yang berbeda terkait dengan istilah penamaannya. Misalnya Saparable cost dalam buku carter istilah tersebut disebut hypothetical market value dll. Selanjutnya terdapat satu metode yang belum disampaikan di kelas yakni Gross Margin at NRV dimana terlebih dahulu menghitung gross profit secara keseluruhan untuk mendapatkan presentase gross profit sebagai dasar alokasi join cost. Terima kasih Miss Ayu. Reysy Dwi Prasetyani/ 5-02 D III Akuntansi AP

  48. Assalamualaikum Wr Wb Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu. Setelah membandingkan video pada KLC dengan materi Miss Ayu di kelas secara keseluruhan hampir sama, namun ada beberapa perbedaan yang tidak terlalu signifikan. Pertama terdapat beberapa sebutan yang berbeda antara yang di video yang berdasarkan yang ibu sampaikan sebelumnya bahwa materi tersebut dari buku Hongren sedangkan dikelas menggunakan buku carter, seperti istilah Separable Cost (Hongren) dengan Processing Cost after Split off (Carter) yang sebenarnya memiliki makna yang sama. Yang Kedua di video ini menjelaskan tentang Gross Margin Precentage NRV Method, yaitu metode yang harus menghitung gross margin precentage keseluruhan lebih dahulu. Perhitungan gross margin precentage adalah final sales dikurangi total cost (separable cost + joint cost) kemudian dibandingkan dengan final sales dan hasilnya dipakai untuk mengalokasi Joint Cost tiap-tiap produk. Sekian, Wassalamualaikum Wr. Wb (Muhammad Said Albana/Kelas 5-02/No. Absen 28)

  49. Untuk metode selanjutnya ini, metode NRV sama dengan yang telah diajarkan di kelas namun dengan adanya perbedaan beberapa istilah. Sedangkan untuk metode Gross Margin belum disampaikan di kelas, namun penjelasan di KLC ini mudah dipahami. Terima kasih Miss Ayu. (Ahmad Ruhyat Firdaus/ 05/ 5-04 DIII Akun AP)

  50. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya pada video ini. Yang saya tangkap, ada perbedaan penjelasan dari video ini dengan Buku Cost Accounting Pak Carter yaitu terletak pada cara pengalokasian dengan menggunakan Constant Gross Margin NRV Method dan Net Realizable Value Method. Cara perhitungan pengalokasian joint cost dengan Constant Gross Margin NRV Method tidak terdapat pada Buku Carter. Selain itu, ada beberapa perbedaan istilah dari video ini dengan buku carter. (Muhamad Syahrul Basrah/ Kelas 5-02 /D III Akuntansi AP)

  51. Assalamu’alaykum wr wb Terima kasih Miss Ayu atas video pembelajarannya. Video ini sangat membantu saya untuk lebih memahami mengenai materi joint cost. Mohon izin menanggapi, menurut saya Net Realizable Value Method di dalam buku Horngren pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan Market Value Method bagian Joint Product Salable at Split-Off pada buku Carter. Namun masing-masing metode ini memiliki istilah yang berbeda. Perbedaannya, pada buku Horngren menggunakan istilah Separable Cost sedangkan di buku Carter menggunakan istilah Processing Cost after Split-Off. Kemudian, didalam buku Horngren disebut Net Realizable Value at Splitoff Point sedangkan di Carter disebut Hypotethical Market Value. Di dalam video ini saya belajar hal baru mengenai Constant Gross Margin at NRV Method yang memang belum dipelajari di kelas. Ternyata didalam perhitungannya sedikit berbeda, dimana kita harus mencari gross margin percentage sebagai dasar alokasi joint cost. Ditunggu karya berikutnya Miss 🙂 Wassalamu’alaykum wr wb (Afidah Nur Rizki / 02/ 5-04/ DIII Akuntansi AP)

  52. Terimakasih kepada Miss Ayu atas penjelasannya terkait materi Joint Product, sangat membantu dan mudah dipahami. Setelah saya menonton video ini saya menemukan beberapa perbedaan yang tidak substansial tentang penyebutan nama/istilah, antara video ini dan yang disampaikan di kelas dengan buku Carter. Beberapa diantaranya yaitu: 1. NRV pada buku Hongren disebut dengan istilah “Hypothetical Market Value” pada buku Carter; 2. Dalam metode NRV (Hongren), istilah yg digunakan adalah “Separable Cost” sedangkan pada metode Market Value disebut dengan “Processing Cost after Split-Off” (Carter). Dan setelah menonton video ini saya juga mendapat pengetahuan baru terkait metode Gross Margin yang belum disampaikan di kelas. (Agni Agung Danar Hadafi / 04 / 5-04 / D-III Akuntansi AP)

  53. Assalamualaikum wr wb Terima Kasih Miss Ayu atas materi yang telah miss sampaikan. Setelah melihat video ini saya menyimpulkan bahwa metode NRV adalah sama dengan metode Market Value bagian Joint Products Not Saleable hanya saja terdapat perbedaan istilah di mana yang satu mengenal istilah NRV dan yang satu lagi mengenal istilah Hyphothetical Market Value. Selain itu terdapat pula perbedaan istilah Processing Cost after Split-off menjadi Separable Cost. Selain itu saya juga belajar tentang Constant Gross Market Value di mana presentase gross margin menjadi dasar alokasi. Terima kasih, atas penjelasannya miss ^^. (Ibnu Abrar / D3 Akuntansi AP / 5-04)

  54. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Menurut saya, pada dasarnya antara buku Horngren dan Carter memiliki konsep yang sama, hanya pengklasifikasiannya yang berbeda. Pada buku Carter metode alokasi joint cost diklasifikasikan berdasarkan metode harga pasar, metode biaya rata-rata per unit, metode rata-rata tertimbang, dan metode unit kuantitatif. Sedangkan pada buku Horngren diklasifikasikan berdasarkan Physical Measures Method, Market-Based Method, Net Realizable Value Method, dan Constant Gross Margin NRV Method. (Muhammad Fauzan Widiatmoko 5-04/26)

  55. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Menurut saya Net Realizable Value atau Hyphotetical Markrt Value yang dijelaskan di kelas tidak terdapat perbedaan yang jauh. Pada video di jelaskan terkait Constant Gross Margin NRV di mana perbedaannya yaitu pencapaian atas laba kotornya untuk mengetahui joint costnya. Adanya CoGS dan berbeda dengan NRV yaitu adanya Gross Margin Percentage. (Adi Mulyo W. / 5-02 / 02)

  56. Terima kasih atas penjelasannya, Miss. Hal yang dapat tarik dari materi yang disampaikan di kelas (buku carter) dg video ini, yaitu: 1. Konsep Net Realizable Value pd dasarnya sama dengan metode Market Realizable Value, perbedaanya terdapat pada penggunaan istilah Hypothetical Market Value dengan Net Realizable value yang artinya sama yaitu selisih harga jual dg separable cost. 2. Constant Gross Margin NRV sedikit mirip dengan metode weighted average. Hanya saja metode weighted average menggunakan pembobotan secara kualitatif sedangkan Constan Gross Margin NRV pembobotannya dilakukan berdasarkan gross profit margin. (Ni Luh Putu Welliana Sri Rahayu/5-04/28/D3 Akuntansi AP)

  57. Assalamu’alaikum miss ayu, setelah melihat video ini saya menjadi lebih paham terdapatnya perbedaan dalam penyebutan istilah separable cost dengan istilah Processing Cost after Split-Off dengan memiliki arti yang sama, video ini sangat bermanfaat dan semoga menjadi amal jariyah. Aamiin. wassalamu’alaikum. (Muhammad Akbar/ 25. 5-04 D-III Akuntansi Alih Program 2018)

