Setup Menus in Admin Panel

All posts by Site Default

30

Dec'20

Faktor Penyebab Korupsi

  Perilaku korupsi terjadi karena sikap mental materialistik dan konsumtif di masyarakat serta sistem politik yang masih mendewakan materi. Perilaku Korupsi dipicu oleh faktor internal (dari dalam diri individu) dan faktor ekternal (dari luar diri individu). Faktor internal terdiri dari 2 (dua) aspek, yaitu aspek individu dan aspek sosial. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari Sapek sikap masyarakat terhadap korupsi, aspek ekonomi, aspek politik dan aspek organisasi. Video ini akan menjelaskan aspek-aspek penyebab korupsi beserta contoh-contohnya oleh Widyaiswara Widyarini. Selamat Menyaksikan

Read More

30

Dec'20

Memahami terbentuknya perilaku dari perspektif Theory of Planned Behaviour

  Untuk bisa mempengaruhi dan merubah perilaku seseorang, maka perlu memahami bagaimana sebuah perilaku terbentuk atau terjadi. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya suatu perilaku ? Theory of Planned Behaviour menjelaskan bahwa perilaku terbentuk karena adanya intention / niat, dimana niat tersebut dipengaruhi oleh Sikap terhadap perilaku (Attitude toward the behaviour), Norma subyektif (Subjective norm) dan kontrol perilaku yang dipersepsikan (perceived behavioural control). Dalam video KC berikut ini, Widyaiswara Widyarini menjelaskan Memahami terbentuknya perilaku dari perspektif Theory of Planned Behaviour. Selamat Menyaksikan

Read More

30

Dec'20

Tahapan Perkembangan Moral (dari Kholberg)

  Perkembangan Moral seseorang dipengaruhi oleh perkembangan kemampuan penalaran (kognitif-nya). Tahapan perkembangan moral yang telah dicapai individu, akan ikut menentukan kemampuannya dalam melakukan penalaran moral. Pada saat individu mengalami dilema moral, maka penalaran moral akan membantu individu dalam menganalisa situasi dan menentukan tindakan terbaik yang sesuai dengan prinsip-prinsip moral. Widyaiswara Widyarini dalam video KC kali ini akan menjelaskan Tahapan Perkembangan Moral (dari Kholberg) secara jelas sehingga dapat digunakan untuk menganalisis situasi dan tindakan terbaik bagi kita. Selamat menyaksikan

Read More

30

Dec'20

Pengajuan Surat Perintah Membayar Ganti Uang Persediaan (SPM GUP)

  Dalam video kali ini, widyaiswara Abu Samman Lubis menjelaskan bahwa setiap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) harus mempertanggungjawabkan dengan penerbitan SPM GUP atas Uang Persediaan (UP) paling lambat diajukan 1 bulan setelah Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) diterima. Hal ini penting diinformasikan antara lain: (1) agar uang yang ada direkening Bendara tidak idle (2) dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan membelanjakan uang tersebut secara teratur setiap bulannya. Yuks kita simak videonya

Read More

30

Dec'20

Catatan dalam Halaman 4 Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)

  Setiap Satuan Kerja mempunyai program kerja. Untuk menjalankan program kerja tersebut maka disediakan dananya dalam DIPA. Ada dana disediakan dalam DIPA tetapi belum pasti bisa dicairkan karena terdapat catatan berupa tanda bintang (*). Hal ini menjadi ke khawatiran kalau dana tersebut tidak bisa cair dan program kerja tidak tercapai. Oleh karena itu, perlu kesadaran PA/KPA untuk tidak memaksakan mengusulkan dalam RKA-K/L kalau persyaratannya belum lengkap karena penyerapan anggaran bisa tidak tercapai. Oleh karena itu, Widyaiswara Abu Samman Lubis dalam video KC inmenjelaskan terkait Catatan dalam Halaman 4 Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Selamat menyaksikan

Read More

29

Dec'20

Mengenal Berbagai Teknik Valuasi Vegetasi

  Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati,yang terdiri dari berbagai jenis vegetasi yang merupakan bagian dari Sumber Daya Hutan. Jumlah dan ragam yang sangat besar di negara kita memerlukan pemahaman berbagai teknik valuasi yang bisa digunakan dalam melakukan penilaian terhadap. Dalam KC dibicarakan terkait berbagai jenis teknik valuasi yang bisa digunakan dalam penilaian terhadap hutan dan vegetasi didalamnya yang dijelaskan secara detail oleh Widyaiswara A. Ali Mashduqi.

Read More

28

Dec'20

Tindak Lanjut Inventarisasi BMN

  Inventarisasi/Sensus Barang Milik Negara merupakan salah satu kegiatan dalam proses penatausahaan BMN. Kegiatan Inventarisasi BMN menurut PP 27/2014 seharusnya seharusnya diikuti dengan tindak lanjut yang sesuai dengan temuan permasalahan dari kegiatan inventarisasi. Banyak permasalahan BMN yang saat ini masih ada disebabkan tidak tuntasnya atau tidak dilakukannya tindak lanjut inventarisasi secara memadai. Oleh karena itu, Widyaiswara A. Ali Mashduqi mencoba membedah terkait hal ini dalam video berikut. Selamat menyaksikan..

Read More

28

Dec'20

Teknik sampling dalam inventarisasi Hutan Tanaman

  Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, yang salah satu ekosistemnya adalah Hutan. Sumber Daya Hutan yang sangat besar di negara kita memerlukan inventarisasi agar dapat diketahui nilai yang terkandung dalam hutan sebagai salah satu ekosistem dari sumber daya hayati. Dalam KC ini akan dijelaskan tentang jenis/klasifikasi hutan, ragam sumber daya yang terkandung dalam Hutan, dan bagaimana teknik dasar dalam melakukan inventarisasi Sumber daya Hutan oleh Widyaiswara A. Ali Mashduqi. Terima kasih.    

Read More

23

Dec'20

Bagaimanakah proses pengadaan langsung penyedia pekerjaan konstruksi?

  Dalam video berikut ini Widyaiswara Fatimah terkait penjelasan proses pengadaan langsung penyedia pekerjaan konstruksi mulai persiapan, pelaksanaan, termasuk lampiran yang perlu dipersiapkan. Selamat Menyaksikan….

Read More

18

Dec'20

Hubungan Keuangan Pusat dan Keuangan Desa

Keuangan Desa dalam hal ini APBDes memiliki hubungan yang sangat erat dengan keuangan Pusat dalam hal ini APBN. Pemaparan materi ini ingin menjelaskan hubungan antara keuangan pusat (APBN) dan keuangan desa (APBDes). Dalam Video kali ini, Widyaiswara Tohirin menjelaskan tentang Capaian dan Tantangan Pembangunan Desa, Overview Keuangan Pusat (APBN) dan Keuangan Desa (APBDes), Keuangan Desa (APBDes) serta Pendapatan  dan Belanja Desa. Selamat Menyaksikan

Read More
Skip to toolbar