Setup Menus in Admin Panel

Teknik Analisa Wajib Pajak SPBE dan SPPBE

This topic contains 1 reply, has 2 voices, and was last updated by  (NARASUMBER) Arik Sutiawan 2 years ago.

Back to course
Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • #114052

    erlanggakusuma
    Participant

    adakah bahan analisa Wajib Pajak SPBE atau SPPBE? perbedaan detail atas Wajib Pajak tersebut? Bagaimana menentukan “Cost Driver”nya?

     

    terimakasih

    #114135

    ada 2 macam SPBE/SPPBE yaitu PSO dan Non PSO.

    SPBE PSO merupakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji yang telah mendapat seluruh persetujuan dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku dan dipersyaratkan oleh Pertamina untuk mengusahakan dan menggunakan SPBE, meliputi kegiatan menerima LPG dari supply point yang ditunjuk Pertamina, menyimpan serta mengisi LPG ke dalam Tabung LPG PSO sesuai ketentuan Pertamina.

    SPBE Non PSO merupakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji yang telah mendapat seluruh persetujuan dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku dan dipersyaratkan oleh Pertamina untuk mengusahakan dan menggunakan SPBE, meliputi kegiatan menerima LPG dari supply point yang ditunjuk Pertamina, menyimpan serta mengisi LPG ke dalam Tabung LPG Non PSO atau kemasan lain sesuai ketentuan Pertamina (misal : brand Elpiji dan Bright Gas).

     

    Seperti halnya SPBU unit usaha SPPBE ini juga merupakan perusahaan Franchise rekanan dari PT PERTAMINA namun dengan komitment dan mekanisme yang berbeda, dan perbedaan tersebut antara lain :
    Pengusaha SPBU harus melakukan penjualan sendiri terhadap stock BBM nya sedangkan Pengusaha SPPBE tidak melayani penjualan melainkan cukup melakukan refill atau jasa isi ulang saja khususnya untuk tabung 3kg (Program konversi minyak tanah) karena stock Elpiji seluruhnya akan diambil dan didistribusikan oleh agen-agen elpiji rekanan yang telah ditunjuk oleh PT PERTAMINA.
    Pengusaha SPBU diharuskan membeli/menebus Delivery Order (DO) sebelum mendapat kiriman BBM sedangkan Pengusaha SPPBE tidak perlu melakukan hal tersebut sehingga Pengusaha SPBU harus menyediakan modal kerja sedangkan pengusaha SPPBE tidak membutuhkan modal kerja, sebagaimana Kita maklumi bahwasanya besar/kecilnya modal kerja ini dipengaruhi oleh fluktuasi atau naik/turunya harga BBM.

    Selain perbedaan komitment Franchise antara SPBU dan SPPBE tersebut ada perbedaan lainya yaitu yang menyangkut volume lahan dan nilai Investasi.

    cost driver salah satunya bisa menggunakan jumlah tangki yang beredar dan yang ada di gudang, nilai omset bisa dihitung dengan mengalikan harga margin keuntungan dengan jumlah tabung

     

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)

You must be logged in to reply to this topic.