  58. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Setelah menyimak video ini, saya menyimpulkan bahwa salah satu perbedaan materi yang disampaikan di video ini dengan penjelasan di kelas adalah perbedaan pada istilah yang digunakan. Pada video ini menggunakan istilah Net Realizable Value dan Separable Cost sedangkan pada buku Carter menggunakan istilah Hypothetical Market Value dan Processing cost after split-off Selain itu, di video ini ada materi tambahan tentang metode Gross Margin NRV method. Terima kasih Toni Fauzi/ 5-4/ 38/ DIII Akuntansi AP

  59. Terima kasih Miss Ayu videonya sangat membantu dan menarik. Menurut saya Net Realizable Value Method pada buku Horngren hampir mirip dengan Market Value Method Joint Products Not Salable at Split-Off pada buku Carter. Perbedannya yaitu dalam penggunaan istilah, pada buku Horngren dikenal Separable Cost sedangkan pada buku Carter dikenal Processing Cost after Split-Off. Selain itu pada video ini terdapat materi baru yaitu Constant Gross Margin NRV Method yang memperhitungkan Gross Profit Margin dalam alokasi Joint Cost. (Aditya Pratama Indra Sanjaya / 5-04 DIII Akuntansi Alih Program / 2)

  60. Terimakasih Miss Ayu, videonya sangat bagus, menarik dan informatif. Dalam video ini terdapat materi baru yang belum diajarkan dikelas yaitu metode Constant Gross Margin. Dengan adanya video ini pun kami mahasiswa dapat mendapat ilmu baru tanpa harus tatap muka dikelas. Dalam hal menanggapi isi materi video, metode Net Realizable Value yang dijelaskan di dalam buku Horngren pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan Market Value Method pada buku Carter. Yang membedakan hanya memiliki istilah yang berbeda. Didalam buku Horngren menggunakan istilah Separable Cost sedangkan didalam buku Carter menggunakan istilah Processing Cost after Split-Off. Namun secara konsep dan perhitungan tidak ada yang berbeda. saya sangat senang sekali video miss ayu ini sangat mudah dipahami meskipun dijelaskan tanpa tatao muka. ditunggu video selanjutnya miss (Rekza Restu Putra (33) / 5-04 D3 Akuntansi Alih Program

  61. Terima kasih miss ayu, videonya mudah dipahami dan sangat membantu dalam memahami ulang apayang disampaikan miss ayu dikelas. Untuk metode NRV atau HMV tidak jauh berbeda dengan yang dijelaskan dalam perkuliahan, namun untuk gross margin NRV method yang belum disampaikan dikelas didalam video ini cukup membantu untuk memahami sebagian besar tentang gross margin NRV method. ( Muhammad Nizar Arifullah / D3 Akuntansi AP 5-02 )

  62. Assalamu’alaikum wr wb, terima kasih atas penjelasan Miss Ayu, sangat membantu saya dalam memahami materi ini. Dari video ini, ada metode yang disebut NRV. metode NRV ini sebenarnya cara penghitungannya sama dengan market value method joint product not salable at split-off seperti yang dijelaskan di kelas (sesuai buku carter), hanya saja ada beberapa perbedaan istilah yang digunakan, untuk penyebutan processing cost after split off pada buku carter, di video ini disebut dengan separable cost. sedangkan untuk penyebutan hypothetical market value pada buku carter, di video ini disebut NRV at split off point. Kemudian di video ini juga dijelaskan ada metode gross margin at NRV, Metode tersebut mirip dengan NRV at split off point hanya bedanya metode tersebut lebih fokus pada berapa pencapaian atas laba kotor. (Ulfa Ninawati/5-02/D3 Akuntansi Alih Program/38)

  63. Terimakasih Miss Ayu, penjelasannya sangat membantu saya memahami materi ini. Pada dasarnya tidak jauh berbeda cara menghitung alokasi joint cost baik yang dijelaskan pada buku Charter maupun yang dijelaskan di video ini. Perbedaanya terletak pada istilah yang digunakan dan terdapan satu metode baru. Metode NRV sama dengan metode Market Value untuk barang yang tidam dapat dijual pada split-off point (not saleable at split-off) hanya saja istilah NRV dijelaskan dengan Hypothetical Market Value. Terdapat satu metode baru juga yang disebut Constant Gross Margin NRV method yang memperhitungkan presentase gross profit margin sebagai dasar pengalokasian Joint Cost ( Stefanus Defta Praditya / 5-04 / D 3 Akuntansi Alih Program /36)

  64. Assalamualaykum wr wb, terima kasih atas penjelasan yang Miss Ayu berikan, hal ini membantu saya dalam proses pembelajaran, hanya saja terdapat perbedaan istilah yang ibu sampaikan di kelas dengan yang terdapat pada video ini yaitu NRV at split off point. Pada intinya NRV at split off point itu sama dengan Hypothetical Market Value yang sudah Miss Ayu ajarkan. Dan ada tambahan metode alokasi joint cost yaitu metode Gross Margin at NRV yang belum di ajarkan di kelas dan ini membantu dalam memahami cara lain dari pengalokasian joint cost. Terima kasih (Dimas Singgih Fandana, 5-02, D3 Akuntansi Alih Program)

  65. Terima kasih atas penjelasannya, Miss Ayu. Setelah menyimak videonya ada tambahan metode alokasi joint cost yaitu Constant Gross Margin at NRV Method yang tidak terdapat dalam buku carter. Selanjutnya, cara menghitung alokasi joint cost dengan Net Realizable Value Method memiliki cara yang sama dengan Market Value Method bagian Join Products Not Salable at Split-off pada buku carter. Juga terdapat perbedaan istilah Processing Cost after Split-off dengan Separable Cost. Terima kasih (Yoki Salenko Sumbayak, 5-02, D3 Akuntansi Alih Program)

  66. Terimakasih atas videonya, perbedaan terdapat pada penyebutan beberapa istilah Net Realizable Value at Spit off Point = Hypothetical Market Value Processing Cost After Split off = Separable Cost kemudian ada pengenalan metode Gross Margin NRV dengan menggunakan Laba kotor sebagai basis perhitungan. (Achmad Rifan Hidayat / 5-02 Akuntansi AP / 01)

  67. Terima kasih atas penjelasannya Miss. Perbedaan yang saya temukan dari penjelasan di video dengan dibuku carter adalah perbedaan istilah saja, NRV method pada dasarnya sama dengan market value method after NRV. Untuk metode kedua yaitu constant gross margin NRV method tidak dijelaskan di buku carter. Yang mana untuk pengalokasian joint cost harus mencari bobot gross margin terlebih dahulu untuk masing-masing produk. Lalu langkah selanjutnya sama dengan cara pengalokasian NRV method. Terima kasih. (Desi Sartika/12/5-02 Akuntansi AP)

  68. Terima kasih banyak atas penjelasannya, miss Ayu. Untuk yang “Net Realizable Value Method”, sama dengan yang ada di buku Carter, yang membedakan hanya istilah-istilah yang digunakan. Contohnya yaitu “Market Value Method” bagian “Joint Products Not Saleable at Split-Off”. Keduanya memerlukan “Processing Cost after Split-off”, atau “Separable Cost” kalau di sini. Dan lainnya. Untuk yang “Constant Gross Margin NRV Method” tidak dapat dibandingkan, karena di Carter tidak ada metode yang mirip seperti ini. (Haryo Arief Wicaksono, 5-04, Diploma III Akuntansi Alih Program)

  69. Holla miss Ayu terima kasih banyak untuk materi yang diberikan, InsyaAllah bermanfaat dan menambah pengetahuan. Secara konsep yang ada pada vidio ini sangat sesuai dengan penjelasan yang ada di kelas. Perbedaan yang nampak terlihat adalah penggunaan constant gross margin pada penjelasan dalam vidio ini. -Damarayuda Byananda / 5-02 / 10 / D III Akuntansi AP-

