Setup Menus in Admin Panel

PPh Pot Put

30

Mar'20

Pengantar Pajak Penghasilan Orang Pribadi

  Pada Video kali ini, Bapak Marsono, Dosen Perpajakan di Jurusan Akuntansi memberikan deskripsi tentang konsep dasar Pajak Penghasilan dan kaitan antara Pemotongan/Pemungutan PPh dengan kewajiban PPh pada akhir tahun. Pada video ini juga disajikan konsep-konsep yang harus dikuasai dalam Pembahasan PPh Orang Pribadi.

Read More

23

Mar'20

Asistensi dan Pengawasan atas Fasilitas Pajak Industri Jasa Perbankan

Dalam Industri Jasa Perbankan adakalanya terjadi naik turun, dari situasi turun tersebut kadangkala menyebabkan kesulitan arus kas. Oleh karena itu PPh Pasal 25 mengakomodir pembayaran pajak secara angsuran tanpa harus melanggar peraturan yang berlaku. Sebagai perhatian, Pelaku Industri Perbankan memiliki karakteristik yang berbeda dari usaha biasa, dengan peraturan baru, pembayaran pajak secara angsuran dan karakteritsik yang beda tentu butuh perhatian khusus ya. Tapi tenang, AR terbaik se-kalseteng, Ashadi Munandar bersama Widyaiswara Irawan Purwo akan membahas tuntas berbagai titik pengawasan yang hendaknya diperhatikan oleh seorang Account Representative. Apa saja itu, yuk kita simak

Read More

31

May'19

Pasal 23 UU PPh – Bagian 4

  Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Umumnya penghasilan jenis ini terjadi saat adanya transaksi antara pihak yang menerima penghasilan (penjual atau pemberi jasa) dan pemberi penghasilan. Pihak pemberi penghasilan (pembeli atau penerima jasa) akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak. Pada video pembelajaran bagian 4 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 23 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-1/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-2/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-3/

Read More

31

May'19

Pasal 23 UU PPh – Bagian 3

  Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Umumnya penghasilan jenis ini terjadi saat adanya transaksi antara pihak yang menerima penghasilan (penjual atau pemberi jasa) dan pemberi penghasilan. Pihak pemberi penghasilan (pembeli atau penerima jasa) akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak. Pada video pembelajaran bagian 3 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 23 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-1/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-2/ Tautan …

Read More

31

May'19

Pasal 23 UU PPh – Bagian 2

  Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Umumnya penghasilan jenis ini terjadi saat adanya transaksi antara pihak yang menerima penghasilan (penjual atau pemberi jasa) dan pemberi penghasilan. Pihak pemberi penghasilan (pembeli atau penerima jasa) akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak. Pada video pembelajaran bagian 2 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 23 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-1/ Tautan video …

Read More

31

May'19

Pasal 23 UU PPh – Bagian 1

  Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Umumnya penghasilan jenis ini terjadi saat adanya transaksi antara pihak yang menerima penghasilan (penjual atau pemberi jasa) dan pemberi penghasilan. Pihak pemberi penghasilan (pembeli atau penerima jasa) akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak. Pada video pembelajaran bagian 1 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 23 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian selanjutnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-2/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-3/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-23-uu-pph-bagian-4/

Read More

28

May'19

Pasal 26 UU PPh – Bagian 4

  Menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008, PPh Pasal 26 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diterima wajib pajak luar negeri dari Indonesia selain bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia. Semua badan usaha yang melakukan transaksi pembayaran (gaji, bunga, dividen, royalti dan sejenisnya) kepada Wajib Pajak Luar Negeri, diwajibkan untuk memotong Pajak Penghasilan Pasal 26 atas transaksi tersebut. Pada video pembelajaran bagian 4 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menyampaikan penjelasan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 26 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-1/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-2/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-3/

Read More

28

May'19

Pasal 26 UU PPh – Bagian 3

  Menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008, PPh Pasal 26 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diterima wajib pajak luar negeri dari Indonesia selain bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia. Semua badan usaha yang melakukan transaksi pembayaran (gaji, bunga, dividen, royalti dan sejenisnya) kepada Wajib Pajak Luar Negeri, diwajibkan untuk memotong Pajak Penghasilan Pasal 26 atas transaksi tersebut. Pada video pembelajaran bagian 3 ini, Bp. Ferry Irawan, Dosen PKN STAN dari Jurusan Pajak, menyampaikan penjelasan tentang ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 26 UU PPh dimaksud. Tautan video bagian sebelumnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-1/ https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-2/ Tautan video bagian selanjutnya: https://klc.kemenkeu.go.id/pknstan-pasal-26-uu-pph-bagian-4/  

Read More