Setup Menus in Admin Panel

Pengembangan SDM

05

Jul'20

Materi Komunikasi Komplit

  1. Pengantar komunikasi   2. Urgensi peningkatan kemampuan komunikasi   3. Prinsip dasar dan elemen komunikasi   04. Gangguan komunikasi   5. Verbal dan non verbal   6. Komunikasi antar pribadi   7. Jadilah pendengar yang baik 8. Gaya komunikasi   9. Hukum persuasif   10. Taktik mempengaruhi

Read More

30

Jun'20

PERMeN dan Fasilitator

Menjadi seorang fasilitator tidaklah mudah. Perlu pengetahuan dan ketrampilan yang memadai. Agar bisa menjadi fasilitator idola, kita perlu melakukan beberapa persiapan. Persiapan menjadi fasilitator idola tersebut dirangkum dalam beberapa tips yang dinamakan PERMeN. Penasaran dengan PERMeN? simak video berikut.

Read More

24

Jun'20

Orientasi Pada Hasil: Penetapan Target

Orientasi pada Hasil merupakan salah satu kompetensi  manajerial yang harus dimiliki oleh Aparatur Sipil Negara yang sesuai dengan PermenpanRB Nomor 38 Tahun 2017. Pada level 3 yang menjadi fokus adalah membuat Penetapan Target. Dalam video ini, widyaiswara ahli madya Pusdiklat PSDM Moch. Arief Risman menjelaskan kepada kita bagaimana membuat Penetapan Target. Alat yang dapat digunakan adalah SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant dan Time-bound). Dengan menetapkan secara spesifik apa target kita maka kita bisa mudah meraih hasil yang baik. Agar memudahkan kita untuk menetapkan target secara spesifik maka kita harus mampu menjawab 5W Р1 H

Read More

22

Jun'20

bertahan di era industri 4.0

Saat ini kita hidup di zaman revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan adanya smart facory, internet of thing, artificial intelligence. Kondisi ini akan membuat orang-orang terbagi menjadi 2 kelompok: yang bertahan atau tersisih. Widyaiswara Ahli Madya Pusdiklat PSDM, Bambang Kismanto akan menguraikan kiat-kiat agar kita mampu bertahan dan bahkan memenangkan era industri 4.0 ini. Di sera yang serba smart ini, kemampuan kita untuk menaklukkan industri 4.0 juga adalah kata yang sama “smart.” Apa smart yang dibutuhkan oleh kita? Ada 3 smart yang perlu dimiliki: smart foundation, smart process dan smart connectivity

Read More

22

Jun'20

Komitmen Dalam Organisasi

Komitmen merupakan salah satu kunci dalam kompetensi kerja sama. Membangun komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan tugas dalam tim merupakan indikator perilaku Kompetensi Kerja Sama level 2 menurut Permenpan-RB Nomor 38 tahun 2017. Widyaiswara Ahli Muda Pusdiklat PSDM, Bungkus Sasongko, menyampaikan bahwa komitmen terhadap organisasi menurut Allen Meyer ada 3, yaitu komitmen afektif, continuance dan normatif. Dari ketiga komitmen tersebut, komitmen yang menjadi keunggulan kompetitif adalah komitmen afektif. Ingin tahu lebih banyak tentang komitmen afektif , mari kita simak videonya.

Read More

22

Jun'20

Menjadi Peniup Peluit

Peniup peluit atau whistleblower adalah seseorang yang tetap menyuarakan kebenaran walaupun kondisi menjadi tidak nyaman. Seorang peniup peluit pada dasarnya menerapkan sebuah tradisi kuno yang disebut parrhesia, sebuah tindakan untuk menyuarakan kebenaran walaupun tawaran untuk bergabung dengan pusat pemerintahan. Seorang parrhesia memberikan kritik dan saran kepada penguasa walaupun situasi akan menjadi tidak nyaman. Sebagai seorang ASN kita juga dapat bertindak sebagai seorang parrhesia. Untuk menjadi seorang parrhesia, ASN itu haruslah jujur dan berintegritas karena dengan 2 sikap itu maka ia akan menjadi manusia merdeka yang dapat menyuarakan kebenaran di lingkungannya. Sebuah konsep menarik dari peniup pluit ini dituturkan dengan bagus …

Read More

22

Jun'20

Cultural Quotient

Widyaiswara Ahli Madya Pusdiklat PSDM, Ita Hartati akan menjelaskan tentang Kompetensi Sosialkultural yang harus dimiliki oleh seluruh ASN di Indonesia yang terdapat dalam Permenpan RB Nomor 38 tahun 2017. Kompetensi Sosialkultural yaitu perekat bangsa level 1 untuk pelaksana adalah kemampuan untuk peka terhadap perbedaan sosialkultural. Kompetensi ini diwujudkan dalam kemampuan untuk berinteraksi dan bekerja lintas budaya dengan cara yang efektif. Kemampuan untuk memahami diversitas sosiokultural ini disebut cultural quotient. Secara harfiah, cultural quotient adalah kemampuan individu untuk memahami situasi yang timbul atas diversitas kultural, ditunjukkan dengan kemampuan untuk berhubungan dan bekerja secara efektif lintas budaya, mampu beradaptasi ketika berhubungan dengan …

Read More