  70. Terimakasih Miss Ayu videonya sangat bermanfaat, semoga menambah ilmu bagi yang menonton. (Agung Vaulinton, 5-02AP)

  71. Assalamualaikum, terimakasih miss atas penjelasannya. Video ini melengkapi pembelajaran di kelas yang mana terdapat tambahan metode yaitu metode contant gross margin NRV. Metode ini mengalokasikan pembobotan joint cost dengan menggunakan gross profit margin. Semoga dengan video ini dapat membuka jalan diskusi di kelas. Terimakasih miss. Wassalamualaikum (Andro Rayvaldi Hardianto//5-02//D3 Akuntansi AP)

  72. Seperti yang diberitahukan di kelas, bahwa akan ada materi tambahan di video ini yaitu Metode Constant Gross Margin at NRV yg tdk ada di buku Carter. Seperti video yg satunya jg, ada perbedaan istilah (NRV method) yg menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti menurut saya. (Andi Muhammad Nur Fauzan Hayyu/D3 Akuntansi AP/5-02/05)

  73. Terimakasih miss ayu atas penjelasannya dalam video ini. Pada video kali ini perbedaan yang saya tangkap dari segi penyajian. Cara yang kemarin kita gunakan dikelas dalam penyajiannya produk ada pada baris dan rangkaian proses pada kolom. Lalu terdapat perbedaan istilah. Pada buku carter yang kemarin kita pelajari Net Realizable Value dikenal dengan istilah Hypothetical Market Value keduanya merupakan hal yang sama. Dzaki Naufal Jasir, Jaja (15/5-02)

  74. Terima kasih miss Ayu untuk penjelasan yang diberikan di video ini. Terdapat perbedaan istilah yang digunakan antara yang ada di video ini dengan yang ada di buku Charter, diantaranya yaitu Net Realizable Value yang di buku Charter menggunakan istilah Hypothetical Market Value. Kemudian Separable Cost yang sama dengan istilah Processing Cost after Split Off yang ada di buku Charter. Sementara untuk Gross Margin Method masih belum dijelaskan saat di kelas, namun penjelasan di video ini cukup dapat membantu kami untuk memahaminya. (Gerald Deo Christian / 15/ 5-04 Akuntansi AP)

  75. Assalamu’alaikum Miss Ayu Terima kasih atas penjelasannya, sangat membantu dan mudah dipahami. Di sini saya menemukan bebrapa perbedaan, antara lain istilah Hypothetical Market value yang terdapat di buku carter sama dengen Net Realizable Value yang terdapat di buku horngren. Lalu ada Sepabale Cost yang ternyata sama dengan Processing Cost after Split Off. Dalam video ini saya juga mendapat ilmu baru yaitu Constant Gross Margin NRV Method yang belum didapatkan di kelas. Wassalamu’alaikum (Faisal Pribadi/13/5-04)

  76. Assalamualaikum Miss Ayu. Terimakasih atas penjelasannya yang sangat membantu, Miss. Mohon izin, setelah melihat video ini, menurut saya terdapat perbedaan yaitu penggunaan istilah yang pertama Net Realizable Value Method di dalam buku Horngren yang pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan Market Value Method bagian Joint Product Salable at Split-Off pada buku Carter. Yang kedua penggunaan istilah Separable Cost pada buku Horngren dan di buku Carter menggunakan istilah Processing Cost after Split-Off. Terakhir pada buku Horngren disebut Net Realizable Value at Splitoff Point sedangkan di Carter disebut Hypotethical Market Value. Selain menemukan perbedaan istilah, dalam video ini saya belajar mengenai Constant Gross Margin at NRV Method yang memang belum dipelajari di pertemuan sebelumnya. (Annisa Nur Afiffah / 5-04 D3 Akuntansi AP / 09)

  77. Assalamualaikum miss ayu, terima kasih atas penjelasannya sangat membantu saya memahami materi ini. Menurut saya, antara penjelasan video tersebut (Horngren) dengan penjelasan di kelas (Carter) terdapat perbedaan sebagai berikut: (1) Separabale Cost (Horngren), disebut dengan Processing Cost after Split-Off. (2) Net Realizable Value at split-off point (Horngren), disebut dengan Hypothetical Market Value. (3) NRV Method (Horngren), memiliki cara yang sama dengan Market Value Joint Product not Salable at Split-Off ( Carter). Jadi perbedaanya hanya pada penggunaan istilah saja. Selain itu, untuk Constant Gross Margin NRV Method tidak dijelaskan di kelas. Adapun Constant Gross Profit Method ini menggunakan Gross Margin Percentage sebagai dasar alokasi joint cost. Terima kasih. (Nurul Hidayah / 5-02 DIII Akuntansi Alih Program)

  78. Huaaa makasih miss atas penjelasannya, sangat membantu jd lebih paham? Menurut saya perbedaan materi di video (Horngren) dgn yg telah dijelaskan di kelas (Carter) yaitu adanya metode Gross Margin NRV yg tdk dibahas di kelas. Sejauh ini konsepnya sama dan kembali lg hanya pd istilah yg digunakan berbeda seperti Net Realizable Value (NRV) dgn Hypothetical Market Value, processing cost after split-off dgn separable cost, namun hal tsb jg sudah miss singgung di kelas. Rischa Dwima Noverlyanti (34) / 5-02 DIII Akuntansi AP

  79. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu, menurut apa yang saya tangkap dari video ini terdapat metode NRV yang cara penghitungannya sama dengan market value method joint product not salable at split-off yang sudah dijelaskan di kelas namun terdapat beberapa perbedaan istilah seperti processing cost after split off yang sebelumnya dikenal dengan separable cost, lalu ada NRV at split off point yang dalam buku Carter disebut hypothetical market value. Kemudian terdapat metode Constant Gross Margin NRV Method yang baru saya ketahui, yaitu metode untuk mencari alokasi joint cost dengan menggunakan persentase gross profit margin. Bregas Qodir (08 / 5-02 D3 Akuntansi AP)

  80. Assalamualaikum, terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya, pada tayangan diatas dengan materi yang disampaikan di kelas secara keseluruhan hampir sama hanya berbeda pada penyebutan istilah Separable Cost dengan Processing Cost after Split-Off, Net Realizable Value dengan Hypothetical Market Value tapi masih memiliki maksud yang sama karena media buku yang dipakai di kelas menggunakan Carter. Kemudian mengenai Constant Gross Margin NRV Method yaitu metode untuk mencari alokasi joint cost dengan cara mencari persentase gross profit margin terlebih dahulu yang mana masih belum diajarkan di kelas. (Beny Subarja / 5-04 DIII Akuntansi AP)

  81. Terima kasih atas penjelasannya Miss Ayu. Ternyata NRV method sama dengan market value method after NRV. Constant gross margin NRV method ternyata tidak dijelaskan di buku carter. Pengalokasian joint cost pada metode ini dilakukan dengan cara mencari bobot gross margin (persentase) terlebih dahulu untuk masing-masing produk. Terima kasih miss Ayu. (Hendro Kriswanto Hutasoit/20/5-04 Akuntansi AP)

  82. Assalamualaikum wr wb, selamat malam Miss Ayu. Sebelumnya terimakasih atas tayang video KLC yg telah dipaparkan. Setelah melihat tayangan KLC ibu, yg saya simpulkan sama dengan yg telah disampaikan teman2 sebelumnya. (1) NRV = Hypothetical Market Value (sempat dibahas dikelas) (2) Separable cost = Processing cost after split-off dan beberapa hal lainnya. Terimakasih bu atas video yang sangat bermanfaat. Semoga selalu membagi karya terbaik, ditunggu video selanjutnya ☺️

  83. Nofrida Nurmalia Masytha (Akuntansi AP 2018 kelas 5-04 / 29)

  84. Terima Kasih atas penjelasannya Miss Ayu. Menurut saya Net Realizable Value Method sama dengan Market Value Method at Split off point. Dan untuk metode Constant Margin at NRV alokasi join costnya menggunakan persentase Gross Profit Margin ( Final Sales – { (Final Sales X Gross Profit Margin) + separable cost}) sedangkan Net Realizable Value Method ( Final Sales – separable cost) sehingga alokasi biaya antara metode Constant Margin at NRV dengan Net Realizable Value Method akan memiliki hasil yang berbeda. Vendhi Suryono (5-04 D III Akuntansi AP/39)

  85. Zahra Aulia Djanah 3-38: Terimakasih atas penjelasannya Miss Ayu. dari yang saya tangkap, menurut saya Net Realizable Value Method sama dengan Market Value Method at Split off point. Pengalokasian joint cost dilakukan dengan cara mencari bobot gross margin untuk masing-masing produk terlebih dahulu.

