Setup Menus in Admin Panel

Kemenkeu Learning Center

31

May'19

Pasal 23 UU PPh – Bagian 2

  Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Umumnya penghasilan jenis ini terjadi saat adanya transaksi antara pihak yang menerima penghasilan (penjual atau pemberi jasa) dan pemberi penghasilan. Pihak pemberi penghasilan (pembeli atau penerima jasa) akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak. Pada video pembelajaran bagian 2 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 23 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-1/ Tautan video …

Read More

31

May'19

Pasal 23 UU PPh – Bagian 1

  Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Umumnya penghasilan jenis ini terjadi saat adanya transaksi antara pihak yang menerima penghasilan (penjual atau pemberi jasa) dan pemberi penghasilan. Pihak pemberi penghasilan (pembeli atau penerima jasa) akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak. Pada video pembelajaran bagian 1 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 23 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian selanjutnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-2/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-3/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-4/

Read More

29

May'19

PPh Jasa Konstruksi: Antara PPh Final dan Tidak Final

Pada umumnya Jasa Konstruksi dikenakan PPh Final Pasal 4 ayat (2). Namun dalam Pasal 23 UU PPh juga diatur mengenai pemotongan PPh jasa konstruksi dan dalam Pasal 21 UU PPh juga diatur mengenai pemotongan PPh atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan oleh WP Orang Pribadi. Bagaimana cara membedakan pengenaan PPh atas Jasa KOnstruksi tersebut? Mari kita ikuti penjelasan Bpk. Dwi Rachmad Kurniawan dalam video berikut.

Read More

28

May'19

Pelaporan SPT Masa PPN

Pada kesempatan kali ini, Bapak Suwardi, Widyaiswara Madya dari BDK Medan akan menjelaskan tentang Pelaporan SPT Masa PPN.

Read More

28

May'19

Pemungut PPN dan PPNBM

Pada kesempatan kali ini, Bapak Suwardi, Widyaiswara Madya dari BDK Medan akan menjelaskan tentang Pemungut PPN dan PPNBM.

Read More

28

May'19

Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

Pada kesempatan kali ini, Bapak Suwardi, Widyaiswara Madya dari BDK Medan akan menjelaskan tentang Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.

Read More

28

May'19

Restitusi Pajak Pertambahan Nilai

Pada kesempatan kali ini, Bapak Suwardi, Widyaiswara Madya dari BDK Medan akan menjelaskan tentang Restitusi.

Read More

28

May'19

Pasal 26 UU PPh – Bagian 4

  Menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008, PPh Pasal 26 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diterima wajib pajak luar negeri dari Indonesia selain bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia. Semua badan usaha yang melakukan transaksi pembayaran (gaji, bunga, dividen, royalti dan sejenisnya) kepada Wajib Pajak Luar Negeri, diwajibkan untuk memotong Pajak Penghasilan Pasal 26 atas transaksi tersebut. Pada video pembelajaran bagian 4 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menyampaikan penjelasan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 26 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-1/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-2/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-3/

Read More

28

May'19

Pasal 26 UU PPh – Bagian 3

  Menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008, PPh Pasal 26 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diterima wajib pajak luar negeri dari Indonesia selain bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia. Semua badan usaha yang melakukan transaksi pembayaran (gaji, bunga, dividen, royalti dan sejenisnya) kepada Wajib Pajak Luar Negeri, diwajibkan untuk memotong Pajak Penghasilan Pasal 26 atas transaksi tersebut. Pada video pembelajaran bagian 3 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menyampaikan penjelasan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 26 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-1/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-2/ Tautan video bagian selanjutnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-4/  

Read More

28

May'19

Pasal 26 UU PPh – Bagian 2

  Menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008, PPh Pasal 26 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diterima wajib pajak luar negeri dari Indonesia selain bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia. Semua badan usaha yang melakukan transaksi pembayaran (gaji, bunga, dividen, royalti dan sejenisnya) kepada Wajib Pajak Luar Negeri, diwajibkan untuk memotong Pajak Penghasilan Pasal 26 atas transaksi tersebut. Pada video pembelajaran bagian 2 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menyampaikan penjelasan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 26 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-1/ Tautan video bagian selanjutnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-3/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-4/

Read More