  86. Sebelumnya terimakasih miss, berkat video ini saya mendapatkan tambahan ilmu, Nama : IDA AYU PRADNYA WAGISWARI No absen : 24 Kelas : 4-07 Komentar : Ada 2 metode yang selanjutnya dibahas di video ini yaitu NRV method dan Constant gross margin NRV method. NRV method ( atau nama lainnya market value after split off point) adalah metode alokasi joint cost yang dilakukan karena ada banyak perusahaan yang tidak berhenti sampai di titik SOP, sehingga ada penambahan biaya yg dilakukan oleh perusahaan tersebut dengan harapan akan memperbesar nilai jual joint product tersebut. Makanya ada biaya yang dikeluarkan setelah SOP yang biasa disebut separable cost ( processing cost after split off). Sedangkan Constant Margin NRV method sebenarnya tidak jauh berbeda dengan NRV method. Perbedaannya hanya ada di perhitungan Gross marginnya dilakukan dahulu untuk mengetahui berapa pencapaian yang akan didapat perusahaan jika produk laku terjual semua, lalu jika sudah mendapatkan Gross margin percentage itu dijadikan basis untuk mengalokasikan joint cost ke joint product. Terimakasih miss??

  87. Sebelumnya terimakasih miss, berkat video ini saya mendapatkan tambahan ilmu, Nama : IDA AYU PRADNYA WAGISWARI No absen : 24 Kelas : 4-07 DIII Akuntansi Komentar : Ada 2 metode yang selanjutnya dibahas di video ini yaitu NRV method dan Constant gross margin NRV method. NRV method ( atau nama lainnya market value after split off point) adalah metode alokasi joint cost yang dilakukan karena ada banyak perusahaan yang tidak berhenti sampai di titik SOP, sehingga ada penambahan biaya yg dilakukan oleh perusahaan tersebut dengan harapan akan memperbesar nilai jual joint product tersebut. Makanya ada biaya yang dikeluarkan setelah SOP yang biasa disebut separable cost ( processing cost after split off). Sedangkan Constant Margin NRV method sebenarnya tidak jauh berbeda dengan NRV method. Perbedaannya hanya ada di perhitungan Gross marginnya dilakukan dahulu untuk mengetahui berapa pencapaian yang akan didapat perusahaan jika produk laku terjual semua, lalu jika sudah mendapatkan Gross margin percentage itu dijadikan basis untuk mengalokasikan joint cost ke joint product. Terimakasih miss??

  88. Terima kasih atas penjelasannya miss. Nama saya Lailatul Nur Fitriyah / 27 / 4-07. Metode yang dibahas adalah (1) Net realizable value method terjadi ketika ada penambahan biaya ketika split-off, tambahan biaya dari split-off point sampai ultimate point dinamakan separable cost. Data yang dibutuhkan adalah total penjualan produk akhir lalu dikurangi dengan separable cost untuk menghasilkan NRV, baru dilakukan pembobotan. Total production cost adalah penambahan alokasi joint cost dengan separable cost. (2) Gross margin fokus pada pencapaian laba, sehingga perhitungan persentase gross profit menjadi dasar penentuan alokasi joint cost. Terima kasih miss.

  89. Sebelumnya terima kasih atas penjelasannya miss. Nama: Viestiani Cahyaningtyas P No: 37 Kelas: 4-07 DIII Akuntansi 2018. Dalam video tersebut menjelaskan metode berikutnya yaitu NRV dan Gross Margin methode. Dalam NRV method dibutuhkan data penjualan produk akhir. Pada NRV method akan dilakukan pengurangan thdp separable cost baru pembobotan, lalu alokasikan joint cost. Sedangkan utk Gross margin method sebenernya tidak jauh beda dgn NRV at splitt of point, bedanya lebih fokus pada pencapaian atas laba kotor. Laba kotor tsb akan dijadikan sebagai basis perhitungan alokasi joint cost. Terima kasih miss

  90. Terimakasih banyak Miss atas penjelasannya. Nama : Dinda Rilioda Purba, No absen : 10, Kelas : 4-07 D III Akuntansi 2018. Video ini menjelaskan 2 jenis metode untuk pengalokasian joint cost, yakni Net Realizable Value method dan Gross Margin at Net Realizable Value method. Net Realizable Value method membutuhkan beberapa data tambahan juga, seperti data penjualan produk akhir. Dalam metode ini, produk akan di produksi lagi secara terpisah setelah melewati titik split-off, dan biaya tsb disebut separable cost. Dalam metode ini, setelah mendapatkan final sales value, harus dikurangkan dengan separable cost nya dulu baru di bobot. Selisih antara final sales value dan separable cost tersebut disebut NRV at split-off point, inilah dasar alokasi joint cost nya. Nah setelah mendapat alokasi ke masing-masing produk, untuk mencari besar alokasi joint cost per unit, joint cost tsb harus ditambahkan lagi dengan separable cost (COGS), dan kemudian di bagi sejumlah banyak unit nya, menjadi unit of production cost. Metode berikutnya yakni gross margin at NRV method, memfokuskan pada pencapaian atas laba kotornya. Pertama yang dilakukan adalah mencari gross margin percentage. Sales-COGS (joint cost+separable cost) = Gross margin, lalu dicari percentage nya dengan dasar jumlah sales. Kemudian kalikan final sales value dengan gross profit percentage, lalu di selisihkan, dan selisih tersebut menghasilkan total production cost. Total production cost-separable cost = dasar alokasi joint cost.

  91. Terimakasih banyak atas penjelasnnya Miss. Nama : Dita Ayu Rahmadani, No. absen : 11, Kelas : 4-07 DIII Akuntansi 2018. Dalam video tersebut dijelaskan mengenai 2 metode untuk pengalokasian joint cost, metode yang pertama ialah metode net realizable value method (NRV) dan Gross Margin at Net Realizable Value method. Perusahaan perusahaan produksi yang tidak hanya berhenti pada titik pertama mereka melakukan pemecahan biaya, mereka biasanya melakukan penambahan biaya agar produk yang dihasilkan bisa lebih memiliki nilai jual yang lebih tinggi, penambahan atau pemecahan ini disebut dengan separable cost. Untuk NRV method dibutuhkan beberapa tambahan data, yaitu data penjualan produk akhir dengan mengalikan final sales value dengan harga jualnya, Setelah melakukan final sales lalu melakukan pembobotan , sebelum melakukan pembobotan harus melakukan pengurangan terhadap separable cost. Setelah itu melakukan alokasi atas joint cost, setelah itu untuk mendapatkan harga produk per unit harus menambahkan kembali dengan separable cost kemudian dibagi dengan unit production yang akan menjadi unit production cost. Kemudian setelah itu adalah dengan menggunakan metode gross margin at NRV menggunakan metode gross margin at Net Realizable Value Method yang sebenarnya metode ini tidak jauh berbeda dengan NRV at splitt off point, metode gross margin lebih berfokus pada pencapaian atas laba kotornya, yang pertama dilakukan adalah mencari persentase gross margin, lalu mencari persentasenya dengan dasar jumalh sales, lalu kalikan final sales value dengan persentase gross profit dan selisihnya yang akan menghasilkan total production cost. Persentase gross profit tersebut menjadikan dasar untuk perhitungan alokasi joint cost

  92. Terimakasih Miss, penjelasannya. Nama: Nurul Islamy Kelas:4-07 Akuntansi 18 No Absen: 33 Disini yang dibahas selanjutnya adalah 2 metode berikutnya yaitu NRV methode dan Gross Margin at NRV Methode. NRV methode kurang lebih hampir sama dengan salable at not split-off (after split-off), yang mana perusahaan tidak hanya berhenti berproduksi di at split-off, tapi juga ada tambahan produksi lagi. Tentunya tambahan ini juga membutuhkan biaya tambahan, ini disebut sebagai Saparable cost. Penambahan ini dilakukan oleh peruhasaan untuk menambah nilai joint produk. Dalam methode ini, dilakukan pengurangan dengan saparable cost untuk menemukan NRV, setelahnya dilakukan pembobotan. Kemudian, metode yang kedua yaitu gross margin NRV methode. Metode ini hampir sama dengan NRV methode. Perbedaannya hanya di pencarian gross margin, yang mana di metode ini dilakukan terlebih dahulu untuk mencari perhitungan jika semua produk laris terjual. Selebihnya, prosesnya hampir sama.

  93. Mantap Miss penjelasannya, terima kasih banyak. Saya Ghilba Dziba B kelas 4-07 absen 23 DIII Akuntansi. Setelah menonton video ini saya jadi paham, bahwa dalam mengalokasikan joint cost bisa menggunakan dua metode. Metode yang pertama yaitu Net Realizable Value (NRV). Bila menggunakan metode ini, kita harus melakukan pembobotan dengan mengurangkan final sales dikurangi dengan separable costnya sehingga disebut sebagai NRV at split-off. Pada nantinya NRV Split-off ini akan menjadi dasar penentuan alokasi joint cost. Sedangkan metode yang kedua yaitu Gross Margin at Net Realizable Value method. Metode ini menggunakan gross margin percentage sebagai dasar dalam mengalokasikan Joint Cost.

  94. (RUMIRIS SIRAIT/ 35 / 4-07) Timkasih miss atas penjelasannya.. Video ini menjelaskan metode yaitu Constant Gross Margin NRV Method. Fokusnya adalah untuk menghitung pencapaian laba kotor yang nantinya untuk menghitung join cost allocated. Perbedaanya dengan proses sebelumnya yaitu dengan cara mengalikan final sales value of total production dengan gross margin precentage. Setelah itu menyelisihkan final sales value of total production dengan gross margin dan diperoleh total production cost. Pada dasarnya metode Net Realizable Value Method sama dengan Join Products Not Salable at Split-off (penggunaan separable cost dan processing cost) (Rumiris Sirait/ 35/ 4-07)

  95. Nama : Agnes Natasya Anggraeni Permatasari No Absen : 02 Kelas 4-07 D3 Akuntansi 2018 Terimakasih miss atas penjelasannya yang super terperinci:)). Video ini menjelaskan 2 metode lain yaitu Net Realizable Value Method dan Gross Margin at Net Realizable Value Method yang produksinya tidak hanya berhenti pada saat split off namun dilanjutkan agar memiliki nilai yang lebih tinggi sehingga memunculkan adanya tambahan biaya yang disebut separable cost. Di metode NRV kita menghitung final sales value lalu mengurangi sales value dengan separable cost yang nantinya akan menjadi dasar pembototan (selisihnya disebut NRV at split off), lalu pengalokasian atas joint cost, dan mengasilkan unit production cost dengan menambahkan kembali separable cost . Metode selanjutnya adalah gross margin at NRV yang mirip dengan NRV at splitt off point, namun menggunakan presentase gross margin sebagai dasar pengalokasian joint cost.

  96. Eka yuliati, kelas 4-07, absen 12. Terimakasih miss atas penjelasannya. Materi ini menjelaskan tentang Joint process menghasilkan 2 jenis produk, yaitu outputnya menghasilkan positive sales value dan zero sales value. Untuk join allocation, menggunakan 2 pendekatan yaitu physical measures dan market base. Untuk physical measures menggunakan alokasi berdasarkan sesuatu hal yg dapat diukur misalkan km, unit, kg. Untuk pendekatan market based, ada 3 metode yaitu sales value at split-off method, NRV at split-off method, dan constant gross-margin.

  97. Eka yuliati, kelas 4-07, absen 12. Terimakasih miss atas penjelasannya. Video ini menjelaskan tentang Perusahaan biasanya memilih untuk melakukan penambahan biaya (separable cost) agar produk yg dihasilkan memiliki nilai jual lebih. NRV at split-off method membutuhkan beberapa data untuk menghitung alokasi joint cost seperti penjualan akhir. Metode gross margin dihitung berdasarkan laba kotor untuk mengalokasikan joint cost nya.

  98. Nama : Evriansari Nurrizqi, No: 16, Kelas : 4-07. Assalamualaikum wr wb miss ayu. Terima kasih atas penjelasannya, videonya manteupp. Dari video tersebut saya lebih memahami materi. Alokasi joint cost dapat dilakukan dengan metode net relializable value(NRV) atau Gross Margin at Net Realizable value. Pada metode NRV, pembobotan dilakukan dg cara mengurangi final sales dengan separable cost (NRV at split off). Kemudian, NRV at split off tersebut dijadikan dasar dalam pengalokasian. Sedangkan metode gross margin at NRV menggunakan gross margin percentage dalam pengalokasian.

  99. Nama saya: Nurul Izzah no Absen: 34 kelas 4-07 DIII Akuntansi reguler 2018. Sebelumnya terimakasih atas penjelasannya miss. Disini dijelaskan 2 metode. Metode yang pertama NRV method dan yang kedua adalah gross method. NRV Method digunakan karens banyaknya perusahaan menambah biaya agar mendapatkan penghasilan yang tinggi. Dalam metode NRV kita harus mengurangkan final sales dengan separable cost terlebih dahulu. Metode yang kedua yaitu gross margin. Nah, dalam metode gross profit perhitungan presentase gross profitnya menjadi dasar alokasi joint cost

  100. Nama : Mu’alimatul Ulya No. Absen : 29 Kelas : 4-07 D3 Akuntansi 2018. Terimakasih miss atas penjelasan yang diberikan. Videonya memberikan pengetahuan lebih untuk saya dalam memahami materi joint cost. Di video ini saya mendapatkan ilmu baru bahwa alokasi joint cost dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu Net Realizable Value method dan Gross method. Untuk NRV sendiri ada perbedaan istilah dengan Carter yaitu Separable Cost dengan Processing Cost after Split off, lalu untuk penghitungannya metode NRV didapat dari final sales dikurangi separable cost kemudian dilakukan pembobotan untuk mendapat alokasi joint cost. Sementara itu dalam metode Gross Margin at NRV method, harus dicari dahulu gross margin percentage yang akan menjadi dasar alokasi joint cost.

  101. Sebelumnya, terima kasih Miss untuk penjelasannya. Nama : Annisa, No Absen : 05, Kelas : 4-07 DIII akuntansi 2018. Video ini menjelaskan 2 jenis metode yang digunakan dalam pengalokasian joint cost yakni Net Realizable Value (NRV) method dan juga Constant Gross Margin at NRV method. Perusahaan produksi yang tidak berhenti pada titik pemecahan biaya biasanya akan menambah biaya agar produk dapat dijual dengan nilai yang lebih tinggi, penambahan biaya setelah pemecahan ini disebut dengan separable cost. NRV method membutuhkan beberapa data seperti data penjualan untuk produk akhir (mengalikan final sales value dengan harga jual) kemudian dikurangkan dengan separable cost lalu dilakukan pembobotan. Setelah itu joint cost baru dapat dialokasikan ke tiap-tiap produk. Untuk Constant Gross Margin NRV, pengalokasian joint cost didapatkan dengan mencari prosentase gross profit margin (final sales-(separable cost+joint cost)) kemudian dibandingkan dengan final sales. Hasilnya akan dipakai untuk pengalokasian joint cost. Terima kasih Miss.

  102. Nama : Fatin Azzahra Meida, No absen : 21, Kelas : 4-07 DIII Akuntansi Reguler 2018. Terimakasih Miss atas penjelasannya. Video ini memberikan saya pemahaman yang lebih dalam materi joint cost. Dalam video ini, Alokasi Joint cost dapat dilakukan dengan metode Net realizable value (NRV) method dan Gross margin at NRV method. NRV method, dimana perusahaan tidak hanya berhenti berproduksi at split-off point, jadi terdapat biaya tambahan produksi disebut dengan Saparable cost (processing cost after split off). Dalam metode ini, perhitungannya didapatkan dari final sales dikurangi dengan separable cost kemudian dilakukan pembobotan untuk memperoleh alokasi dari joint cost. Kemudian, metode selanjutnya yaitu gross margin at NRV method. Pengalokasian joint cost menggunakan gross margin percentage.

  103. Terima kasih atas penjelasannya miss, ini sangat memudahkan pemahaman saya. Saya Aura Wahdayani Putri(07) dari kelas 4-07 DIII Akuntansi Reguler. Di dalam video ini telah dijelaskan yg pertama adalah tentang Net Realizable Value method, yang dasarnya membutuhkan Data penjualan produk akhir. Sebelum melakukan pembobotan, kita harus mengurangi terlebih dahulu final sales dengan separable cost (selisihnya disebut NRV at Split off point) setelah itu langsung dibobotkan, dan dibagikan alokasi joint costnya. Metode selanjutnya ada Gross margin NRV method, lebih berfokus kepada berapa pencapaian atas laba kotornya. Laba kotor tsb dijadikan basis untuk mengalokasikan joint cost ke joint product.

  104. Nama : Muhammad Naufal Absen : 31 Kelas : 4-07 DIII Akuntansi Reguler 2018 Terimakasih Miss atas penjelasannya. Dalam video ini menjelaskan tentang 2 metode yang digunakan untuk mengalokasikan joint cost yaitu Net Realizable Value Method dan Gross Margin NRV Method. Separable cost merupakan biaya tambahan agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Net Realizable Value Method membutuhkan data penjualan produk akhir, kemudian kita menghitung final sales value, setelah itu dikurangkan dengan separable cost untuk mendapatkan NRV af Split off Point. Nilai inilah yang akan menjadi dasar pembobotan untuk mengalokasikan joint cost. Sedangkan Gross Margin NRV Method berfokus kepada pencapaian atas laba kotor. Gross Margin didapat dengan cara mengurangkan sales dengan COGS, kemudian mencari persentase nya, yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan untuk mengalokasikan joint cost.

  105. Nama : Elfira Damayanti // No. Absen : 13 // Kelas : 4-07 DIII Akuntansi Reguler. Terima kasih atas penjelasannya Miss. Metode Net Realizable Value (NRV) Method membutuhkan data penjualan produk akhir. Gross Margin at NRV fokus pada pencapaian atas laba kotor. Laba kotor tersebut akan jadi basis untuk perhitungan Joint Cost Allocated.

  106. Nama: Evha Yemima Putri Manurung, No. Absen: 14, Kelas: 4-07, DIII Akuntansi 2018. Terima kasih atas penjelasannya Miss. Pada dasarnya metode Net Realizable Value Method sama dengan Join Products Not Salable at Split-off, hanya beberapa istilah yang sedikit berbeda dalam penyebutannya. Video ini juga menjelaskan metode baru yaitu Gross Margin NRV Method. Fokusnya adalah untuk menghitung pencapaian laba kotor yang nantinya untuk menghitung join cost allocated. Perbedaanya dengan proses sebelumnya yaitu dengan cara mengalikan final sales value of total production dengan gross margin precentage. Setelah itu menyelisihkan final sales value of total production dengan gross margin dan diperoleh total production cost. Kelanjutan proses ini sampai dengan alokasi biaya masing-masing produk sama dengan metode yang sebelumnya (NRV). Semangat miss, ditunggu video materi selanjutnya 🌟

  107. Nama: Annisa Rofiatul Amaliah, No Absen: 06, Kelas: 4-07 D III Akuntansi 2018. Sebelumnya terimakasih atas penjelasannya Miss🙏 Disini dijelaskan tentang 2 metode lainnya dalam pengalokasian joint cost, yaitu Net Realizable Value (NRV) Method dan Gross Margin NRV Method. Dalam NRV Method, ada penambahan biaya agar produk memiliki nilai jual yang tinggi, biaya ini disebut separable cost. Biaya tersebut menjadi pengurang dari final sales value, yang kemudian dihasilkan NRV at split off point yang akan menjadi dasar pembobotan dalam penghitungan alokasi joint cost. Untuk Gross Margin NRV Method penghitungannya mirip dengan metode sebelumnya, bedanya yaitu metode ini menggunakan persentase laba kotor/gross margin percentage sebagai dasar pembobotan alokasi joint cost. Persentase ini diperoleh dari (final sales – (separable cost + joint cost)) / final sales.

  108. Nama : Made Ayu Budiyani No. Absen: 28 Kelas : 4-07 Terima kasih atas penjelasannya, Miss. Penjelasan di video ini kurang lebih sama dengan yang di pelajari dalam RPS. Yang berbeda hanya beberapa istilah yg digunakan yaitu penggunaan istilah Separable Cost dimana di Carter menggunakan istilah Processing Cost After Split Off. Selain itu, di video ini menyebutkan adanya metode lainnya yang disebut metode Constant Gross Margin NRV Method, yaitu dengan menghitung COGS keseluruhan produk terlebih dahulu (Joint cost + separable cost), lalu menghitung Gross Margin dengan mengurangkan Sales dan COGS. Kemudian Final Sales Value masing2 produk dikurangkan dengan Gross Profit, dan Separable Cost, dan akhirnya akan mendapatkan Joint Cost Allocated dari masing-masing produk

  109. Terima kasih Miss penjelasannya. Saya Ahmad Adnan Manaf (03) dari kelas 4-07. di video ini kita mempelajari dua metode/pendekatan dalam mengalokasikan biaya (joint cost) yaitu Net Realizable Value (NRV) Method dan Gross Margin NRV Method. Metode pertama yaitu Net Realizable Value (NRV) Method, menggunakan harga jual produk namun mempertimbangkan separable costnya (dikurangkan dengan separable cost-nya) lalu melakukan pembobotan. Metode kedua yaitu Gross Margin NRV Method, mirip dengan NRV Method namun lebih fokus pada pencapaian atas laba kotor (persentase gross margin).

  110. Nama : Taufik Nur Fitrianto Absen : 36 Kelas : 4-07 Terimakasih miss atas penjelasannya dan sangat membantu, dari video tersebut terdapat istilah yang berbeda tetapi pada intinya sama seperti separable cost dengan processing cost after split off. Dalam video tersebut juga terdapat metode lain juga yaitu Constant Gross Margin NRV Method.

  111. Nama : Fannia Nuralvia Wardah, No absen : 19, Kelas : 4-07, D3 Akuntansi Reguler 2018. Terimakasih Miss atas penjelasannya. Semakin paham karena video ini memberikan saya pemahaman yang lebih dalam materi joint cost dan join product. Dalam video ini, Alokasi Joint cost dapat dilakukan dengan metode Net realizable value (NRV) at split off point method dan Gross margin at NRV method. NRV at split off point method, dimana perusahaan tidak hanya berhenti berproduksi at split-off point, jadi terdapat biaya tambahan produksi disebut dengan Separable cost yang hanya saja ada perbedaan dari penulisan dengan buku carter (processing cost after split off). Dalam metode ini, perhitungannya didapatkan dari final sales dikurangi dengan separable cost kemudian dilakukan pembobotan untuk memperoleh alokasi dari joint cost dengan metode ini saya menyesuaikan dengan video pembelajaran yang Miss Ayu buat baru baru ini, materi seperti di buku carter yaitu metode dengan Market Value Method. Kemudian, metode selanjutnya yaitu gross margin at NRV method. Pengalokasian joint cost dengan mencari persentase gross profit margin nya.

  112. Terimakasih atas penjelasannya miss. Nama: Dewanda Daffa Tegar Satriya, No. Absen: 09, Kelas: 4-07, DIII Akuntansi 2018. Dalam video ini dibahas dua metode pengalokasian joint cost lainnya yang merupakan sambungan dari video sebelumnya, metode tersebut adalah net realizable value method dan constant gross margin NRV method. Alokasi joint cost menggunakan net ralizable value method ini sama seperti market value method joint product not salable at split-off, hanya saja istilahnya yang berbeda. Data yang dibutuhkan dalam metode ini yaitu data penjualan produk akhir. Selanjutnya dibahas mengenai constant gross margin nrv method, metode ini hampir sama dengan metode NRV method. Metode ini menggunakan presentase gross profit sebagai dasar alokasi joint cost.

  113. Nama: Muhammad Faizal Al Farizi Absen: 30 Kelas: 4-07 D3 Akuntansi 2018. Net Realizable Value method adalah metode yang digunakan untuk mengalokasikan join cost ke join product. Metode ini sama dengan metode market value yang tidak dapat dijual pada split-off point yaitu kita harus mencari dulu Net Realizable Value at split-off point atau biasa kita kenal dengan Hyphothetical Cost dengan cara (unit yang diproduksi x market value/harga jual) – separable cost. Setelah itu mengalokasikan join cost dengan cara membagi NRV at spli-off point masing-masing produk dengan total NRV at split-off point. Sedangkan metode Gross Margin NRV adalah metode untuk mencari alokasi join cost ke join product dengan cara mengurangi Total Sales dengan Total join cost separable cost setelah itu akan mendapatkan nilai dari Gross margin tsb. Selanjutnya yaitu mencari total production cost tiap produk yaitu dengan cara mengurangi Sales tiap produk dengan Gross margin, setelah mendapat total production cost dikurangi dengan separable cost untuk mendapat join cost.

  114. Terimakasih atas penjelasannya miss. Nama : Yasir Mandiri, No. Absen : 40, Kelas : 4-07, DIII Akuntansi Reguler 2018. Dalam video ini, saya menyimpulkan bahwa ada dua metode tambahan dalam mengalokasikan joint cost selain physical measurement method dan market-based method. Kedua metode itu adalah Net Realizable Value Method dan Constant Gross Margin Method. Beberapa perusahaan tidak langsung menjual produk gabungan pada split off point, namun diproses lebih lanjut dengan biaya tambahan (separable cost) agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dalam Net Realizable value method, cara menentukan alokasi joint cost adalah dengan mengurangi final sales dari masing masing main product dengan separable costnya sehingga ketemu nilai NRV nya, kemudian dilakukan pembobotan berdasarkan NRV tersebut lalu dikalikan dengan total joint cost untuk masing masing produk. Kemudian dalam Constant Gross Margin Method, cara menentukan alokasi joint cost adalah menentukan rasio gross profit terhadap total sales untuk semua produk, kemudian rasio tersebut dikalikan dengan sales dari masing masing produk sehingga didapatkan gross profit masing masing produk, kemudian tentukan Production Cost, lalu kurangkan Production Cost dengan separable cost dan akhirnya nilai alokasi joint cost dapat didapatkan.

  115. Nama : Gerry Diva Ananda Nomer Absen : 22 Kelas : 4-07 Terimakasih atas penjelasan dari videonya miss, awalnya saya bingung memahaminya karena model tabelnya turun ke bawah sedangkan yang sudah saya pelajari menyamping ke kanan, tetapi intinya sama saja. Dari video ini saya jadi lebih paham bagaimana cara menghitung alokasi joint cost dengan Net Realizable Value Method dan Constant Gross Margin NRV Method. Yang pertama yaitu NRV method, dimana kita harus mencari dulu Hyphothetical Costnya dengan cara (unit yang diproduksi x final market value) – separable cost, kemudian tentukan persentase masing masing hyphothetical cost terhadap total hyphothetical cost, setelah itu, kalikan dengan total joint cost untuk mengetahui alokasi joint cost. total NRV at split-off point. Yang kedua adalah Gross Margin NRV Method, yaitu metode untuk mencari alokasi join cost ke join product dengan mencari rasio Gross Marginnya terlebih dahulu. Kemudian mencari total production cost tiap produk yaitu dengan cara (Sales tiap produk – Gross Margin), setelah itu mencari alokasi joint costnya dengan cara ( total production cost tiap produk – separable cost)

  116. Nama : Gerry Diva Ananda Nomer Absen : 22 Kelas : 4-07 Terimakasih atas penjelasan dari videonya miss, awalnya saya bingung memahaminya karena model tabelnya turun ke bawah sedangkan yang sudah saya pelajari menyamping ke kanan, tetapi intinya sama saja. Dari video ini saya jadi lebih paham bagaimana cara menghitung alokasi joint cost dengan Net Realizable Value Method dan Constant Gross Margin NRV Method. Yang pertama yaitu NRV method, dimana kita harus mencari dulu Hyphothetical Costnya dengan cara (unit yang diproduksi x final market value) – separable cost, kemudian tentukan persentase masing masing hyphothetical cost terhadap total hyphothetical cost, setelah itu, kalikan dengan total joint cost untuk mengetahui alokasi joint cost. Yang kedua adalah Gross Margin NRV Method, yaitu metode untuk mencari alokasi join cost ke join product dengan mencari rasio Gross Marginnya terlebih dahulu,kemudian mencari total production cost tiap produk yaitu dengan cara (Sales tiap produk – Gross Margin), setelah itu mencari alokasi joint costnya dengan cara ( total production cost tiap produk – separable cost)

  117. Terimakasih atas penjelasannya Miss, Alhamdulillah dapat menambah pemahaman saya. Saya Evi Malinda dari kelas 4-07 absen 15. Dari vidio ini saya jadi lebih paham mengenai cara menghitung alokasi joint cost dengan NRV method dan Constant Gross Margin NRV method. Untuk NRV method, pertama adalah membuat tabel dan mencari nilai Hyphothetical cost yaitu dengan mengalikan unit produksi dengan final market value yang kemudian dikurangi dengan separable cost, kemudian tentukan presentasi masing-masing terhadap total hyphothetical cost dan dikalikan dengan total joint cost. Maka dari perhitungan tersebut kita dapat menemukan alokasi joint costnya. Untuk Gross Margin NRV method, ialah metode untuk mencari alokasi joint cost ke joint product dengan cara mencari rasio Gross marginnya terlebih dahulu. Lalu mencari total production cost tiap produk dengan cara (Sales – Gross Margin), dan mencari joint costnya (total production cost tiap produk – separable cost).

  118. Nama : Faiz Ramadhany No Absen : 17 Kelas : 4-07 DIII Akuntansi 2018 Reguler Terimakasih banyak miss atas video penjelasannya sangat mudah untuk dipahami. Alokasi joint cost terdapat 2 metode yaitu pertama, metode Net Realizable Value (NRV) yang pembobotannya dengan final sales dikurangi separable cost menjadi NRV at split off (dasar penentuan alokasi joint cost). Kedua, metode gross margin at NRV menggunakan persentase gross margin sebagai dasar penentuan alokasi joint costnya.

  119. Mantap sekali miss videonya. Nama : Fathurozi Absen : 20 Kelas : 4-07 DIII Akuntansi 2018 Kesimpulan: Dalam video terdapat 2 metode dalam mengalokasikan joint cost, yaitu Net Realizable Value Method dan Constant Gross Margin NRV Method. NRV method mengalokasikan joint cost dengan cara mengurangin final sales dengan separable cost lalu hasilnya dibobot untuk menentukan alokasi joint cost tiap produk. Metode selanjutnya yaitu constant gross margin method. Constant Gross Margin NRV method adalah metode pengalokasian joint cost dengan mencari persentase gross profit margin nya.

  120. Assalamualaikum wr wb Nama : Abyadh Nuruttimami Fahmi Ridho Kelas : 4-07 No. Abs/Prodi : 01/DIII Akuntansi 2018 Terimakasih banyak atas penjelasannya miss. Dari video tersebut saya dapat mengambil pelajaran bahwa dalam pengalokasian join cost ke joint product itu terdapat 2 metode. Yang pertama yaitu metode NRV, khusus yang tidak dapat dijual pada split-off point, kita harus mencari dulu Hyphothetical Cost dengan cara (unit yang diproduksi x market value/harga jual) – separable cost. Setelah itu mengalokasikan join cost dengan cara membagi NRV at split-off point masing-masing produk dengan total NRV at split-off point dan dikalikan jumlah joint cost. Sedangkan langkah metode Gross Margin NRV adalah Total production cost tiap produk dengan cara Sales per produk dikurangi dengan Gross margin (Total Sales-Total join cost&separable cost). Kemudian nilai join cost adalah total production cost – separable cost.

  121. Nama : Fajar Salam Maulana No Absen : 18 Kelas : 4-07 Terima kasih banyak miss atas penjelasan video KLC nya. Terdapat 2 materi yg dibahas dalam video ini yaitu NRV Method dan Gross Margin Method. Pada NRV Method, biaya produksi setelah titik split off dinamakan dengan separable cost. Dengan adanya perbedaan atas setiap separable cost item, munculnya alokasi joint cost untuk menghitung berapa biaya bagi produksi item dengan menggunakan bobot tertentu. Bedanya dengan Gross Method, akan dicari terlebih dahulu gross margin, untuk mencari nilai sales bila semua item terjual. Setelah gross margin ditemukan, akan dilakukan proses pencarian joint cost pula dengan pembobotan tertentu. Kasarnya, kedua proses tersebut hampir sama.

  122. Nama : Inkha Diah Utama Absen : 25 Kelas : 4-07 Komentar : Dari video yang telah jelaskan saya menarik terkait kesimpulan metode alokasi joint cost. Yang pertama Net realizable value method Perusahaan melakukan penambahan biaya (separable cost) agar produk yg dihasilkan memiliki nilai jual yg lebih tinggi dan nrv membutuhkan data penjualan produk akhir. Kemudian yang kedua ada, constant gross margin nrv method menjadikan gross profit sebagai dasar perhitungan alokasi joint cost. Terimakasih miss.

  123. Nama: Aisya Fakhira Absen: 04 Kelas: 4-07 Terima kasih miss atas penjelasannya. Di video ini saya mendapat penjelasan tentang dua metode alokasi joint cost. Metode yang pertama yakni metode NRV atau net realizable value dan yang kedua adalah metode constant gross margin NRV. Untuk metode Dilakukan dengan cara mengalokasikan joint cost dengan mengurang final sales dengan separable cost lalu hasilnya dibobot untuk menentukan alokasi joint cost tiap produk. sedangkan untuk metode constant gross margin NRV menggunakan presentase gross profit sebagai dasar alokasi joint cost.

  124. Nama; Windi Nuraeni Afifah Absen: 39 Kelas: 4-07. Terimakasih atas penjelasannya miss. Metode untuk alokasi joint cost divideo ini yaitu metode NRV method dan gross profit method. Untuk NRV method; tahapannya yaitu dimulai dengan sales value dari produk akhir; pengurangan separable cost; pembobotan; alokasi joint cost; menghitung harga produksi/unit. Metode terakhir yaitu Gross profit margin dengan ada 2 tahapan besar. tahap 1 memiliki subtahapan yaitu menghitung sales value dari produk akhir, dikurangi COGS (jc+sc) menjadi gross margin, kemudian membuat gross margin percentage. tahap 2 mengalikan sales value dengan gross margin persentage, haslnya dikurangngkan dengan sales value, untuk subtahapan selanjutnya sama dengan nrv.

  125. Saya Nizamuddin Aulia Firdaus dari kelas 4-07 absen 32. Terimakasih miss atas penjelasannya mengenai cara menghitung alokasi joint cost dengan NRV method dan Constant Gross Margin NRV method. Untuk NRV method, dilakukan dengan cara mengalokasikan joint cost dengan mengurang final sales dengan separable cost lalu hasilnya dibobot untuk menentukan alokasi joint cost tiap produk. Untuk Gross Margin NRV method, yaitu metode untuk mencari alokasi joint cost ke joint product dengan cara menentukan rasio gross marginnya terlebih dahulu. Kemudian mencari total production cost tiap produk dengan cara Sales – Gross Margin, dan mencari joint costnya dengan cara total production cost tiap produk – separable cost.

  126. Saya Kevin Arya Perdana, kelas 4-07 absen 26. Terima kasih Miss Ayu atas penjelasannya. Dari sini saya tahu bahwa Net Realizable Value Method mirip dengan Market Value Method Joint Product Not Salable at Split-Off. Perbedaan diantara keduanya adalah dalam hal istilah, diantaranya Separable Cost yang sama dengan Processing Cost after Split-Off dan NRV sama dengan Hypothetical Market Value . Selain itu, adanya Constan Gross Margin NRV Method di mana tidak dijelaskan dalam buku Carter. Metode ini melalui 3 tahapan yakni menghitung Gross Profit Percentage, kemudian menghitung Total Production Cost dan yang terakhir menghitung Alokasi Joint Cost.

  127. Nama : Deni Rahmat Agustiawan, Absen : 08, Kelas : 4-07. Terima kasih miss untuk penjelasannya. Berbeda dari yang sebelumnya, dua metode ini digunakan saat produk yang dihasilkan ternyata masih diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan separable cost. Untuk metode NRV, perlakuannya mirip seperti market based yaitu menggunakan harga jual dan mencari final sales product. Namun, setelah itu kita harus menguranginya dengan separable cost produk masing-masing yang kemudian kita gunakan sebagai dasar mencari pembobotan costnya. Lalu yang terakhir yaitu metode gross margin. Seperti namanya, kita harus mencari persentase gross margin sebagai dasar perhitungan untuk mencari pembobotan cost. Untuk mencari gross margin kita hanya perlu mengurangi total sales dengan semua cost (joint cost dan separable cost) lalu dibagi total sales. Setelah itu, persentase gross margin kita gunakan untuk mencari pembobotan cost.

  128. Nama : Vinka Aurisa Arsalna Absen : 38 Kelas : 4-07 DIII Akuntansi Reguler 2018. Terima kasih atas videonya yang sangat membantu, Miss. Di video ini dijelaskan tentang dua metode yang dapat digunakan untuk mengalokasikan joint cost, yaitu Net Realizable Value (NRV) Method dan Gross Margin NRV Method. Net Realizable Value Method membutuhkan data penjualan produk akhir, kemudian kita menghitung final sales value, setelah itu dikurangkan dengan separable cost untuk mendapatkan NRV at Split-off Point. Nilai inilah yang akan menjadi dasar pembobotan untuk mengalokasikan joint cost. Sedangkan Gross Margin NRV Method berfokus kepada pencapaian atas laba kotor. Cara menghitung Gross Margin adalah dengan cara mengurangkan sales dengan COGS, kemudian mencari persentasenya, akan digunakan sebagai dasar perhitungan untuk mengalokasikan Joint Cost. Separable cost merupakan biaya tambahan agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Leave a Message